8 Cara jitu biar kamu bisa berhemat sampai 50% setiap bulannya!

hemat uang
Image Credit : www.gobankingrates.com

Dalam dunia perekonomian ini ada yang namanya inflasi. Bagi yang belum tahu, inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. Ini bisa terjadi karena jumlah uang yang beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Sejak lama, gejala ekonomi ini tidak pernah dapat dihilangkan secara tuntas. Sejak Kita Muda menulis artikel ini, terhitung sudah 29 kali jabatan Menteri Keuangan berganti, mulai dari Samsi Sastrawidagda yang mulai menjabat pada tanggal 19 Agustus 1945, sampai Sri Mulyani Indrawati (menjabat lagi) yang resmi menjabat pada 27 Juli 2016 lalu, usaha-usaha untuk menangani inflasi sifatnya hanya sebatas mengurangi dan mengendalikannya saja. Tidak bisa lebih dari itu.

Mengetahui fakta bahwa harga-harga secara umum pasti mengalami kenaikan, maka sudah seharusnya masing-masing individu menyiapkan berbagai strategi agar setiap bulannya tidak seperti kata pepatah: ‘Lebih besar pasak daripada tiang’. Untuk itu, melalui artikel ini Kita Muda menawarkan beragam solusi yang diharapkan mampu menekan pengeluaran, bahkan hingga 50% setiap bulannya. Mari kita mulai…

1. Kalau masih bisa melakukan belanja secara online, mengapa harus repot-repot berbelanja langsung ke toko?

update status di social media
Foto : www.pexels.com

Memilih berbelanja online membuat kamu tidak perlu repot-repot datang ke toko. Karena dengan datang ke toko harus ada hal-hal yang diupayaka, seperti: kamu harus berdandan rapi, kamu harus rela keluar bensin, kamu harus merelakan waktu serta tenaga untuk menuju toko, dan yang pasti kamu harus ikut membayar pajak tempat (toko) tersebut yang biayanya dikenakan pada setiap produk-produk yang mereka jual. Maka dari itu, sebisa mungkin kurangilah berbelanja secara langsung. Kecuali kamu berbelanja sesuatu yang memang kuatir bila dibeli secara online, seperti belanja hal-hal yang berhubungan dengan fashion yang kamu kuatir akan kedodoran atau foto produk dan barang yang dikirim tidak sesuai.

2. Agar pengeluaran teratur, buatlah list prioritas agar pengeluaran terkontrol.

list
Foto : www.huffingtonpost.com

List prioritas ini sangat penting karena dengan list ini kamu bisa tahu mana saja yang memang seharusnya dibayarkan lebih dahulu, seperti: kebutuhan-kebutuhan pokok rumah tangga,  listrik, internet, biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan banyak lagi. Itu semua adalah pengeluaran pokok yang tak bisa ditawar-tawar, alias harus dipenuhi setiap bulannya. Maka apabila ada sisa dari pengeluaran pokok tersebut, bisa digunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan yang skalanya memang sekunder.

3. Cerobohnya keuangan seringkali terjadi karena tak adanya track pemasukan dan pengeluaran yang jelas.

uang
Foto : pendoasion.wordpress.com

Perasaan gajian baru kemarin, kok hari ini udah habis aja!

Kalau kamu merasakan keluhan-keluhan semacam itu, penyebabnya tentu karena kamu tidak tahu detil arus pemasukan dan pengeluaran. Beli sesuatu karena memang ingin beli, tanpa peduli apakah yang dibeli itu masuk ke dalam skala kebutuhan primer atau sekunder atau bahkan tersier.

4. Memang, promo adalah cara terbodoh yang perusahaan lakukan untuk jujur bahwa sebetulnya di hari-hari biasa mereka mengambil untung lebih. Tapi, mengambil promo juga tak ada salahnya.

diskon
Foto : Forbers.com

Aku pengen beli barang itu, tapi mau nunggu promo aja ah!

Sah-sah saja kalau kamu memiliki pemikiran tersebut. Itu tanda bahwa kamu tidak abai dengan pengeluaran. Karena memang kalau dipikir-pikir dan dibandingkan, harga yang tertera saat promo memang ada bedanya dengan harga pada hari-hari biasa. Diakui atau tidak, promo adalah cara terbodoh yang perusahaan lakukan untuk jujur kepada konsumen bahwa sebetulnya di hari-hari biasa mereka mengambil untung lebih. Tapi kalau kamu pengen menghemat pengeluaran, memilih untuk membeli sesuatu dengan menunggu adanya promo terlebih dahulu juga tidak ada salahnya.

5. Ada baiknya, memiliki rekening lebih dari satu, dengan prioritas berbeda.

buku tabungan
Foto : kfk.kompas.com

Kita Muda memberi saran bahwa ada baiknya kamu membuka rekening terpisah deh untuk menabung. Satu untuk uang yang memang sengaja kamu simpan dan enggak diapa-apain, kecuali saat mendadak. Lalu satunya lagi untuk kebutuhan sehari-hari.

Memang, tidak mudah melakukan ini. Harus tahan-tahan godaan pastinya. Namun bila bersedia mencoba, pasti bisa juga. Caranya bisa dilakukan dengan, misalnya, setiap ada gaji masuk 20% langsung masukkan ke rekening tabungan yang hanya kamu pakai kalau lagi ada kebutuhan dadakan. Sisanya, untuk kebutuhan harian selama sebulan.

6. Patuhi pelajaran lama: Bedakan antara keinginan dan kebutuhan.

gak tau
Foto : www.thebusinesswomanmedia.com

Penyebab mengapa keuangan membengkak ialah karena seseorang tidak bisa membedakan dengan baik antara  keinginan dan kebutuhan. Tidak memiliki skala prioritas apakah sebuah kebutuhan itu primer, sekunder, atau tersier. Sehingga, uang keluar dan masuk tanpa terkendali. Maka dari itu patuhi nasihat lama yang masih berlaku sampai kapan pun: bedakan keinginan dan kebutuhan.

7. Ada baiknya mencari penghasilan tambahan ketimbang memangkas kebutuhan.

bekerja
Foto : resveralife.com

Pepatah Tiongkok pernah berkata:

Lebih baik menambah penghasilan, daripada memangkas pengeluaran yang levelnya adalah kebutuhan.

Pepatah itu benar adanya. Apakah mau, kalau kebutuhan beras di keluargamu tiap bulan biasanya 30 kilogram, lalu karena ada keinginan yang harus kamu penuhi, akhirnya kamu memangkasnya jadi beli beras 15 kilogram saja? Kan, kasihan kalau tiap orang, setiap hari, setiap makan hanya setengah piring saja. Maka dari itu, rajin-rajinlah mencari peluang yang bisa menambah kran pemasukan. Sehingga kebutuhan bisa tetap terpenuhi, dan keinginan pun terbeli.

8. Secara logika, memberi itu mengurangi. Namun banyak bukti yang ada bahwa memberi itu justru menambah rezeki.

memberi
Foto : Pinterest

Bolehlah mempraktikkan 7 trik yang Kita Muda tulis di atas dengan baik. Tapi jangan sampai berlebihan sampai akhirnya jadi orang yang pelit dan enggak mau berbagi dengan yang lain. Secara logikan, memberi itu memang tampaknya mengurangi. Namun sejatinya, dengan memberi, kamu akan menerima lebih banyak.

BACA JUGA : Fakta-fakta mengapa kebahagiaan akan lebih banyak datang kepada orang yang rajin memberi

Contoh kecil: dengan memberi kamu akan menjadi bahagia. Rasa bahagia itu membuat kamu menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani. Mungkin uang yang kamu berikan hanya seratus ribu, namun risiko tidak bahagia yang menyebabkan penyakit dalam dirimu bisa jadi membuatmu harus merogoh kocek tiga ratus ribu untuk berobat. Sekali lagi, itu hanya contoh.

Percayalah bahwa dengan memberi, kita menerima lebih. Bentuk kembali itu beragam, bisa kesehatan, uang, peluang, saudara, jodoh, dan banyak hal tak terduga lainnya yang bisa diperoleh dari memberi.

Butuh proses dan latihan berkali-kali agar agar semua trik di atas bisa diterapkan secara konsisten. Kalau gagal, coba lagi. Kalau belum berhasil, coba terus. Pokoknya jangan menyerah demi kuangan yang lebih baik. Selamat mencoba!