Generasi emas, generasi muda

anak-muda
Image Credit : thepresidentpostindonesia.com

Anggap kehidupan kita melalui 6 titik. Jarak masing-masing ialah 10 tahun. Berada dititik manakah kamu sekarang? Satu ke dua? Atau tiga ke empat?

Sudah merasa jauhkah perjalanan mu?

Apakah yakin bahwa tiap diantara kita masing-msing diberi 6 titik atau berada diusia 60 tahun?

Bisa jadi, jatah kita hanya berada di titik ke 2, alias hidup kita hanya sampai sekitar umur 20an. Apakah itu hal yang mustahil?

Tentu tidak, kawan.

Coba kalian ingat lagi, berapa kawan seperjuanganmu yang meninggalkan dunia ini sebelum ia merasakan usia seperti mu sekarang.

Sangat belia,bukan?

Sang Kuasa memiliki “misteri”Nya dalam setiap hari kita. Lantas, hal berguna apa yang sudah kita lakukan? Kita sedang dalam perjalanan!

Kita tidak tahu, kapan akan habis masanya, kapan waktu kita untuk berjuang akan selesai.

Masih mau membiarkan masa mudamu dengan hanya bersantai, duduk diam mengamati terus keadaan sekitar, tidak memanfaatkan waktu dan kesempatan yang dengan cuma-cuma diberikan?

Mari bergerak! Ingat masa mudamu hanya cuma kali ini.

Mereka bilang anak kecil memiliki masa emasnya. Begitupun kita, generasi muda. Sekarang lah saatnya, mengembangkan sayap kita di masa emas versi masa muda. Kita sekarang berada di titik kedua menuju ketiga. Bayangkan betapa banyaknya hal yang kita sia-siakan sehingga waktu tak terasa mengantarkan kita ke titik selanjutnya.

Terasa waktu terus berjalan tanpa ada perubahan yang berarti. Lekaslah buang rasa malu dan pikiran masa lalumu. Mari kita bergerak bersama. Membuat sebuah perubahan untuuk diri sendiri dan akan berpengaruh untuk disekitar kita.

Jangan ragu untuk melanglah. Jangan takut. Tidak akan pernah ada kesempurnaan yang bisa kamu dapatkan. Tidak ada. Karena pada hakikatnya, hidup merupakan proses belajar.

Sehebat apapun kamu dalam sebuah bidang, tidak akan pernah habis masa belajarmu. Sedalam apapun kamu tampung sebuah ilmu, tidak akan pernah bisa segala aspek kamu pahami dengan baik dan benar. Lantas, jangan pernah berpuas diri.

Ketika hari ini kamu membaca tulisan ini, merupakan sebuah proses belajar. Belajar untuk kembali memikirkan tujuan hidup dan memikirkan apa yang telah kamu lakukan selama kamu hidup.

Sukseslah semuda mungkin. Apalagi yang kini kamu tunggu?

Sudahlah jangan terlalu termakan waktu mudamu. Memang banyak juga yang berpendapat, mumpung masih muda, ya lakukan saja semaunya. Apa kamu berfikir seperti itu juga?

Lantas jika masa mudamu kamu lakukan semaumu, bagaimana dengan masa tuamu? Kamu sudah tidak dapat melakukan semaumu. Akan ada banyak hal yang menghambatmu. Kamu akan lebih mudah lelah, atau mungkin fikiranmu hanya terfokus pada kabar cucu-cucumu kelak, bukan lagi pada keadaanmu.

Lalu, kapan kamu akan berguna? Masa muda sudah tidak dapat diulang.

Sekarang, mari coba kita berfikir, jika masa mudamu kamu lakukan dengan sebaik-baiknya. Yang dipikiranmu hanyalah membahagiakan kedua orang tua, mengembangkan terus kemampuanmu pada sebuah bidang, memperluas relasi dalam lingkup yang positif. Bayangkan bagaimana damai nya masa tuamu kelak. Hidup mu telah kamu gunakan sebaik-baiknya. Kesempatan emas itu tidak kamu buang percuma.

Lakukanlah hal positif untuk mengisi masa mudamu. Lihatlah potensi diri yang kamu punya. Tidak usah berfikir untuk membuang rasa malas, intinya jalani saja. Kelak ketika sudah jauh kamu berjalan, kamu lupa bahwa malas itu perlahan telah menghilang.

Jika kamu mendapatkan sebuah tugas yang berat, yang menurutmu kamu tidak bisa melakukannya, pikirkanlah satu hal, “Ini akan selesai, saya ingin ini cepat selesai. Dan akan selesai, jika saya kerjakan.”

Tanamkan hal itu pada pikiranmu. Gunakan kata “Jika saya ingin … Maka saya harus …

Kelak kamu akan terfokus pada apa yang kamu inginkan, dan hanya tinggal menjalankan apa yang harus kamu lalui. Jalani dengan hati yang lapang.

Lekas habiskan seluruh jatah gagalmu diusia mudamu. Lekas mengambil sebuah langkah pilihan. Lekas mulai bergerak. Lekas buang semua rasa malu dan ragu. Karena kita semua tidak tahu kapan waktu kita akan habis.

Kita bergerak bersama. Kita berjuang bersama. Generasi emas, generasi muda.