Ketika orang-orang meremehkanmu, meragukan mimpimu, lakukan 7 hal ini aja

Mimpi
Image Credit : insanephilosophers.wordpress.com

Hakikat manusia dalam menjalani kehidupan ialah bertumbuh. Mengejar sesuatu yang belum ia miliki. Baik itu mengejar hal-hal yang berhubungan dengan kualitas diri, finansial, maupun pasangan hidup. Tanpa ada yang dikejar, hidup manusia menjadi seperti tiada makna. Kosong. Itu mengapa manusia sebaiknya memiliki mimpi. Karena dengan mimpi, manusia bisa melakukan aktualisasi diri.

Memiliki mimpi itu masih etape pertama. Mimpi adalah sesuatu yang belum berbentuk, namun sudah ada gambarannya dalam kepala. Kalau dalam sebuah film pernah ada yang bilang “Taruh mimpimu sejauh 5 cm”, namun jarak yang pendek itu tak sependek dalam kenyataannya. Karena untuk mewujudkannya, butuh berjibaku dengan ribuan jam yang di dalamnya berisi tangis, sedih, tawa, keringat, bahagia dan hal-hal lain yang meliputi. Hal lain yang juga selalu menyertai proses meraih mimpi, ialah adanya orang-orang yang gemar mengutuk dan menggonggong di sepanjang perjalanan. Kawan Muda mengalaminya? Coba atasi dengan cara-cara ini:

1. Komunikasikan dengan baik kepada mereka tentang mimpi yang ingin kamu kejar.

via: amysmith.org
via: amysmith.org

Kalau mereka masih sekadar mengutuk dan mencemooh, hal pertama yang perlu kamu lakukan ialah bersabar. Lalu ketika ledekan itu sekiranya cukup menghambat gerakanmu, maka cobalah untuk mengkomunikasikannya dengan mereka. Karena terkadang, jalan agar orang bisa memahami apa yang sedang kamu perjuangkan ialah dengan memberikan pengertian kepadanya.

2. Yakinkan mereka bahwa mimpimu layak diperjuangkan.

via: Topsy.fr
via: Topsy.fr

Menjelaskan kepada mereka juga mungkin belum cukup. Kamu harus meyakinkan kepada mereka bahwa kamu sungguh-sungguh hidup dalam mimpimu. Hidup dalam mimpi di sini berarti: apa pun aktivitas yang Kawan Muda lakukan, isi otakmu selalu dipenuhi dengan cara bagaimana agar mimpi itu bisa terealisasi.

3. Kalau mereka tetap belum mendukung, jangan tanyakan kepada mereka: apa yang harus kamu lakukan supaya mereka mendukung apa yang kamu cita-citakan?

via: ManRepeller.com
via: ManRepeller.com

Pada akhirnya, akan ada yang mendukung atau tidak, orang pertama yang berkewajiban meyakini mimpi dan mewujudkannya melalui perbuatan, adalah diri kamu sendiri. Jadi, jangan pernah bertanya kepada mereka:

“Apa yang harus saya lakukan agar kalian mendukung mimpi-mimpi saya?”

Itu kesannya kayak kamu orangnya lemah banget. Bisa maju kalau ada orang lain yang mendorong. Melempem tatkala orang lain ngendor-ngendorin. Kawan Muda, hanya orang-orang yang hidup dalam mimpimu saja yang akan mendukungmu. Lantas, kalau tiada orang lain yang bisa kamu sadarkan agar bersedia hidup dalam mimpimu, berarti hanya kamu, satu-satunya manusia yang bisa mendukung dirimu sendiri.

4. Semua orang berhak punya mimpi, sesulit apa pun cara untuk mewujudkannya.

via: HeraldSun.com
via: HeraldSun.com

Ya, semua orang berhak memiliki mimpi. Sulit dalam mewujudkannya itu hanya perkara ke-belum-tahu-an dalam memecahkan batu penghambat untuk memasuki goa saja. Percayalah, akan tiba masanya di mana batu penghambat yang digempur berkali-kali itu menjadi hancur, hingga akhirnya kamu berhasil untuk memasuki goa yang sebelumnya tertutup itu.

5. Lakukan langkah-langkah konkret sebagai bukti bahwa kamu serius dengan impianmu.

via: LikeSuccess.com
via: LikeSuccess.com

Diucapkan atau tidak, syarat terwujudnya mimpi adalah dengan dilakukan. Mau ribuan kali berkoar-koar, tapi kalau tak ada tindakan nyata untuk mewujudkannya, maka tak akan terwujud. Tak pernah mengatakan, namun jika gerakannya terus-menerus, ya akan terwujud. Jadi pokok intinya bukan kepada seberapa banyak orang yang tahu. Tetapi seberapa jauh pergerakan proses untuk meraih mimpi tersebut dari hari ke hari.

6. Usahakan untuk terus mencoba mewujudkan mimpi. Kamu tinggal selangkah lagi.

via: Hipwee.com
via: Hipwee.com

Sebagaimana yang Kita Muda paparkan pada poin nomor 4 pada artikel ini. Apabila kamu ingin memasuki sebuah goa, namun ada sebuah batu besar yang menutupinya, maka jika kamu tak kuat untuk mengangkatnya, tugas kamu ialah memecah batu tersebut.

Kalau dari ke hari kamu selalu berupaya untuk memecah batu tersebut, masa sih, enggak akan pecah. Pasti pecah! Cuma, kadang pecahnya sedikit, kadang juga banyak. Namun tak mengapa. Yang penting pecahkan terus dan pecahkan terus. Nanti kan lama-lama jadi hancur lebur.

“Ngomong mah gampang! Praktiknya itu!”

Kamu pengin ngomong gitu ya? Asal kamu tahu, Kawan Muda. Urusan beginian mah solusinya ya gitu-gitu aja. Bahkan sebetulnya kamu tak butuh solusi, kalau sudah tahu bagaimana harus melakukannya, dan apa-apa saja yang perlu dilakukan kala masalah menimpa.

7. Ketika usahamu mulai menampakkan hasilnya, tetaplah rendah hati, tetaplah berbuat baik kepada semua orang. Termasuk mereka yang (pernah) tak mendukungmu.

via: Pinterest.com
via: Pinterest.com

Nah, inilah level tertinggi dari pencapaian sebuah mimpi. Semua yang kamu peroleh itu tak ada artinya, kalau lantas kamu bersikap sombong. Kalau sampai harta bisa merubahmu yang semula rendah hati menjadi sombong, itu berarti sikap rendah hatimu bisa dengan mudah ditaklukkan dengan harta. Namun, jika sebanyak apa pun hartamu sedikit pun tak akan merubahmu menjadi lebih buruk, malah bahkan lebih baik, itu berarti kamu meletakkan harta hanya di tanganmu. Bukan di hatimu.