Suka mengeluh tentang pekerjaanmu? 3 Kisah ini akan membuatmu malu dan lebih bersyukur lagi!


Memiliki pekerjaan yang kamu impikan sejak lama atau pekerjaan yang menjadi impian banyak orang sungguh menyenangkan. Tapi, tak semua orang beruntung bisa bekerja di bidang yang mereka inginkan. Atau, mereka memang sudah bekerja di bidang yang diinginkan tapi selalu merasa kurang dan mengeluh ingin lebih.

Padahal, di luar sana masih banyak sekali orang yang belum dan menginginkan memiliki pekerjaan. Seharusnya kamu bersyukur karena memiliki pekerjaan dan mendapatkan gaji untuk menyambung hidup. Memang, semua akan terasa berat saat kamu mengerjakan hal yang tidak disukai.

Tapi, tak ada alasan untuk kurang bersemangat dalam bekerja atau terus menerus mengeluh. Hal yang seharusnya kamu lakukan adalah menyelesaikan apa yang telah kamu mulai dan selalu memberikan yang terbaik.

 

BACA JUGA: Untuk kamu yang masih mencari penghasilan tambahan saat akhir pekan, 8 hal ini pasti akrab sekali denganmu

 

Nah Kawan Muda, di artikel ini Kita Muda bakal share nih pelajaran hidup dari orang-orang yang tak pernah mengeluh menjalankan pekerjaannya. Pekerjaan mereka mungkin dipandang sebagian orang sebelah mata, tapi motivasi yang tinggi dalam pekerjaan membuat mereka meraih hasil yang luar biasa.

1. Jangan memandang sebelah mata suatu pekerjaan, tak ada pekerjaan yang buruk selagi itu halal. Lakukan pekerjaanmu dengan penuh dedikasi dan semuanya akan berbuah manis.

via: vemale.com

Demi memperbaiki ekonomi keluarga, perempuan asal Lampung bernama Neneng ini merantau dan mencari peruntungan di ibu kota. Ia rela jauh-jauh pergi dari Lampung ke Jakarta karena perkebunan karet yang dulu jadi sumber rezeki kini sudah tak menjanjikan lagi.

Ibu muda berusia 23 tahun ini akhirnya bekerja membersihkan toilet mall. Perasaan jijik (apalagi malu) dibuang jauh-jauh dan ia menganggap pekerjaan bersih-bersih sebagai ibadah juga. Siapa sangka, usaha dan kerja keras Neneng berbuah manis, Kawan Muda.

 

BACA JUGA: 5 prinsip yang bisa dijadikan pegangan agar kamu tak larut dan tenggelam dalam lautan penyesalan

 

Tak hanya memenuhi kebutuhan keluarga di kampung dan mampu membayar biaya hidup di Jakarta, Neneng dan suami bahkan bisa mengangsur mobil, lho. Kisah Neneng ini mengajarkan kita untuk mensyukuri pekerjaan apa pun yang tengah kita jalani dan selalu berusaha memberikan yang terbaik saat bekerja.

Asalkan halal dan tak merugikan orang, untuk apa kita peduli dengan pandangan miring orang lain?

2. Semua orang bisa meraih sukses. Jangan berpangku tangan atau duduk meratapi kekurangan; jemput rezekimu sekarang juga!

via: forum.liputan6.com

Pak Nurnaip atau biasa dipanggil Pak Nur telah berjualan mie ayam sejak tahun 1989. Pak Nur yang hanya lulusan SMP ini memiliki keinginan yang besar untuk sukses, tapi ia sadar bahwa pendidikan yang tak begitu tinggi akan menjadi penghalang.

Bukannya menyerah atau meratapi nasib, Pak Nur memantapkan tekat untuk tekun berjualan mie ayam. Sederhana memang, tapi kesabaran dan keuletan Pak Nur membuatnya menuai hasil yang luar biasa. Selain itu, di zaman yang serba mahal ini Pak Nur masih menjual mie ayamnya dengan harga Rp 6.000 dan ia tak pernah rugi!

 

BACA JUGA: Berbahagialah sewaktu-waktu, tanpa harus menunggu segala sesuatu menjadi lengkap dan sempurna

 

Baginya, menjual mie dengan murah akan mendatangkan banyak pelanggan dan mengurangi saingan. Hmm, sebuah pemikiran yang luar biasa ya dalam berdagang. Kini Pak Nur tak hanya mampu menyekolahkan anak hingga sarjana; ia juga memiliki rumah, mobil, tiga motor, dan tahun depan Pak Nur akan naik haji!

Meskipun sudah hidup berkecukupan, Pak Nur masih berdagang keliling sendiri, lho, dengan gerobak mie ayamnya. Luar biasa kan, Kawan Muda?

3. Jangan banyak mengeluh apalagi cepat menyerah atas keadanmu. Selagi tubuhmu masih kuat, berikanlah yang terbaik dan jangan bermalas-malasan saat bekerja

via: bintang.com

Kawan Muda masih ingat Pak Nasrul, seorang fotografer keliling yang sempat viral kisahnya beberapa waktu lalu? Pak Nasrul adalah seorang fotografer keliling asal Solok, Sumatera Barat, yang sudah dua puluh tahun mengadu nasib di Jakarta.

Di era serba modern seperti saat ini, Pak Nasrul tak patah semangat dan masih menawarkan jasa foto keliling. Usianya yang tak lagi muda dan sudah sedikit pikun tak membuatnya berhenti bekerja. Ia bahkan masih kuat melangkahkan kakinya dari satu tempat ke tempat lain, mencari rezeki untuk bertahan hidup di ibu kota.

 

BACA JUGA: Hidup ini wang-sinawang. Saat kamu mikir hidup orang lain enak, mereka yang menjalani belum tentu merasa demikian. Begitu pula sebaliknya!

 

Kisah Pak Nasrul ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa menyerah itu bukanlah pilihan dalam hidup. Jika kita ingin kehidupan yang lebih baik, maka terus bekerja keras dan berhenti bermalas-malasan adalah kunci utama.

Di balik pekerjaan yang kamu miliki, apabila kamu mengerjakannya dengan sepenuh hati, nikmat Tuhan yang melimpah ada di dalamnya.