Saat Itu Senyumnya Lebih dari Cukup Untuk Menjadi Alasanku (3/7)

Bahagianya adalah bahagiaku, sedangkan dukanya lebih dari sekedar duka untukku. Karena itu selalu kuusahakan mati-matian untuk membuatnya nyaman dan merasa diinginkan. Sedari dulu telah kulakukan segala cara untuk menjauhkannya dari luka. Bahkan tak ada jawaban selain ‘iya’ ketika dia ahirnya memutuskan untuk memilihmu. Sebagaimana dulu tugasku mengusahakan yang terbaik untuknya, kini tugas itu milikmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *