10 hal yang harus kamu hapus demi memperoleh kebahagiaan hakiki dalam hidup


Kebahagiaan itu diciptakan. Ia bukan serta-merta datang sendiri tanpa adanya campur tangan dari diri kita. Kalau untuk menjadi kaya raya saja ada tutorialnya, tentu menjadi bahagia pun demikian. Ada banyak hal yang terbukti baik untuk kehidupan manusia, namun ada juga hal-hal yang memang terbukti buruk untuk manusia.

Untuk hal-hal yang telah terbukti baik, turun-temurun manusia menyuarakan itu kepada generasinya. Agar generasi selanjutnya tak melahap banyak kesalahan yang dulu pernah dirasakan oleh sesepuh-sesepuhnya. Maka dari itu, mereka semua menyarikan pengalaman hidup mereka dalam bentuk buku-buku, petuah-petuah, dan banyak hal lain, tentang apa-apa yang bisa membuat hidup ini menjadi bahagia. Untuk ini, Kita Muda telah menyajikannya untuk kamu, Kawan Muda. Silakan disimak!

1. Suka membuat alasan.

via: swagger.mx

Jika para motivator di negeri ini memberi label-label pada diri mereka dengan label seperti:

“Motivator No. 1 Indonesia”

Atau,

“Komunikator No. 1 Indonesia.”

Dan seterusnya, harusnya pada saat yang sama juga ada yang melabeli diri mereka dengan,

“Tukang buat alasan No. 1 Indonesia”

 

BACA JUGA: Surat untuk lelaki masa laluku yang sedang berbahagia

 

Karena memang, dalam hidup ini ada orang-orang semacam itu. Orang-orang yang sebanyak apa pun diberi fasilitas, kelonggaran, kesejahteraan, dan hal-hal lain, tetap saja mencari banyak alasan untuk tak menuntaskan kewajibannya.

2. Suka menunda.

Kalau poin pertama di atas Kita Muda menjelaskan tentang orang-orang yang gemar mencari alasan, maka pada poin ini dijelaskan tentang kelanjutannya.

Orang-orang yang gemar mencari alasan, mungkin akan mau mengerjakan sesuatu bila didesak. Namun untuk melakukannya, tentu ia tak langsung serta-merta melakukannya. Ia terlebih dahulu akan mengedepankan langkah-langkah penundaan.

3. Takut untuk membuat target.

via: endmyopia.org

Kemampuan untuk bermimpi adalah hal gratis yang Tuhan anugerahkan kepada manusia. Manusia boleh bermimpi dan membangun rencana tanpa harus membayar. Mereka diperkenankan untuk membuat target-target.

 

BACA JUGA: Pasangan yang bahagia adalah pasangan yang nggak suka pamer kemesraan di Media Sosial

 

Anehnya, tak semua orang berani membuat mimpi mereka sendiri. Padahal, dengan adanya mimpi, langkah-langkah mereka bisa terukur dengan baik. Sehingga, setiap setelah menyelesaikan 1 hal, kepada diri sendiri, mereka selalu bisa menjawab apabila ada pertanyaan: “What’s next?”

4. Berpikir tentang kemarin.

via: experience-it-all.com

Sekuat apa pun kita memikirkan apa yang telah terjadi, sedikit pun kita tak sanggup merubahnya. Yang sudah terjadi, terjadilah. Jangan disesali. Karena yang sudah terjadi, merupakan hasil yang layak engkau peroleh atas upaya-upayamu di hari-hari lalu.

Jelas sekali bahwa menggerutu akan masa lalu hanyalah perbuatan yang membuang-buang waktu. Yang sedikit pun tak akan membawa kita ke mana-kemana. Kecuali menjadi manusia yang hanya menimbun diri dengan banyak penyesalan.

5. Bekerja terlalu keras.

via: sec-ed.co.uk

Bekerja itu baik. Tetapi kalau terlalu keras, jadinya bakal enggak baik juga. Karena itu berarti, engkau sedang menafikan hal-hal lain dalam hidupmu. Seperti berlibur, quality time bersama keluarga, istirahat, dan banyak hal lainnya. Bukankah apa-apa yang berlebihan itu tidak baik?

6. Berpikir dan mencemaskan tentang besok.

via: computerworlduk.com

Merencanakan hari esok itu baik. Menjadikan ketika hari esok tiba, kita telah siap sedia. Yang kurang baik adalah bilamana kita terlalu berpikir dan mencemaskannya.

 

BACA JUGA: Patutnya kamu bersyukur! Ada 7 kebahagiaan yang bisa kamu rasakan punya pasangan pegawai bank

 

Jika Kawan Muda ingin menjadi manusia yang hidup sehidupnya, rencanakanlah hari esok. Namun nikmatilah sepenuhnya hari ini.

7. Merasa iri dan cemburu kepada seseorang.

via: typeset-beta.imgix.net

Sama sekali tak ada untungnya, menjadi orang yang iri dan cemburu. Hanya akan melukai hati. Iri dan cemburu biasanya timbul ketika kita dan orang lain sedang menuju pencapaian yang sama, namun orang lain bergerak lebih dulu. Iri da cemburu adalah pekerjaan yang memangkas usia. Daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal semacam itu, bukankah lebih baik mempersiapkan diri untuk mencapai kualitas tersebut?

8. Menolak jawaban “Tidak!”

Biasanya orang-orang yang tak menerima jawaban “Tidak!” adalah orang yang perfeksionis dan koleris.

 

BACA JUGA: Karena hanya dengan cinta tak bisa bikin kenyang, jadi 9 hal ini harus kamu lakukan agar hubungan bahagia!

 

Bila Kawan Muda adalah orang yang demikian, melunaklah. Karena menjadi orang yang mengharapkan kesempurnaan dengan menolak jawaban “Tidak!” adalah sikap yang membuang-buang waktu.

9. Mengharapkan kesempurnaan dalam menjalin asmara.

via: enkivillage.com

Setiap suatu hal, ada kekurangan dan ada kelebihan. Termasuk dalam menjalin asmara. Jangan pernah menuntut kesempurnaan, karena itu merupakan pekerjaan yang penuh kesia-siaan. Jadilah pribadi sebaik mungkin, agar dipertemukan dengan pasangan yang baik pula. Sehingga mengharapkan hubungan yang sempurna pun menjadi sesuatu yang bisa diupayakan.

10. Mengharapkan kesempurnaan tubuh.

via: hotflick.net

Orang-orang yang mengharapkan kesempurnaan tubuh biasanya akan melakukan segala hal: operasi plastik, fitness siang-malam, sulam alis, tanam rambut, dan banyak lagi.

 

BACA JUGA: 8 Hal yang harus kamu lakukan agar bisa hidup bahagia dan terlepas dari drama

 

Bercita-cita memiliki tubuh yang baik itu boleh. Namun bila terlalu memaksakan, hanya akan menyiksa diri sendiri.