10 soft skill yang wajib kamu miliki di luar teori perkuliahan

bekerja
Image Credit : www.fastcompany.com

Hidup ini terus melaju, mungkin sekarang kamu masih berkutat dengan materi perkuliahan yang bikin pusing. Kelak setelah semua terlewati, kamu juga akan merasakan gimana susahnya cari kerja dan hidup dalam ketidakpastian.

Masa transisi setelah wisuda ke cari pekerjaan adalah masa yang complicated, nggak bisa tergambarkan. Di masa itu, kamu akan merasa bukan siapa-siapa dan seolah nggak punya skill apapun. Yang ada Cuma ijazah dan harapan. Harapan bahwa ijazahmu akan berhasil dipinang oleh perusahaan besar.

Sedih sih tapi gimana lagi?

Solusinya biar nggak sedih-sedih amat. Sebelum lulus kuliah, paling nggak kamu harus punya 10 soft skill yang harus kamu bangun demi kelancaran masa depanmu.

1. Keahlian untuk jadi diri sendiri.

via: scheierassociates.com
via: scheierassociates.com

Ketahuilah bahwa orang yang memiliki percaya diri tinggi dengan apa yang dimilikinya, akan lebih mudah menarik perhatian daripada yang sekadar ikut-ikutan tren.

Kamu bisa mulai dengan memperhatikan penampilanmu. Dari yang awalnya terlalu cuek, mulailah touch up, karena sedikit banyak, penampilan yang berkesan itu mudah diingat oleh orang lain. Dan itu dapat mempengaruhi lingkungan sosialmu.

2. Keahlian untuk negosiasi, tunjukkan bahwa kamu ahli dalam tawar menawar.

via: www.ivyexec.com
via: www.ivyexec.com

Meskipun tawar menawar identik dengan ibu-ibu di pasar, tapi jangan salah loh, justru itu merupakan salah satu soft skill yang hendaknya kamu dalami. Dengan menawar, kamu nggak hanya belajar berkompromi tapi juga melatih kepercayaan diri dan keyakinan. Berusaha mempengaruhi orang lain dengan apa yang kamu tawarkan. Contoh simpelnya, seperti kamu menyetorkan judul skripsi kepada dosen pembimbing. Kalau di ACC, berarti kamu tergolong orang yang berbakat dalam negosiasi.

3. Kemampuan mencairkan suasana di lingkungan baru.

via: acieap.wordpress.com
via: acieap.wordpress.com

Skill ini nggak ada dalam mata kuliah manapun, tapi lebih kepada sikapmu di tengah-tengah lingkungan baru. Akan sangat mudah bagimu kalau kamu adalah tipe anak yang humble dan gampang bergaul. Kemampuan ini nggak hanya mempermudah dalam presentasi di perkuliahan tapi juga waktu melakukan interview kerja.

4. Kemampuan untuk mengontrol emosi. Karena yang tempramen nggak layak duduk di posisi pemimpin!

via: www.activefamilymag.com
via: www.activefamilymag.com

Menjadi pribadi yang bisa mengendalikan emosi saat dirundung masalah adalah orang yang paling dicari di perusahaan besar. Mereka dicari untuk menggantikan posisi pemimpin. Kenapa bisa begitu? Pribadi yang mudah berkepala dingin cenderung mampu diajak kompromi dan menyikapi masalah dengan bijak.

5. Jangan anggap remeh orang yang suka main sosmed. Dia punya potensi untuk mengembangkan bisnis online.

via: americanpillo.com
via: americanpillo.com

Sekarang eranya serba online, sadar atau nggak banyak perusahaan yang membutuhkan social media management untuk perluasan jaringan. Kalau kamu salah satu orang yang gila sosmed dan suka mainan caption di instagram, tentu ini bisa jadi peluang. Barang kali kamu memang berpotensi berbisnis online. Entah content writer, social media officer atau buka online shop.

6. Keahlian melawak, sebab orang yang humoris biasanya lebih greget diajak kerjasama daripada yang over serius.

via: viralscape.com
via: viralscape.com

Bayangkan jika semua karyawan dalam satu kantor tak saling sapa hanya karena mereka serius dalam bekerja. Nggak Cuma garing tapi bikin nggak betah untuk berinovasi dan mengajak kerjasama. Semakin hari, perusahaan juga menyadari kondisi ini dan mulai merombak sistem organisasinya. Mengisi satu atau dua karyawan yang humoris bisa jadi solusi pas untuk mencairkan suasana kantor dan tentunya bisa bikin klien lebih betah ‘ngobrol’ perihal kerjasama. Saling menguntungkan bukan?

7. Jago dalam hal berpenampilan. Karena penampilan adalah hal pertama yang dinilai orang lain.

via: m.goliath.com
via: m.goliath.com

Jangan modal ijazah dan otak aja, kalau penampilanmu nggak kece hasilnya akan seret juga. Mungkin terdengar dangkal, tapi memang begitu kenyataannya. Perusahaan terkadang lebih memprioritaskan orang berjas rapi daripada yang menggunakan kaos oblong dengan jeans kekinian.

Alasannya sederhana, ketika orang tersebut peduli dengan apa yang melekat di tubuhnya, dia nggak akan sulit untuk memedulikan orang lain.

8. Asah kemampuan mendengarmu. Selain bisa tambah wawasan, bikin orang lain gampang nyaman.

via: www.fluentin3months.com
via: www.fluentin3months.com

Kamu lemah dalam hal bicara nggak masalah, selama kamu mengasah skill mendengarmu maka orang lain lebih mudah nyaman bersama denganmu. Banyak keuntungan yang bisa didapat, kamu bisa jadi orang yang dipercaya sebagai tempat curhat sampai terhindar dari pengaruh negatif masalah perusahaan. Keuntungan lain? Bisa menambah wawasanmu karena banyak mendengar cerita orang-orang sekitar.

9. Berbicara juga salah satu soft skill yang harus kamu miliki untuk berbaur di lingkungan kerja.

via: www.sekolahinggris.com
via: www.sekolahinggris.com

Kebalikan dengan poin sebelumnya, jika kamu emang suka ngobrol dan cerewet abis. Jangan remehkan kemampuanmu justru itu bisa jadi modal utama keterima kerja. Meski terdengar cerewet dan banyak omong, tapi hobi bicara atau berceritamu ini bisa membawamu ke posisi-posisi vital perusahaan seperti public relation atau marketing.

10. Keahlian memotivasi. Kalau kamu canggih dalam hal ini, kamu berpotensi jadi konsultan handal!

via: career-intelligence.com
via: career-intelligence.com

Orang yang memiliki keahlian dalam menilai sesuatu dengan memberikan saran dan kritikan yang membangun, tentu akan mudah didaulat sebagai penasihat pribadi. Mereka biasanya jeli dalam melihat sesuatu dibanding dengan orang lain. Kemampuan ini cocok banget jadi konsultan, apalagi kalau masalah fashion, wah bisa jadi konsultan fashion, bahkan konsultan bisnis.