6 Hal yang harus dihindari untuk kamu pengendara sepeda motor

Image Credit : Faktaunikdunialengkap.blogspot.co.id

Dengan berjalannya waktu dan makin banyaknya kredit motor bertebaran, saat ini volume kendaraan yang paling tinggi di jalanan adalah sepeda motor. Dari tahun ke tahun jumlah korban kecelakaan lalu lintas kebanyakan adalah pengendara sepeda motor. Demi keselamatan dan kenyamanan bersama, baiknya kita selalu berhati-hati dan berusaha menjadi pengendara sepeda motor yang baik. Bagaimana caranya? Ini hal-hal yang harus dihindari saat kita mengendarai sepeda motor:

Memasang knalpot racing dan klakson mobil pada sepeda motor.

knalpot-racing
Foto : GaraGara.id

Setiap kendaraan bermotor yang dijual di pasaran pasti memiliki standar kenyamanan tersendiri, baik bagi pengendara maupun orang lain. Dengan tren yang semakin berkembang, banyak yang menjual aksesoris pendukung sepeda motor. Salah satunya adalah knalpot racing dan klakson dengan berbagai variasi bunyi. Hanya saja, aksesoris tersebut tidak semestinya digunakan di jalan raya. Selain melanggar aturan yang berlaku, suara yang ditimbulkan knalpot racing dan klakson mobil tersebut membuat pengendara lain tidak nyaman. Berisik, keleus. Daripada kena tilang dari polisi karena variasi kendaraan yang tak pas, lebih baik pengendaranya yang diberi variasi agar lebih trendy, misalnya helm SNI bergambar JKT48.

Sein kanan belok kiri.

sein-kanan-belok-kiri
Foto : Bonsaibiker.com

Semua manusia memang tiada yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan (dan Andra and The Backbone). Beberapa dari kita mungkin ada yang pernah mengalaminya, yaitu lupa mematikan lampu sein. Hal ini mungkin sepele, tapi dapat berakibat fatal. Fungsi dari lampu sein sendiri adalah untuk memberikan kode bagi pengendara lain bahwa kita akan belok. Jadi marilah menyalakan lampu sein yang benar. Jangan nyalakan sein kanan tapi belok kiri ya, nanti pengendara di belakang bingung. Masih mending kalau bingung, kalau nabrak?

Berjalan zig-zag bak balapan di lintasan sirkuit.

Semua orang pasti tahu bahwa jalan raya merupakan jalan umum. Banyak orang yang menggunakannya, berbeda pula kepentingannya. Semua dituntut untuk patuh pada aturan dan etika yang berlaku, juga saling menghormati, sehingga lalu lintas lancar aman terkendali. Tapi, pernahkah Anda menemui pengendara sepeda motor dengan tipe asal salip kanan salip kiri? Tipe seperti ini kayaknya biasa saja jika dilakukan saat balapan di sirkuit, namun beda ceritanya jika diterapkan di jalan raya yang ramai. Selain menjengkelkan, sok balapan seperti itu juga membahayakan pengendara lain yang tidak siap. Ketika ingin mendahului atau berbelok, pastikan untuk menyalakan lampu sein dan jaga jarak aman anda dengan pengendara lain.

Membuka aplikasi peta saat berkendara.

main-hp-naik-motor
Foto : Brilio.net

Di era modern seperti ini semua serba mudah, termasuk ketika mencari alamat yang kita tidak tahu. Google Map dan Waze biasanya sudah terpasang di gawai yang kita miliki. Kecanggihan teknologi ada di tangan, kebijakan menggunakan juga sebaiknya ada di kelakuan (ceileh). Hindari menggunakan aplikasi peta ini saat mengendarai motor. Konsentrasi Anda akan terganggu dan akibatnya Anda menjadi kurang siap melihat lalu lintas di depan Anda. Bahaya, broh! Berhentilah dahulu di pinggir jalan ketika akan melihat peta. Hafalkan sedikit rutenya, sehingga tak perlu setiap saat melihatnya. Oh ya, memasang aksesoris seperti HP holder yang terpasang di stang motor juga bisa merusak konsentrasi berkendara, lho.

Mengobrol dengan pengendara lain dengan formasi berjajar.

naik-motor-berjejeran
Foto : Dedlee30.blogspot.co.id

Mengobrol merupakan hal menyenangkan untuk dilakukan. But a no-no when driving. Saat berkendara, mengobrol itu memecah konsentrasi. Apalagi jika berbincang dengan pengendara lain, sudah bikin nggak konsen, membahayakan pula. Mengobrol dengan formasi berjajar rawan menyebabkan senggolan antar pengendara. Jadi jika ingin mengobrol, coba menepi dulu atau mampir ke minimarket terdekat. Walaupun Anda pembayar pajak yang rajin, jalan raya merupakan jalan bersama.

Melamun di lampu lalu lintas.

berhenti-di-perempatan
Foto : Satelitnews.co

Anda pastinya pernah melamun. Entah pandangan kosong ataupun memikirkan pasangan yang tak kunjung datang. Boleh melamun, tapi jangan saat berhenti di lampu lalu lintas. Nanti kita lupa bahwa lampu sudah berubah menjadi hijau, baru sadar saat suara klakson bersahutan dengan kejam dari belakang. Nah, untuk menghindari hal-hal seperti itu alangkah baiknya kita tetap fokus. Perhatikan timer yang kadang tertempel di sebelah lampu lalu lintas, selain itu amati jalur mana yang selanjutnya memiliki giliran berjalan. Kebanyakan arah giliran berjalan ditentukan searah dengan jarum jam. Yang tidak kalah penting dihindari yaitu menunggu lampu berubah menjadi hijau sembari bermain HP atau sekedar membalas sms. No no, nanti saja kalau sudah sampai, atau berhentilah sejenak di pinggir jalan. Jangan membahayakan diri sendiri dan jangan pula membahayakan orang lain.

Sudah dicatat? Sip, jangan lupa pakai helm sesuai standar, dan berkendaralah dengan baik.

 

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!