Kesalahan anak muda yang sering membuat mereka menyesal di hari tua. Apa kamu juga melakukannya?

kesalahan anak muda
Image Credit : www.fastcompany.com

Di sekitar kita, banyak sekali orang tua-orang tua yang turun-temurun suka sekali menasihatkan kepada generasi penerus dengan isi nasihat semacam:

Kamu belajar yang serius. Jangan seperti aku, ya. Jangan sampai nanti kamu menyesal di hari tua.

Dan, nasihat-nasihat demikian semacamnya.

Dari generasi ke generasi, orang seringkali menggunakan waktu di masa mudanya secara sembarangan, lalu ketika tua, menasihatkan hal serupa. Seolah perubahan hanya bisa terjadi kalau ada orang lain yang bergerak melakukannya. Padahal, perubahan sesungguhnya datang dari pribadi masing-masing. Dari diri sendiri.

Lewat artikel ini, Kita Muda akan menjelaskan apa saja kesalahan-kesalahan anak muda, yang harus kita atas bareng-bareng, agar kelak di masa tua tak mengalami penyesalan.

1. Besarnya impian dan target pencapaian, seringkali membuat anak muda mengabaikan kesehatan.

Work hard, play hard,” begitulah nasihat kekinian yang kondang itu. Di mana itu bermaksud menyuruh untuk kerja sekeras-kerasnya, dan merayakan kemenangan dengan penuh suka cita.

Salah menerjemahkan, seringkali membuat Kawan Muda memilih untuk bekerja sekeras-kerasnya.

Selama target belum tercapai, aku belum ingin istirahat,” begitu katanya. Akhirnya, ia bekerja secara lembur sampai lupa kalau pundi-pundi rupiah dari kerja kerasnya tersebut, tak ada apa-apanya dibanding kesehatan yang dimilikinya. Lalu ketika berhasil, pesta pora, melakukan hal-hal di luar batas, dan semacamnya demi merayakan keberhasilan. Hingga ketika jatuh sakit, barulah sadar bahwa ternyata kesehatan itu lebih penting.

2. Kekalahan, patah hati, kerap membuat anak muda merasa gagal dan dirinya tak berharga.

Tingginya target pencapaian, sering membuat seseorang sakit apabila tak mencapainya. Patah hati akibat ditinggalkan orang yang paling dicintai, juga bisa membuat orang yang ditinggalkan tersebut merasa jatuh dan bahkan bisa-bisa merasa bahwa hidup ini tak ada artinya lagi.

Heiii, orang tua-orang tua yang sekarang sedang berjuang membangun bangsa ini, pada akhirnya nanti akan tutup usia alias mati. Kalau mereka satu per satu sudah dicabut oleh Tuhan, maka siapa lagi yang akan menegakkan bangsa dan Negara ini selain kita-kita, Kawan Muda?

sedih
Foto : ilovehdwallpapers.com

Galau dan sedih, itu wajar. Manusiawi. Tetapi jangan berlebihan. Karena masih ada banyak hal penting di luar sana yang harus segera diatasi.

BACA JUGA : Perlu kamu tahu, ini lho 7 hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan ketika sedang marah

3. Hanya demi sebuah gelar, orang sering melakukan segala cara tanpa peduli norma.

Saking penginnya mendapatkan pekerjaan yang mapan, karena kekasihnya mendambakan suami mapan, sering membuat anak-anak muda rela melakukan segala cara demi meraih gelar. Baik itu gelar sarjana, gelar master, maupun doktoral. Ambisi memperoleh gelar itu, sah saja sebetulnya. Tapi kalau cara yang dipakai untuk memperoleh salah, nah itulah yang menjadikan masalah.

Kalau sampai berkelanjutan, bahkan sampai bekerja, fatalnya kalau sampai instansi atau perusahaan pada akhirnya hanya mempekerjakan orang-orang yang tak berkompeten. Tentu, kualitas dari pekerjaan pun pasti tak akan sebaik apabila seorang ahli yang mengerjakannya.

Percayalah, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Cobalah untuk menggali itu. Kalau kau sudah memiliki kelebihan pada bidang tertentu, tanpa adanya gelar pun kau akan diakui skilnya.

BACA JUGA : 6 Alasan kenapa orang Indonesia sering menulis gelar akademik di undangan pernikahan

4. Merasa bahwa uang tak perlu mencari, membuat anak muda semena-mena menghabiskan uang orangtua.

tidak punya uang
Foto : www.youtube.com

Untuk hal ini, sebetulnya yang perlu dikoreksi adalah dua pihak: bisa jadi karena orangtuanya yang terlalu royal kalau memberi uang, namun bisa jadi pula karena si anak yang memang tak mau tahu. Isi pikirannya hanya ingin meminta dan meminta saja. Tanpa peduli bagaimana orangtua susah payah mencarinya.

Bergantung kepada orang lain, termasuk soal finansial, membuat setiap orang tak bisa mandiri. Memang, mandiri itu tak memberi jaminan kaya bagi seseorang. Tetapi, orang-orang kaya di luar sana, mulanya berangkat dari orang-orang yang hidupnya mandiri. Tanpa bergantung sedikit pun kepada orangtua.

BACA JUGA : 7 Hal sepele yang ternyata bisa bikin uang cepat ludes!

5. “Ah, anak muda itu wajar kalau jauh dari Tuhan. Dekat kepada Tuhan, hanya berlaku bagi orang tua-orang tua saja!” begitu pikiran beberapa anak muda.

Ini adalah poin terakhir pada artikel ini.

Ya, begitulah anak muda. Gemar kerja sekeras-kerasnya, foya-foya sebanyak-banyaknya, sampai-sampai membuat ia lalai kepada Tuhan. Kalau diingatkan untuk beribadah, jawabannya:

Ah, anak muda itu wajar kalau jauh dari Tuhan. Dekat kepada Tuhan, hanya berlaku bagi orang tua-orang tua saja!

Kawan Muda yang baik hatinya (dengan nada pak MT), asal kamu tahu saja: Tuhan memang menyukai orang tua-orang tua yang rajin beribadah. Namun, Tuhan lebih mencintai orang-orang yang masih muda sudah gemar beribadah.

Mari Kawan Muda, menjadi tua yang tak begitu menyimpan banyak penyesalan. Caranya, dengan menjadi sebaik-baiknya anak muda. Agar kelak dapat berbahagia di hari tua. ITU !