Pekerjaan yang cocok banget buat kamu yang hobi traveling

traveling
Image Credit : www.hackcrow.com

Pekerjaan paling enak di dunia adalah hobi yang dibayar. Kamu cukup membayangkan, apa jadinya jika semua orang di dunia bekerja dengan passion-nya masing-masing. Hidup akan jauh lebih bahagia, jadi nggak melulu money oriented, nggak ada saling sikut hingga silang sengkarut dan saling bersaing untuk berburu jabatan. Padahal pekerjaan itu bikin kamu sumpek.

Masih banyak kok pekerjaan yang menghasilkan uang melalui hobi, bahkan hobi travelling sekalipun.

Nggak percaya? Simak nih tulisan Kita Muda buat kamu yang demen jalan-jalan.

Jadilah seorang Travel Fotografer.

travel fotografer
Foto : www.alambudaya.com

Bagi yang suka jalan-jalan, pekerjaan ini cocok untuk kamu. Menjadi seorangfotografer. Hampir semua orang yang melakukan aktivitas traveling pasti membawa kamera, entah itu kamera HP, poket atau DSLR. Ini menjadi peluang besar untuk kamu, cobalah belajar fotografi. Awalnya memang nggak mudah, selain kamu harus belajar teknik foto yang pas, kamu juga harus memiliki fisik yang prima untuk perjalanan yang panjang.

Jangan berharap mendapat jatah libur weekend, karena pekerjaan ini sudah cukup membuatmu berlibur kesana kemari mencari pemandangan yang indah. Selain itu, kamu harus punya link tentang tempat-tempat yang bisa di-eksploreoleh mata kameramu.

Tapi benefit yang didapat, Travel Fotografer ini memungkinkan seseorang untuk keliling Indonesia dengan cuma-cuma. Pada saat proses rekruitmen pun diutamakan orang-orang yang suka travelling.

Di Indonesia sendiri Travel Fotografer yang telah sukses keliling Indonesia tanpa uang sepeserpun adalah Barry Kusuma. Nah, habis ini kamu bisa jadi salah satunya…

BACA JUGA : Buat kamu yang baru menikah, 11 destinasi ini cocok untuk bulan madumu sebagai pengantin baru

Nggak suka foto-foto? Kamu bisa menjadi Tour Guide!

tour guide
Foto : www.nativeforeignermag.com

Pekerjaan lain yang membuatmu beraktivitas di outdoor adalah menjadi tour guide atau pemandu wisata. Sebagai seorang pemandu wisata, hal yang perlu dilakukan adalah memandu wisatawan. Ya iya lah, masa’ memandu tim uji nyali ke makam. Dikata juru kunci kuburan?

Hmmmm… nggak cuma itu aja, kamu juga harus pintar-pintar mengatur jadwal, menyambut kedatangan dan melayani wisatawan dengan baik, memiliki skill komunikasi yang tinggi, dan tentunya menguasai bahasa asing.

Wawasan kamu juga harus luas karena dituntut untuk menjelaskan sesuatu kepada wisatawan yang nggak mengerti.

Tapi dibalik keseriusan pekerjaan itu, kamu bisa menyalurkan hobi jalan-jalan kamu bersama banyak wisatawan. Jadi nggak akan terasa ngebosenin karena kamu emang passion di ranah itu.

BACA JUGA : 9 Tempat wisata di Brebes yang harus segera kamu kunjungi

Hobi Traveling juga bisa membawamu ke tempat mewah, yaitu di dalam Kapal Pesiar.

kapal pesiar
Foto : kylazitanathania.wordpress.com

Menjadi kru kapal pesiar jelas berpotensi untuk jalan-jalan. Nggak bisa terelakkan pekerjaan yang satu ini. Kecuali, kalau Kawan Muda jadi kru kapal pesiarnya di museum kapal pesiar. Jalan-jalan sih iya, tapi cuma di sekitaran lingkungan museum.

Ada macam-macam pekerjaan yang dibutuhkan di kapal pesiar. Seperti teknisi, bartender, koki, artis, pengelola hotel, dan lain-lain. Kamu bisa menjadi salah satu dari mereka.

Pekerjaan ini juga mengandung resiko seperti jauh dari orang-orang yang kamu sayang. Bukan hanya sehari dua hari, tapi bisa 2 bulan hingga 3 bulan atau bahkan lebih untuk sekali tour. Gimana kalau sampai 9 bulan? Wah, bisa-bisa pulang bawa oleh-oleh makhluk hidup: bayi!

Kehidupan dalam kapal pesiar pun juga nggak mudah. Kamu perlu kerja keras untuk menjadi kru kapal yang sukses.

Jadi yang jelas, bukan orang yang bermental pegawai yang bisa ikutan kapal pesiar, tapi kamu yang hobi berwisata dan penyuka tantangan.

Meski demikian, keuntungan yang diperoleh juga worth it.  Naik kapal pesiar gratis, tentu kamu akan disuguhi pemandangan mewah yang tiada duanya.

Jadi kalau lagi di kapal pesiar, jangan pernah sekali-kali nanya: “Mas, angkringan di mana ya?”

Karena nggak bakalan ada. Kecuali kalau kamu yang memilih bawa gerobaknya langsung sebelum naik kapal.

Penghasilan kamu di sini mungkin juga bukan Rupiah lagi, tapi bisa Dollar atau Euro kalau kamu ikut perusahaan asing. Kamu juga bisa mampir ke negara-negara lain untuk sekedar transit menyuplai barang untuk kapal. Tertarik?

Kru dan Presenter Acara Travelling.

jalan jalan men
Foto : malesbanget

Siapa yang nggak tau Naya Anindita dan Jebraw di travel series Jalan-Jalan Men? Atau Nadine Chandrawinata di acara My Trip My Adventure?

Acara tersebut benar-benar mewakili kamu yang hobi ber-adventure.

Kalau kamu ingin berkeliling nusantara seperti mereka, tugas kamu mudah. Cukup jadi salah satu kru acara traveling aja. Seperti jadi kameramen, jadi produser atau jadi presenter. Asal jangan sampai jadi Nadine Chandrawinata, karena itu jelas-jelas nggak mungkin banget!

Selain bisa jalan-jalan gratis ke tempat wisata baru, kalau kamu jadi presenter, kamu bisa popular di layar kaca kayak si Nadine. Nah, kalau masuk TV kayak Nadine Chandrawinata, bisa lah.

Kamu yang hobi ngomong dan suka bergaul sama banyak orang, bisa banget mencoba pekerjaan ini.

Aktivitas kamu, cukup nampang di layar kaca dan mulai berbicara tentang tempat yang kamu kunjungi, apa menariknya dan kuliner apa yang khas di daerah tersebut.

Namun, untuk mendapatkan pekerjaan ini juga nggak mudah. Kamu harus melewati yang namanya audisi atau kamu harus bekerja di balik layar dahulu sebelum pada akhirnya bekerja di lapangan. Butuh kesabaran ekstra.

Meski nggak mudah, kamu boleh kok mencoba pekerjaan ini demi kebahagiaan kamu. Patut tuh diperjuangkan. Layaknya hubungan asmara.

Travel Blogger.

Travel Blogger
Foto : nomadicsamuel.com

Bagi yang hobi nulis dan jalan-jalan, coba deh kerja sebagai travel blogger. Dengan menjadi seorang travel blogger, kamu akan digaji untuk liburan,check-in hotel mewah, restoran dan mencoba spa. Selanjutnya kamu tinggal menuliskan pengalaman kamu dalam sebuah blog.

Sesimpel itu sih memang, tapi ada hambatan yang bisa membatasi pekerjaan ini. Yaitu, mencari perusahaan atau organisasi yang mau mendanai segala aktivitas kamu. Tentu mereka nggak mau dong, membiayai kamu dan ternyata mereka nggak dapet feedback apapun. Harus win-win solution, lah.

Oleh karena itu, untuk masa-masa awal, kamu harus berkorban sementara dengan menggunakan sebagian uang kamu untuk travelling sendirian.

Kemudian, bikinlah sebuah blog khusus dan kerahkan kemampuan kamu dalam menulis. Ajak teman-teman kamu untuk berkunjung ke blog.  Biar makin rame, aktiflah main media sosial.

Niscaya, akan ada perusahaan yang datang menawari pekerjaan ini karena mengintip blog kamu yang jadi trending topic. Apa sih yang nggak bisa kalau urusannya sama internet, iya nggak?

Di Indonesia ada banyak contoh orang yang menjadi travel blogger. Seperti Amalla Vesta Widaranti, Trinity, Marischka Prudence, Dua Ransel (Dina dan Ryan), Efenerr serta masih banyak lagi.

Kalau kamu mau lebih berkembang lagi, kamu nggak hanya nulis di blog. Tapi kamu bisa mencetak tulisan-tulisan kamu dalam bentuk buku travellingseperti Life Traveler (Windy Arientanty), The Naked Traveler Series (Trinity), Titik Nol (Agustinus Wibowo) dan tentunya masih banyak lagi.

Suka blusukan? Mungkin kamu bisa jadi pejabat. Tapi, Kita Muda menyarankan untuk menjadi Peneliti.

Peneliti
Foto : www.latimes.com

Maksud Kita Muda adalah, kamu jadi peneliti dulu. Kan, masih kuliah. Masa iya langsung jadi pejabat. Nanti kalau blusukannya mantep, penelitiannya keren, bisa-lah jadi pejabat.

Pekerjaan ini sering Kita Muda jumpai di kalangan mahasiswa. Awalnya hanya berkedok mengikuti proyek dosen, tapi lama-lama si mahasiwa tersebut berhasil terbang hingga keluar negeri untuk penelitian lebih lanjut.

Nah, kamu bisa mencontoh ide ini. Selain bisa jalan-jalan gratis untuk melakukan penelitian, kamu juga harus SMART sebagai peneliti di bidang ilmu pengetahuan.

Agak berat ya terlibat dinamika laboratorium dan segala isinya… Tunggu dulu, kamu bisa memilih bidang penelitian yang mengharuskan kamu kerja di lapangan. Seperti di bidang kehutanan, botani, pertanian, konservasi lahan dan lain sebagainya.

Penelitian di bidang itu lebih berpeluang untuk hangout dan mengunjungi daerah-daerah baru di Indonesia.

Menjadi Arkeolog bisa membuatmu keliling nusantara.

Arkeolog
Foto : arkeologlardernegi.org

Sama halnya dengan peneliti, yang membuat beda adalah kamu akan sering menjelajah museum dan lahan-lahan yang memiliki sejarah penting.

Dengan menggeluti pekerjaan ini, kamu bisa berlama-lama di lokasi penggalian. Bukan penggalian liang kubur sih. Apalagi penggalian sumur. Bukan woy, bukan! Ini Arkeolog loh.

Saat menjadi Arkeolog, nggak cuma hidup nomaden yang kamu peroleh. Temuanmu akan berdampak pada sejarah Indonesia. Gaji yang tinggi juga pasti bikin kamu makin bersemangat untuk membuat peta sejarah.

Meski pekerjaan ini masih terdengar asing di telinga, tapi mencobanya bukanlah hal yang salah.

Walaupun jalannya sulit, karena harus berjibaku dengan arsip-arsip sejarah yang ruwet, tapi semua itu terbalaskan ketika temuanmu mendapat penghargaan dari pemerintah dan tercantum dalam arsip pendidikan. Mulia kan?

***

Nah, mungkin itu pekerjaan-pekerjaan buat kamu yang suka travelling yang bisa Kita Muda bagikan. Kalau kamu punya list lainnya, jangan sungkan-sungkan untuk share di kolom komentar ya…