Menyerah bukan pilihan, saya menolak untuk menyerah!

menyerah
Image Credit : Merdeka.com

Menyerah adalah sebuah kata yang harusnya kita hindari, karna menyerah sama halnya kita berhenti mengerjakan sesuatu. Kita tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, maka teruslah berlari mengejar itu semua.

Ketika kejenuhan dan kebosanan mulai datang, di saat itu menyerah adalah satu-satunya pilihan. Sebagai anak muda yang kuat tidak seharusnya cepat untuk menyerah. Ada hal yang bisa membuat kita menolak untuk menyerah yaitu dengan hal-hal yang menyentuh sampai ke dalam lubuk hati.

Mengingat seberapa besar impian yang harus segera diwujudkan.

Mereka adalah tipe pemimpi
Foto : kickofjoy.com

Impian merupakan tujuan dalam hidup, tidak ada impian berarti hidup ini hampa. Impian merupakan hal yang membuat kita terus bekerja, terus hidup bukan hanya sekedar hidup tapi tentunya harus berjuang dan berkorban. Impian membuat kita bisa melakukan apa saja, bahkan hal yang mungkin sangat sulit, hal yang tidak seharusnya dilakukan, bahkan hal yang tidak kita sukai. Tetapi, demi sebuah impian kita bisa menjadi orang yang optimis walau keadaaan sangat kritis. Maka dari itu dengan selalu mengingat impian kita tidak akan mengenal kata menyerah. Karna akan sangat salah jika memiliki impian tetapi tak diwujudkan, dan akan semakin salah jika harus ditunda-tunda.

Waktu yang terus maju, tak pernah mundur apalagi berhenti.

waktu
Foto : serambiminang.com

Kita mempunyai tenggang waktu di dalam hidup ini. Dan tidak ada yang tahu kapan waktu itu akan tiba. Siapa yang duluan meninggalkan ataupun ditinggalkan. Karna itu sebagai anak muda yang kuat, sudah seharusnya menghargai waktu yang ada. Waktu memang tidak bisa membuat orang kaya, tetapi jika dimanfaatkan dengan baik justru waktu yang akan memperkaya kita. Jadilah generasi muda yang selalu memanfaatkan waktu. Karna orang sukses adalah orang yang bisa mengatur waktunya dengan baik. Jadi seketika kata menyerah muncul, ingat kembali pada waktu yang ada, apakah waktu yang tersisa masih bisa untuk mewujudkan impian.

Kesehatan bukan segalanya, tetapi jika tak sehat segalanya menjadi tak berarti.

via: www.stylecraze.com
via: www.stylecraze.com

Pernah merasakan sakit tentunya sebagai manusia normal. Seperti sakit ringan atau sakit keras. Kita terkadang tidak tahu rasa sakit bisa kadang kapan saja. Walau makanan dan kondisi dijaga ketat tetapi siapa sangka musibah datang seperti halnya kecelakaan dan sebagainya. Untuk itu jangan pernah menunda-nunda sebuah impian, apalagi menyerah untuk mewujudkannya.

Alasan terbesar lebih dari sebuah impian, orangtua dan keluarga yang ingin dibahagiakan.

wisuda-bersama-orang-tua
Foto : muhdhito.me

Di saat mulai jenuh, menyerah bukan sebuah pilihan lagi ketika kita memiliki alasan terbesar untuk sukses. Untuk siapa kita bekerja, dan kenapa kita mau melakukan hal ini semua demi kesuksesan. Dan motivasi terbesar itu datang dari hadirnya sebuah keluarga, kedua orangtua yang sedang menanti kesuksesan kita. Mau sampai kapan kita menyusahkan mereka, merepotkan mereka. Segalanya semakin mahal dan kita tak mungkin selalu mengharapkan pemberian dari mereka. Semakin sadar jika mau hidup enak jalan satu-satunya dengan bekerja lebih keras dan menolak untuk menyerah.

Change your friend, change your income.

bicara di kantor
Foto : www.quietrev.com

Berteman dengan siapa saja memang tak ada larangan, tapi tak ada salahnya jika lebih memilih teman-teman yang mau juga berjuang dalam hidup. Bukan hanya sekedar teman di saat senang, teman tertawa, teman yang ada di saat kebahagian kita saja. Karna itu carilah teman yang mengerti arti hidup sebenarnya, memahami sebuah proses perjuangan, mau berkorban bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi tenaga, waktu dam lain sebagainya. Seperti kalimat yang sering kita degar, berteman dengan penjual parfum maka kita akan ikutan wangi juga. Begitu juga dengan sebuah kesuksesan, jika kita berteman dengan orang-orang yang memahami arti sukses, kita akan menjadi orang yang demikian. Dan memiliki teman yang mudah putus asa, maka kita juga akan seperti itu. Maka dari itu carilah teman yang optimis, teman yang tidak pernah menyerah apapun risiko yang datang.

Ketika ada kalimat “aku menyerah” maka ganti kalimat tersebut dengan “aku tidak bisa menyerah.” Tidak sulit menjadi orang yang optimis, yang lebih sulit nantinya ketika kita menyerah. Karna menyerah sama dengan menerima kegagalan. Gagal itu tak mengapa, semakin banyak kegagalan maka semakin banyak belajar, bukan harus menyerah pilihan satu-satunya. Tetapi evaluasi diri lagi, belajar lagi dan mulai kerjakan lagi.

Sukses ada di genggaman setiap tangan kita, tinggal bagaimana kita memperjuangkan itu semua. Mau mencoba terus sampai berhasil atau berhenti. Karna Tuhan tak pernah menuntut kita jadi orang yag berhasil, Dia hanya menyuruh kita untuk terus berusaha. Usaha yang nyata pastinya akan mendekati keberhasilan cepat atau lambat. Semua tergantung pada kita, tetap optimis dan terus berusaha atau menyerah. Tetapi, saya menolak untuk menyerah. Karna menyerah bukan pilihan.