Tentukan formula suksesmu sedari sekarang

sukses
Image Credit : www.foodnetwork.com

Sukses? apa yang ada di benakmu memandang sebuah kesuksesan? Sukses meraih kesejahteraan finansial dengan memiliki harta yang banyak. Sukses akademik dengan banyak prestasi, ipk tinggi, banyak penelitian dan ikut konferensi. Atau sukses sosial, mengikuti banyak kegiatan sosial dan menjadi relawan. Atau bahkan jadi orang yang sukses religius dengan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atau kau punya pandangan sukses lainnya.

Seperti hal nya Robert T Kiyosaki seorang ahli pendidikan finansial memilih jalan sebagai orang yang sukses secara finansial. Perdebatan dengan ayahnya yang seorang ahli pendidikan cerdas tapi miskin finansial membuatnya merasa percuma pendidikan tinggi kalo miskin. Setelah dewasa ia sukses secara finansial meski pendidikan tak sehebat ayahnya. Tetapi ia melihat kebahagiaan Ayahnya ketika berhasil meningkatkan pendidikan di daerahnya. Akhirnya dia menyadari, kesuksesan baginya adalah merdeka secara finansial, sementara bagi ayahnya kesuksesan adalah pencapain akademik yang tinggi. Tidak ada yang salah pada keduanya, mereka hanya berbeda pandangan.

Kita juga banyak melihat teman-teman, orang-orang sekitar kita sangat berbahagia melihat kesuksesannya menjadi relawan, membantu sesama. Banyak waktu yang dihabiskan, keluarga dan teman ditinggalkan, harta yang dikeluarkan untuk membantu orang lain. Kita juga melihat orang-orang yang sangat mengabdi kepada agamanya. Tapi  ada juga diantara kita yang merasa sukses ketika dia dapat bekerja sesuai passion meski gaji atau penghasilan tak seberapa namun menurutnya itu sudah cukup. Sukses kan.

Kata orang, sukses itu akan lebih bermakna ketika dicapai ketika usia muda atau dini. Wah pasti sudah dengar kan anak-anak yang belum baligh aja sudah punya penghasilan tinggi, prestasi yang banyak, atau sebagainya. Pasti kamu juga sudah mendengar istilah sukses sebelum usia 30 tahun, tapi ada juga kok yang baru (merasa) mencapai kesuksesan pada usia senja.

Jadi apa sih sukses itu? Sukses itu kita dapat mencapai apa yang kita inginkan dan berbahagia atas pencapaian itu, ya kalo ga bahagia buat apa banyak uang banyak prestasi? Nah, bagaimana kita mencapai kesuksesan sebenarnya? Yuk kita buat.

1. Buatlah definisi suksesmu.

Bisnis
Foto : business2hungary.com

Seperti yang sudah kita ketahui sukses itu mencapai apa yang kita inginkan dan berbahagia atas pencapaian tersebut. Tentunya hal itu harus lebih diperjelas lagi, sukses  sebagai apa, sukses yang bagaimana, apa keinginanmu? Sekarang buatlah dengan detil dan jelas apa keinginanmu, apa yang kamu impikan, apa yang hendak kamu capai.

2. Buatlah indikator.

sukses
Foto : lingualinkdc.net

Sukses secara finansial, oke baiklah. Bagimu suskes finansial kamu harus punya gaji berapa, berapa penghasilanmu perbulan, berapa banyak harta yang kamu  miliki. Tentukan sekarang, saya A akan memiliki penghasilan 10 juta perbulan, saya B akan memiliki rumah sendiri pada usia 28 tahun atau lainnya yang kau definisikan sebagai kesejahteraan finansial. Buatlah indikator pelan-pelan jangan terlalu tinggi. Sedikit-sedikit saja dosisnya. Jika tahun ini kamu memiliki indikator kesuksesan akademik memiliki 2 prestasi tingkat kabupaten, maka kau naikkan indikatornya untuk tahun depan menjadi 2 prestasi tingkat provinsi. Buatlah juga standar suksesmu itu berpatokan pada usia atau pencapaian atau pada keduanya.

3. Buatlah formula suksesmu.

masalah
Foto : www.wisdomtimes.com

Buat definisi sukses sudah, buat indikator juga sudah, ya sudah ayo kita buat formula suksesnya. W+I+A=RS, W= want (keinginan) apa yang hendak kamu capai, I= Indicator (indikator) standar kesuksesan yang sudah kamu buat, A=Action (Aksi) kegiatan untuk mencapainya, RS= Real Success (Kesuksesan yang nyata). Jangan lupa dicatat.

4. Bersyukurlah dan berbahagialah.

bersyukur
Foto : begy.blogspot.com

Wow kamu sudah membuat formulanya, pastinya sudah mulai dong jalan kesuksesanmu. Sekarang untuk melengkapinya dan kesuksesan itu benar-banar nyata saatnya kamu bersyukur dan berbahagialah.

Boleh jadi kesuksesanmu tak sama dengan orang lain, boleh jadi kesuksesanmu tak secepat ataupun selambat orang lain. Percayalah, yakinlah kamu sudah ditakdirkan sukses. Kesuksesan itu milikmu. Aku tunggu ya kabar suksesmu.