Jika kau tak punya apa-apa, maka menulislah

menulis
Image Credit : biographywritingservices.com

Menulis merupakan kegitan sederhana namun memiliki efek yang luar biasa. Banyak orang menjadi besar karena menulis, banyak quote atau pepatah bijak tentang menulis. Jika membahas bagaimana teori menulis, maka ucapan saya tadi bahwa menulis adalah kegiatan sederhana itu bulshit, lagi pula tak akan cukup satu lembar untuk membahas teori menulis disini. Mari lupakan teknik lupakan teori, mulailah menulis, menulis saja, menulis apapun, dan menulis terus. Karena teori dan teknik hanya omong kosong jika tanpa aksi nyata. Oke, terserah apapun sebutan untuk tulisan ini, artikel, esai, atau pun cerpen,yang saya tahu saya sedang menulis, maka ditulisan ini saya hanya ingin sedikit bercerita.

Saya seorang pelupa juga pemalas, jangankan untuk menulis, untuk baca pun saya enggan. Saya tak punya kemampuan apa-apa selain begadang, minta duit, nongkrong dan tidur, hanya remaja sewajarnya remaja yang bingung nanti kalau gede mau jadi apa? Hingga sampai dititik dimana saya risau dengan keadaan saya, saya iri melihat teman-teman saya yang bisa angkat piala dari beragam kategori juara.

Pada suatu saat saya memutuskan untuk membuat blog, saya menulis apapun dan bercerita di blog. Saya kecanduan ngeblog, di kala anak-anak lain disibukkan dengan game online. Saya ngeblog di warnet, karena orang tua gak bisa membelikan laptop/komputer. Tiap ada waktu kosong saya dan teman-teman pergi kewarnet, dan hanya saya yang pergi kewarnet dengan tujuan ngeblog. Ya, saya berbeda dengan yang lain , bukan karena saya ingin disebut anti mainstream, tapi karena memang saya nyaman dengan apa yang saya lakukan itu. Namun saya sadar jika saya hidup di zaman dimana semua orang harus berpikir sama, jika berbeda ya dicela.

Kegiatan yang biasa saya lakukan diwarnet, ngeblog, menulis, belajar mendesign template, dan sharing dengan blogger lain di social media, dengan dikelilingi teriakan teman-teman yang sedang bermain game online.

Dua tahun saya melakukan kegitan itu, mungkin dalam segi materi lebih banyak mengeluarkan daripada mendapatkan. Namun dalam hal ilmu atau pengetahuan, banyak sekali yang saya dapatkan dari kegiatan itu, karena kebiasan mengunjungi blog orang dan membaca tulisan-tulisan mereka dari sudut pandang yang beragam. Semakin banyak saya membaca maka semakin mudah saya menulis, kini saya tau kenapa dulu saya terasa susah untuk menulis, ya mungkin karena saya jarang membaca.

Pada saat blog saya banyak pengunjung, ada beberapa orang yang menyuruh saya untuk nyari uang diblog dengan memasang iklan diblog, tapi saya gak tega template yang saya design susah payah harus dikelilingi kedap kedip iklan. Mengingat tujuan awal dulu bikin blog adalah untuk belajar menulis, mungkin saya nyari uang pun bisa dengan cara itu. Akhirnya mencoba mengikuti berbagai perlombaan menulis blog, beberapa kali kalah, tapi tak menghentikan semangat saya untuk menulis lagi dan ikut lagi, karena sering kalah, saya sadar tulisan saya seperti apa, dan itu yang membentuk saya untuk terus belajar, sampai dititik dimana setiap perlombaan ekspektasi saya hanya ikut memeriahkan bukan jadi juara untuk mendapatkan hadiah.

Saya percaya proses tak akan menghianati hasil. Satu waktu saya meraih juara pertama lomba menulis blog dijakarta yang diselenggaraka Polantas Jakarta, dengan hadiah yang jauh lebih besar dari lomba-lomba sebelumnya. Pada saat itu  saya bangga pada diri sendiri, bisa menunjukan pada orang tua kalau saya pun memiliki kemampuan, ngasih tau pada mereka kalau apa yang saya kerjakan juga bisa menghasilkan. Disitulah penghasilan lain pun berdatangan, dari mulai menulis, sampai mendesign template. Mungkin saya hanya bagian kecil dari banyaknya orang-orang yang merasa diuntungkan karena menulis. Menulis tak butuh modal banyak, hanya butuh niat dan keinginan.

Di akhir tulisan ini saya tidak akan memberimu quote atau kata-kata bijak tetang menulis, saya hanya ingin membuat pengakuan tentang diri saya:

“Saya bukan siapa-siapa, juga tak punya apa-apa, lantas apa yang harus saya sisakan kelak untuk mereka jika bukan kata-kata, dan oleh karena saya pelupa, maka akan saya tulis sebelum kelak saya lupa.”

Jadi, jika kamu adalah orang seperti saya, maka menulislah.