Sebuah perspektif tentang kegagalan

Percayalah, Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Sesudah kesulitan pasti akan ada kemudahan.

sedih
Image Credit : 99pcwallpapers.com

Dalam hidup, adalah wajar jika terdapat beberapa keinginan kita yang tidak terpenuhi. Sedih, kecewa, patah hati, pasti pernah datang menghampiri. Lantas apa yang harus kita lakukan? Terpuruk, marah, protes, frustasi, merasa ini tidak adil? Selemah itukah kita?

Wahai Kawan Muda yang sedang remuk hatinya,,

Tak usahlah kau meratapi kegagalanmu. Tak perlu kau sesali kerasnya usahamu. Terlebih jika kau menggerutu pada nasib. Apakah kau lupa tentang janjimu pada dirimu sendiri? Bukankah kau bertekad untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Dan kau tentu sangat memahami bahwa untuk menjadi sosok yang lebih baik, kau harus banyak belajar. Namun apakah cukup dengan belajar maka otomatis kau telah menjadi lebih baik? Tentu saja tidak. Harus ada sesuatu yang mampu membuktikan bahwa kamu telah naik level. Harus ada tolok ukur yang dapat menggambarkan bahwa kamu memang sedang berprogres.

Lantas dengan apa? Hanya dengan ujian semua itu bisa dibuktikan. Jika untuk naik kelas saja kamu harus melalui midterm dan ujian akhir semester, apalagi jika ingin menjadi pribadi yang lebih baik? Hal itu tentunya jauh lebih kompleks dibandingkan sekedar naik kelas. Ujian macam apakah yang membuatmu naik  level? Jawabannya seperti apa yang sedang kau alami saat ini. Sebuah ujian tentang hal yang tidak sejalan dengan keinginanmu. Tentang hal yang sudah mati-matian kamu upayakan namun ternyata meleset juga.

Sudahlah, jangan menangis. Ini memang perih. Terlebih jika mengingat seberapa besar peluhmu selama ini. Namun ingatlah, ini adalah ujian. Ini sudah menjadi bagian dari rencana-Nya. Sehelai daun yang jatuh ke tanah pun sudah ditentukan kapan, sebab musabab dan di bagian mana ia akan jatuh. Namun ia tak pernah menyalahkan angin. Pun demikian dirimu. Apakah kau mau menyalahkan orang lain? Apakah kau mau menyalahkan Tuhan?

Sejatinya kau hanya perlu menyadari bahwa ini semua adalah ujian. Berbahagialah, ini adalah ujian. Bukan hukuman. Sebagaimana hakekat ujian, jika engkau berhasil melampauinya maka engkau akan naik  tingkat. Maka PRmu adalah mencari cara untuk lulus. Banyak hal yang bisa kau jadikan senjata untuk menghadapi ujian kegagalan ini. Ingatlah saat kau belajar dari pengalaman orang lain dan quote-quote yang sering membuatmu takjub. Bukankah pada intinya kau hanya membutuhkan kesabaran, keyakinan, keikhlasan, serta introspeksi diri?

Cuma empat poin saja. Namun akupun sepakat bahwa 4 poin tersebut tidak sesimpel kelihatannya. Menjalankan satu poin saja sulitnya minta ampun apalagi semuanya. Walaupun demikian, tidak ada yang memaksamu untuk mengerjakan keempat-empatnya secara bersamaan. Perlahan saja, tak perlu terburu-buru. Waktupun tentu tak keberatan untuk menunggu.

Percayalah, Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Sesudah kesulitan pasti akan ada kemudahan. Badai pasti berlalu. Suatu saat nanti, kau akan sembuh dari segala rasa tidak menyenangkan ini. Dan tahukah kamu, jika kau berhasil melalui ini semua, banyak kejutan menanti di ujung sana. Tentu saja bukan kejutan yang membuatmu terkena serangan jantung, melainkan kejutan yang mampu menenggelamkanmu dalam tangis kebahagiaan. Kau pasti mau bukan?

Maka dari itu marilah bangkit. Angkat wajahmu dan mari berbenah diri. Lapangkan hatimu untuk menerima setiap ketentuan-Nya. Tunjukkan pada Tuhan bahwa kau mampu lulus. Yakinkan Dia bahwa kau layak mendapatkan reward.

Terkadang hal yang tidak kau ingini justeru merupakan hal yang paling baik untukmu. Kita boleh berecana,namun Tuhan adalah sebaik-baik perencana. Tetaplah berprasangka baik pada-Nya. Kelak, kau akan mensyukuri setiap inchi kegagalan yang kini kau alami.

 

Image credit : 99pcwallpapers.com