Meski kaya raya, namun hidup haruslah tetap sederhana

Foto : gastronomy-aficionado.com
Image Credit : gastronomy-aficionado.com

Hadirnya teknologi bernama internet merubah banyak hal di dunia ini dalam waktu yang signifikan. Salah satunya, di Indonesia. Begitu banyak orang-orang yang dahulu dianggap sebagai ‘kalangan bawah’ merangsek naik masuk ke ranah kalangan menengah. Lalu ada dari kalangan menengah yang naik tingkat ke kalangan atas. Sementara kalangan atas ada yang tetap bertengger di atas, ada pula yang jatuh kandas. Sulit dipercaya, namun begitulah faktanya.

BACA JUGA : 7 Hal yang selalu dihindari orang-orang sukses. Boleh kamu tiru, agar suksesnya menular padamu

Dampak dari itu semua pun beragam. Ada yang setelah naik level, kemudian menjadi OKB: Orang Kaya Baru. Belanja ini dan itu, mengenakan sesuatu yang dasarnya hanya keinginan. Pada kasus lain, orang yang levelnya merosot, apalagi tajam, ia sudah terlanjur dengan hidup hedonisnya, dan tak kuasa menghadapi kenyataan yang ada. Akhirnya, stres-lah ia, depresi, dan menjadi gila.

Sebetulnya, itu semua tak perlu terjadi kalau setiap orang paham sebuah hakikat bahwa hidup haruslah sederhana. Membeli karena kebutuhan, dan menggunakan sesuatu sebagaimana mestinya.

Karena hidup sederhana mengembalikan manusia pada kodratnya: membelanjakan sesuatu karena ada kebutuhan, bukan keinginan.

Ya, inilah yang Kita Muda sebut di atas sebagai hakikat hidup sederhana: membelanjakan sesuatu karena ada kebutuhan, bukan keinginan. Bukankah hidup yang mendamaikan hati ialah gaya hidup yang seperti ini? Tidak perlu ada tendensi untuk gengsi kepada siapa pun.

Karena miskin atau kaya cuma soal keadaan. Sementara sederhana, adalah gaya hidup yang bisa dilakukan dalam keadaan apa pun.

mark zuckerberg running
Foto : www.nbcnews.com

Ketika miskin, Kawan Muda bisa mempraktikkan gaya hidup sederhana. Hal ini juga bisa dilakukan saat kaya. Apabila hidup sederhana sudah bisa menjadi karakter, maka kaya atau miskin tidak menjadi soal. Karena apa pun keadaannya, akan tetap begitulah hidupnya.

Karena hidup sederhana mengajarkan: saat miskin, bekerjalah lebih keras. Lalu setelah kaya, gemarlah berbagi.

Orang dengan gaya hidup sederhana, tak akan mengeluh saat hidupnya miskin. Ia justru akan mengedepankan kerja keras, dan berbagi kepada orang yang ia merasa tak seberuntung dirinya. Kemudian ketika kaya raya, ia tetap berbagi dan tetap bekerja keras. Karena ia sadar: berbagi tak perlu menunggu kaya. Dan ia juga paham: roda kehidupan ini berputar, maka mental bekerja keras harus dikedepankan.

BACA JUGA : Sukses di usia 20-an bukan lagi impian. Dengan tips ini, kamu akan lebih mudah menggapai kesuksesan

Karena kaya raya yang tak sederhana, bisa menimbulkan keangkuhan. Sedangkan kaya raya yang sederhana, hadir bersama ke-rendah-hati-an.

richard branson
Foto : www.huffingtonpost.ca

Ketika ada orang kaya yang berbagi, sejatinya, yang paling butuh adalah si orang kaya. Bukan orang-orang yang menerima bagian hartanya. Orang-orang kaya ingin bisnisnya terus membesar, maka salah satu jalannya ialah berbagi kepada orang lain. Orang-orang kaya juga ingin memiliki karakter rendah hati, karena kolega-kolega bisnis suka bekerja sama dengan orang yang rendah hati. Maka, ia pun berbagi. Tak rendah hati sama dengan memendam congkak. Tentu, tiada relasi bisnis yang menyukai orang-orang sombong. Karena memberi, melatih rendah hati.

Kaya raya yang rendah hati, sadar bahwa segala yang ia miliki adalah titipan. Tuhan bisa mengambilnya sewaktu-waktu.

Hidup ini fluktuatif. Segalanya naik dan turun. Bisa diprediksi, tetapi manusia tak bisa mengetahuinya dengan pasti. Jika semua bisnis yang sukses datang dari kecakapan membaca pasar, apakah bisnis yang bangkrut datang dari kecerobohan membaca pasar? Tidak! Seluruh bisnis profesional sudah membekali perusahaan mereka dengan orang-orang ‘kelas A’ di bidangnya masing-masing. Kalau seluruh bisnis bergerak maju dengan kekuatan yang sama untuk mendobrak pasar, bukankah sebagai risikonya ada satu atau dua perusahaan yang terjungkal?

Maka dari itu, orang yang kaya raya seharusnya paham hakikat hidup sederhana. Tahu bahwa segala yang ia miliki sekarang hanyalah titipan, dan bisa Tuhan ambil sewaktu-waktu.