Kalau 8 tanda ini ada pada dirimu, berarti kamu adalah orang jenius!

orang-jenius
Image Credit : www.psychologium.com

Dalam tes IQ, seseorang disebut genius bila meraih hasil tes di atas angka 130. Di dunia akademik, mungkin Kawan Muda sudah akrab dengan nama-nama seperti Aristoteles, Albert Einstein, Thomas Alfa Edison dan kawan-kawan. Karena memang, merekalah yang terkenal sebagai orang jenius sepanjang sejarah.

BACA JUGA : Kenapa wanita cerdas gampang menarik minat para pria? Ini jawabannya …

Kalau saja mau dibedah, sebetulnya orang jenius memiliki karakteristik yang mirip satu sama lainnya. Tentu ada harga yang harus dibayar agar bisa memiliki kemampuan otak di atas rata-rata seperti mereka, sehingga itu semua pada akhirnya berimbas pada kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari. Apa saja kebiasaan orang-orang jenius? Mari kita bedah!

1. Orang jenius, suka sekali berbicara atau bersikap sarkastik. Hal ini sering membuat orang-orang di sekitarnya merasa ambigu, bingung, kesal, tetapi di lain sisi juga bisa terhibur.

nongkrong bareng teman
Foto : www.huffingtonpost.com

Sarkasme adalah sebuah teknik untuk menyindir. Seringkali ia berupa kritikan atau hinaan yang disampaikan dengan kalimat halus tapi nyelekit. Lucu tapi menyebalkan. Tipis tapi menyayat. Tampaknya biasa saja, namun setelah dipikir ulang, isi kalimat itu kampretnya minta ampun. Nah, begitulah sarkasme itu.

Tidak semua orang bisa bericara sarkas. Karena sarkasme ialah perpaduan antara pemikiran yang kritis dan menyentuh lini-lini yang membuat orang merasa tak nyaman apabila mendengarnya, namun oleh orang sarkas dibungkus dengan ucapan sederhana yang siapa saja bisa menerimanya.

2. Orang jenius, malas dengan rutinitas. Udah kerja enak-enak, eh malah resign. Atau kuliah udah rajin, malah ngomong: “Kayaknya, sekali-kali bolos, seru nih!”

Mempunyai bakat tersembunyi
Foto : Wovgo.com

Saat seseorang belum memiliki passion, ia berjibaku mengikuti beragam seminar, membaca banyak buku, berdiskusi dengan banyak orang, hanya karena ingin tahu: apa passion dia sesungguhnya?

Lalu setelah passion ditemukan, dan rencana-rencana di rel passion sudah ditentukan, ternyata pemikiran baru pun muncul: “Ternyata, bisa menemukan passion itu tak selamanya seru! Ada bosannya juga!”

BACA JUGA : Nilai C bukan bencana. Justru golongan mereka adalah calon orang-orang sukses. Ini dia alasannya …

Saat-saat beginilah, biasanya orang jenius memilih untuk sesekali keluar jalur. Seperti mempelajari ilmu-ilmu baru, berkenalan dengan orang-orang baru, merasakan pengalaman-pengalaman baru, dan banyak lainnya. Tetapi, itu hanya sementara. Orang jenius tahu, mana bidangnya. Sehingga, ia pasti akan kembali lagi pasca keluar piknik untuk melepas penat.

3. Dari waktu ke waktu, isi otak orang jenius selalu dipenuhi pertanyaan demi pertanyaan: mengapa bisa begini? Mengapa bisa begitu? Bahkan, tidur pun ia berpikir!

patah semangat
Foto : www.oprah.com

Orang jenius itu kepo, banyak tanya, sampai-sampai orang-orang mengiranya bodoh gara-gara saking seringnya tanya. Tapi kalau seseorang memintanya untuk memuntahkan seluruh isi pikirannya, tak dinyana, rupanya banyak brilian tak terduga dalam otaknya.

4. Saat bersama dengan orang lain, orang jenius berkomunikasi dengan bertanya ini dan itu. Dan ketika sendiri, ia pun tetap berkomunikasi: dengan dirinya sendiri.

berinteraksi di kantor
Foto : www.layawellness.ie

Tenang, ini bukan tanda-tanda gila. Yah, meskipun orang jenius sering dicap gila, namun itu adalah bentuk kebelumtahuan orang-orang awam akan pemikiran orang jenius tersebut.

Pikiran orang jenius tak pernah berhenti bekerja. Saat bersama dengan orang lain, orang jenius berkomunikasi dengan bertanya ini dan itu. Dan ketika sendiri, ia pun tetap berkomunikasi: dengan dirinya sendiri. Apalagi kalau bukan memperdebatkan nilai-nilai dan esensi bidang yang tengah ia geluti?

5. Makanan orang jenius itu membaca. Kalau membaca buku-buku ibarat camilan, maka membaca ensiklopedia adalah makan besarnya.

membaca buku di kantor
Foto : intisari-online.com

Karena isi pikiran orang jenius terus-menerus bertanya “Mengapa sesuatu bisa begini? Mengapa sesuatu bisa begitu?” maka caranya memperoleh jawaban ialah berdiskusi dengan orang lain. Kalau tak menemukan jawabannya, ia lalu akan membaca buku. Kalau buku masih belum bisa menjawab keluhan pikirannya, maka ia akan membaca ensiklopedia. Kalau ensiklopedia belum bisa menjawab, ia akan terus memegang pertanyaan-pertanyaan dalam pikirannya itu sampai ada seseorang yang bisa memberinya jawaban.

6. Orang jenius susah sekali untuk fokus, dan cenderung pelupa.

gak tau
Foto : www.thebusinesswomanmedia.com

“Ada yang tahu kunci motor aku enggak?” tanya orang jenius pada seisi rumah. Kemudian didasari sikap ingin membantu, orang-orang rumah membantu mencarikannya. Setelah peluh-peluh membasahi jidat, dan semua merasa lelah dalam pencarian, si orang jenius itu lalu berkata:

“Oh, ternyata ada di sini. Ada di kantongku. Hehehe,” katanya sambil garuk-garuk.

BACA JUGA : 7 Sikap yang harus kamu buang agar cepat sukses!

Begitulah orang jenius. Ia mudah sekali lupa. Mulai dari hal kecil sampai hal besar. Selain lupa, pikirannya juga mudah sekali terdistraksi. Ia bingung dengan apa yang ia kerjakan. Karena saat mengerjakan sesuatu, pikirannya tak bersama dengan apa yang sedang ia kerjakan.

7. Orang jenius selalu saja menganggap dirinya bodoh. Dan orang-orang pun mengamininya, ini karena ia suka sekali bertanya.

pria baik-baik
Foto : a2ua.com

Lingkungan kita masih jarang ada orang yang berani bertanya. Jadi ketika ada orang yang bertanya, anggapannya orang itu bodoh. Padahal belum tentu. Bisa jadi orang yang tak bertanya, juga tak paham. Ia sengaja tak bertanya karena bisa jadi malu atau takut, dan rela berlama-lama memendam ketidaktahuannya itu. Sementara orang jenius, ia tak mau masuk ke dalam perangkap semacam ini. Ia tak begitu peduli dengan pikiran orang-orang yang menganggapnya bodoh. Baginya, yang penting ‘gatal-gatal’ dalam otaknya akibat mempertanyakan sebuah nilai, bisa segera terjawab.

8. Orang jenius cenderung susah bergaul. Lha gimana, inginnya bergaul tetapi orang-orang yang diajak ngobrol tidak nyambung dengan pikirannya.

sendiri
Foto : www.natgeotraveller.in

Menjadi jenius, berarti menjadi keterasingan di antara sekian banyak manusia yang berada pada tingkat rata-rata. Semua orang pasti ingin bergaul. Termasuk orang jenius. Namun apa daya apabila saat bergaul, orang yang diajak ngobrol tak nyambung dengan isi pikirannya. Akhirnya, ia berkesimpulan bahwa:

“Kayaknya, hanya aku sendiri yang bisa nyambung dengan isi pikiranku.”

Tak heran kalau orang-orang jenius suka menyendiri. Berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Karena baginya, itulah obat mujarab untuk mengatasi hasrat pikirannya untuk mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang lama berkutat dalam otaknya.

Kawan Muda, adakah ciri-ciri di atas yang sesuai denganmu? Siapa tahu kamu bakal jadi Aristoteles, atau Albert Einstein, atau Thomas Alfa Edison selanjutnya!