Kata siapa jadi karyawan gak bisa kaya? Menjadi karyawan di 8 industri ini bisa bikin kamu berlimpah harta!

Image Credit : tech.co

Maraknya motivator-motivator abal-abal belakangan ini membuat segala sesuatu menjadi tampak terburu-buru. Tidak melewati proses dengan baik. Baru sebentar mengurus bisnis, sudah melabeli dirinya sebagai “coach” di bidang bisnis. Sistem perusahaan belum begitu matang, sudah membuka franchise. Tak jarang, ketika seminar, mereka paling suka mendiskreditkan karyawan. Menganggap bahwa karyawan sebagai robot tanpa otak.

BACA JUGA : Tanda-tanda kalau kamu sudah mencintai pekerjaan. Selamat bermasa depan cerah!

Padahal hey padahal, bukankah hidup ini saling melengkapi? Bagaimana kalau seluruh karyawan di muka bumi tersinggung dan memaparkannya kepada khalayak sesama karyawan agar jangan bekerja di perusahaannya? Bisa berabe kan?

Sejatinya, semua dari kita adalah karyawan. Karyawan sungguhan, bosnya ialah pemimpin perusahaannya. Freelancer, bosnya ialah klien. Lalu bosnya pengusaha adalah konsumen. Apakah setelah menjadi pengusaha, lantas membuat orang menjadi kaya raya? Tidak! Banyak pengusaha yang dari dulu miskin, dan sekarang masih juga. Cuma kurang diekspose saja. Apakah dengan memutuskan untuk menjadi karyawan, seseorang lantas hidup miskin? Tidak juga. Banyak kok karyawan yang kaya raya. Seperti karyawan di 8 industri yang akan Kita Muda sebutkan di bawah ini:

1. Terjun di industri kesehatan sungguh menjanjikan. Penghasilan bulananmu bahkan bisa dihitung dari berapa jumlah pasien yang datang setiap hari.

fisioterapis
Foto : www.rumahsehatterpadu.or.id

Nikmatnya menjadi dokter. Kerja di rumah sakit sudah dibayar. Buka praktik di rumah dibayar juga. Belum lagi kalau ada perusahaan obat tertentu yang melobi ingin menjadi penyetok obat di apotek rumah sakit. Kan, harus ngasih ‘salam tempel’ ke dokter biar dapat tender. Bagaimana tidak banyak coba, pemasukan bulanannya?

Kalau Kawan Muda pernah tahu fisioterapis, pasti akan ngiler kalau tahu penghasilannya. Apalagi profesi ini masih terbilang langka. Anggap saja sehari ada 5 pasien. Kalau per pasien dimintai Rp 75 – 100ribu, maka paling tidak Rp 10 juta bisa masuk ke kantong setiap bulan.

2. Sarjana yang galau kadang iri, melihat anak lulusan SMK yang jadi karyawan di perusahaan elektronik, karena mereka bisa mengantongi gaji 4-5 juta/bulan.

pegawai-elektro
Foto : m.tempo.co

“Berani kotor itu baik,” nasihat sebuah iklan detergent. Itu memang benar adanya.

Kebiasaan berada di tempat-tempat bersih, membuat sarjana merasa gengsi jika harus bekerja kotor. “Gaji sedikit tak mengapa, yang penting dari rumah bisa berangkat dengan rapi, dan pekerjaannya bersih.” Begitu kurang lebih, kalau kelakuannya dibedah.

Berbeda dengan anak-anak lulusan SMK, terutama lulusan elektro, yang bersedia bekerja sedikit kasar, selama gajinya tinggi. “Sekitar 4 sampai 5 juta, lah. Nanti kan, kalau kita berkembang, jabatan dan gaji bisa naik, seiring perkembangan,” demikian menurut salah seorang karyawan elektronik di sebuah perusahaan.

3. Bekerja di industri kelautan menjadikan sumber ekonomi negara yang menjanjikan. Termasuk, bagi karyawan.

kelautan
Foto : satumaluku.com

Berdasarkan data dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institute Pertanian Bogor (PKSPL-IPB) (2003), industri kelautan terbagi ke dalam beberapa sektor, di antaranya: perikanan, pariwisata bahari, pertambangan dan energi kelautan, industri maritim, transportasi laut, bangunan kelautan, serta jasa kelautan. Dan asal Kawan Muda tahu, ternyata pada tahun lalu industri kelautan dan perikanan tanah air tumbuh 8, 37 persen. Sungguh, kabar gembira untuk kita semua. Banyaknya sektor yang ada, serta pertumbuhan yang terjadi, tentu tidak lepas dari kebutuhan industri tersebut akan SDM yang ada. Salah satu profesi dalam industri ini yang bergaji besar adalah insinyur kelautan yang notabene berisi para sarjana teknik kelautan. Dalam sebulan, mereka yang masuk kategori junior engineer, setidaknya bisa mengantongi Rp 5 juta sampai Rp 10 juta per bulan. Dahsyat, bukan? Tentu, sekarang kamu berhak mengucap ‘dahsyat’ tanpa harus ikut seminar-seminar itu.

4. Kuliah di pertambangan, selain mahal juga susah. Beban kerja di industri tambang pun berat. Tapi itu semua terbayar dengan upah melimpah.

pertambangan
Foto : www.itb.ac.id

Jurusan pertambangan paling banyak diminati oleh laki-laki. Begitu pula di dunia kerja. Bukan apa-apa, tapi karena memang pekerjaan di industri tersebut cukup menantang. Sejak mahasiswa, mereka dididik untuk menjadi manusia-manusia tangguh. Salah satu contohnya bisa dilihat dari ospek yang keras tanpa memandang gender.

Peluh-peluh yang mengucur deras di jidat mereka akan segera terbayar saat memasuki dunia kerja. Bagi mereka yang masuk ke perusahaan tambang lewat jalur graduate development program di salah satu perusahaan tambang emas ternama, gaji mereka sekitar Rp 8 juta, lah. Baru kerja loh padahal. Semakin lama bekerja, dan semakin membaiknya prestasi kerja, tentu akan berpengaruh dengan kenaikan gajinya.

5. Menjadi karyawan di sebuah perusahaan kimia juga bisa membuatmu kaya raya dalam sekejap!

pegawai-kimia
Foto : astutipage.wordpress.com

Karyawan perusahaan kimia itu ada banyak. Mulai dari customer service, bagian administrasi, hingga engineer, semuanya diganjar dengan penghasilan bulanan sebesar Rp 4 juta sampai Rp 8 juta. Dijamin, kalau setelah lulus langsung bekerja di situ, kamu ngebet segera pengin nikah!

6. Bekerja di industri perminyakan berisiko tinggi, namun bagi fresh graduate gajinya juga tinggi, bisa 15 juta per bulan, guys!

ahli perminyakan
Foto : alvinburhani.wordpress.com

Sekolah di jurusan perminyakan tentunya tidak murah. Karena industri ini membutuhkan teknologi yang canggih, pegawai yang mumpuni, dan juga risiko yang cukup berat. Sehingga wajar apabila saat bekerja harus bertaruh dengan minyak yang bertekanan tinggi dan mudah terbakar saat diangkat ke permukaan.

Tentu, itu semua sepadan. Saat bekerja di sini, kamu tak perlu kuatir soal uang. Di sini adalah tempat di mana ladang uang tumbuh subur. Setidaknya, kalau Kawan Muda adalah mahasiswa yang baru lulus dan masih bau kencur, sebulan Rp 15 juta, bisa, lah. Padahal itu baru karir sebagai junior engineer di sebuah perusahaan perminyakan tanah air. Lantas, bagaimana dengan gaji seorang senior engineer? Jangan tanya! Pokoknya kalau uang Rp 100 ribu ditata berjejer di lantai rumah kamu, maka akan menutupi seluruh keramik yang ada!

7. Kawan Muda seorang mahasiswa jurusan hukum? Tetap semangat sampai lulus ya, karena gaji besar menantimu saat sudah bekerja nanti.

pengacara
Foto : www.suara.com

Capek ya, menghapal KUH Perdata/Pidana? Padahal, baru melihat kitab undang-undang hukum pidana/perdata (KUH Pidana/Perdata) yang tebal itu saja, sebetulnya sudah bikin kamu mau muntah. Lha gimana, tebalnya sampai bisa buat bantal ketika ketiduran pas belajar.

Bidang hukum punya lapangan pekerjaan yang luas dan menjanjikan. Bahkan, cukup dengan menjadi panitera (tugas panitera biasanya berkaitan dengan administrasi pengadilan) saja, kamu sudah bisa dapat gaji Rp 8 juta per bulan. Kalau kamu menjadi staf legal di sebuah perusahaan, setidaknya bulanannya mencapai Rp 5 juta per bulan. Apalagi kalau kamu sampai bisa mendapat proyek mengurusi perceraian gitu, terutama perceraian artis, wah, jangan tanya soal uang. Cukup sebut nama mobil yang menurutmu mahal. Nah, segitulah uang yang diperoleh.

8. Bekerja di industri IT juga menjadi ladang yang menjanjikan. Kamu bahkan bisa mengerjakannya dengan atau tanpa di kantor.

programmer
Foto : www.businessinsider.com

Belakangan ini industri di bidang IT melaju pesat. Banyak jenis-jenis pekerjaan tak terduga, pekerjaan yang sebelumnya tak pernah ada. Ragam bidang profesi dalam bidang IT di antaranya: IT consultant, system analyst, programmer, software engineer, database engineer, hingga software developer.

Pekerjaan dalam bidang IT, jarang sekali berinteraksi secara langsung dengan manusia. Setiap hari hanya akan berjibaku dengan coding, software, dan dunia maya. Dalam sebulan, orang-orang yang bekerja di bidang IT setidaknya bisa mengantongi Rp 5 juta sampai Rp 19 juta setiap bulannya.

Kawan Muda, uang besar tentu hanya bisa datang dari kerasnya pembelajaran, tekunnya dalam pekerjaan, dan kesediaan untuk terus menempa diri agar menjadi lebih baik dari ke hari. Jadi, jangan mengira semua gaji besar di atas bisa didapat dengan berleha-leha.

Apakah Kawan Muda ingin kerja santai tapi gajinya besar? Duduklah di parlemen.