Kalau kamu sudah dewasa, harusnya 6 tanda ini ada pada dirimu

gadis
Image Credit : ilovehdwallpapers.com

Nggak enak ya jadi dewasa itu. Rasanya banyaak banget masalah yang udah jadi santapan nusantara, eh, santapan harian. Waktu kita kecil, kita pengen cepet dewasa. Udah gede, pengin kecil lagi. Belum lagi Mama Papa yang tiap hari ngomel “Kamu tuh kapan dewasanya, sih?”, atau “Kamu kayak anak kecil!”.

Seiring bertambahnya usia dan kerutan di wajah, kita memang dituntut untuk makin dewasa dalam berpikir dan bertindak. Kamu ngaku udah dewasa di depan mama papa kamu? Yakin, kamu mampu hidup mandiri tanpa bantuan siapapun?  Kalau kamu dewasa, kamu harusnya bisa…

1. Mengendalikan Emosi

cewek tangguh
Foto : fullhdpictures.com

Emosi itu bukan cuma marah lho. Ada sedikitnya lima jenis emosi, yaitu marah, malu, bahagia, sedih, dan takut. Kalau kamu mengira bahwa dewasa itu berarti kamu bisa mengunggulkan emosi bahagia daripada emosi lainnya, kamu belum tepat tuh. Kamu juga perlu marah, tapi di waktu yang tepat. Gitu pula dengan malu, sedih, dan takut. Masa kamu mau tetap senyum-senyum saat ada orang bersikap kurang ajar sama kamu? Kamu mau tetap senyum kalau ada sanak saudara yang meninggal atau teman yang kena musibah? Masa kamu masih senyum aja meski ketahuan nyontek pas ulangan?

Jelasnya, kamu mesti tau kapan harus marah, senang, malu, atau jatuh cinta (eh).

BACA JUGA : Apapun pekerjaanmu, memperjuangkan kesuksesan adalah kewajibanmu!

2. Konsisten sama Prinsipmu

pria dengan kucing
Foto : ihavecat.com

Mama bilang, hidup itu butuh prinsip. Prinsip itulah yang akan menjadi komando kemanapun kamu melangkah. Kalau kamu udah yakin sama prinsipmu, ya jangan pernah langgar itu. Ketika kamu sudah memutuskan A, jangan sampai ketika kamu menjalaninya tiba-tiba kamu nyesal nggak milih B. Tiap putusan itu ada resikonya. Dan prinsip yang langgeng adalah yang diputuskan saat kamu udah cukup dewasa untuk mempertimbangkan resikonya.

3. Melihat Sisi Positif dari Segala Sesuatu

cewek
Foto : imgsnap.com

Iya. Bahkan saat itu masalah besar sekalipun. Temukan pelajaran hidup dari masalah yang menimpamu.

Saat kamu bilang bahwa macet itu nggak ada baiknya sama sekali, kamu pasti berpikir sebaliknya ketika melihat puluhan pengamen dan pedagang asongan di sekitar kamu. Kalau kamu merasa sial naik metromini yang penuh dan sesak, kamu mungkin gak tahu perasaan supirnya gimana. Kamu diputusin, berarti kamu akan segera bertemu sama orang yang lebih baik (yaitu pacar baru mantan kamu). Haha …

4. Menjaga bicara

Pertanyaan
Foto : lifevolumeone.org

Pepatah mengatakan, “Manusia butuh 2-3 tahun untuk belajar berbicara, namun manusia membutuhkan sedikitnya 50 tahun untuk belajar menjaga bicara dan kata-katanya.”

Gak gampang buat praktekkin ini, apalagi buat kamu yang suka keceplosan. Makanya kamu butuh teman yang ngingetin kamu. Dan ingat aja sih gimana perasaan orang lain kalau mereka denger omonganmu yang kurang dijaga itu.

Kamu bilang “Ih, sepatu itu norak banget, ya (sambil dengan jelas nunjuk-nunjuk sepatu).” Gimana kalo yang punya tahu, duhh, gimana kalau ternyata sepatu itu adalah pemberian dari almarhum kakeknya? Kamu mau ngomong apa sekarang? (Makanya jangan ditunjuk-tunjuk itu sepatu).

Dan terkadang beberapa hal lebih baik nggak diungkapin, dan gak perlu juga. Kayak kebaikanmu. Nanti pahalanya jadi berkurang gara-gara kamu pengin dipuji orang,.. hayoo.

5. Jadi Diri Sendiri

pria baik-baik
Foto : a2ua.com

Karena kamu itu unik. Bukan kamu namanya kalau masih niru-niru cara ketawa orang lain, cara bicaranya, atau cara jalannya. Mencontoh perilaku baik seseorang itu gak salah kok, tapi bukan berarti makanan dia jadi kesukaanmu juga, kan? Nanti pacarnya jadi pacarmu, gara-gara seleramu juga hasil niru-niru. Kamu harus tetap jadi diri kamu karena itulah yang menarik darimu, yang bikin kamu cuma satu-satunya di dunia ini.

6. Kenal Siapa Kamu

bercermin
Foto ; timitude.com

Kenalan sama diri sendiri? Siapa nama kamu, apa hobimu, apa impianmu, gimana karakter kamu, de el el..

Nih, ya, guru BK SMPku bilang, gak ada orang yang paling mengenalmu selain dirimu sendiri. Kamu boleh minta komentar temen tentang diri kamu, tapi jadikan ini sebagai bahan perenungan aja, bukan lantas kamu men-judge diri kamu sendiri seperti apa kata orang. Selama ini kamu selalu dipandang pendiam padahal aslinya kamu bawel banget dan kamu gak tahan diam lama-lama. Berarti ada yang mereka gak tahu tentang kamu.

BACA JUGA : Tanda-tanda kalau kamu sudah mencintai pekerjaan. Selamat bermasa depan cerah!

Enam poin di atas mungkin belum bisa mengukur tingkat kedewasaanmu, sebab dewasa itu banyaak jenisnya dan luaaas banget definisnya. Tapi kamu boleh banget pakai itu sebagai langkah awal kamu dalam berproses jadi lebih dewasa. Oh ya, dewasa itu bukan berarti kamu nggak pernah melakukan kesalahan atau kecerobohan lho, namanya juga manusia, kita pasti pernah salah dan orang beruntung adalah yang bisa lebih baik dari hari kemarin.. 🙂