Secuil pesan buatmu fresh graduate yang sampai saat ini belum juga dapat kerja

butuh pekerjaan
Image Credit : flocku.com

Menjadi mahasiswa dan memberikan hadiah berupa lulus cepat adalah yang diimpi-impikan demi membahagiakan kedua orang tua. Namun, setelah lulus cepat, yang hadir kemudian adalah perjuangan yang tak kalah beratnya. Iya, berjuang mencari pekerjaan.

Mencari kerja sama sulitnya dengan cari pasangan karena aku dan kamu saling menilai satu sama lain. Kita menilai perusahaan (gebetan) sesuai kriteria kita dan perusahaan (gebetan) juga akan menilai kelayakan kita menjadi karyawan (pacar). Cieeehhh

Baca Juga : Sepucuk surat untuk diri sendiri yang masih sering mengeluh

Kamu mencari pacar (perusahaan) dengan menilai dari segi karakter (suasana kerja), kemampuan (kemapanan perusahaan),  hingga tak segan bertanya kamu anak siapa? (gajinya berapa?). Bukankah sama saja dengan tes wawancara?

Seram.

Kenapa Kita Muda bilang seram? Karena rasa seram akan datang seiring dengan rasa keputusasaan kalau kamu lama-lama nggak dapat kerja.

Tapi tenang bukankan rejeki itu sudah ada yang atur? Mungkin kiat yang tepat adalah…

#1 Sudah semestinya kamu bersabar dan terus melancarkan aksi-aksi dalam mencari peluang.

Namanya juga cari pekerjaan, nggak mungkin sehari atau dua hari langsung dapat. Proses yang panjang akan kamu hadapi. Mulai dari hal-hal kecil seperti cetak lamaran, mencari beberapa perusahaan yang available, mengirim lamaran via email atau kantor pos, semua prosedur itu harus dilakukan.

Setelah itu kamu wajib menunggu hingga ada panggilan. Mendapat panggilanpun tak serta merta kamu fix akan ke terima. Kamu harus menjalani serangkaian tes yang berulang-ulang. Maka yang bisa kamu lakukan adalah sabar tapi tetap pintar dalam mencari peluang.

#2 Di tahap awal, sebagai fresh graduate janganlah terlalu memilih-milih pekerjaan.

hr
Foto : www.leblanclawandmediation.com

Cara mencari peluang salah satunya adalah menyambar semua kesempatan yang ada. Ketika ada lowongan dengan posisi apapun kamu bisa mencobanya, asal kamu mampu saat melihat job desk yang tertera.

Sebagai fresh graduate, pengalaman kamu di mata perusahaan besar adalah NOL. Alih-alih mencari pekerjaan bergengsi tapi kamu justru membuang-buang waktu karena perusahaan tau kalau kamu belum sepenuhnya matang.

Baca Juga : Kamu yang ingin cepat kaya, profesi-profesi dengan gaji tinggi ini bisa jadi pilihanmu

Beberapa perusahaan akan berpikir dua kali jika memasukkan fresh graduate. Kenapa? Karena mereka tau bahwa kamu masih ‘perawan’ di dunia kerja. Mereka akan berpikir efisiensi untuk mentrainingmu dari awal lagi atau memasukkan anak yang sudah banyak pengalaman kerjanya. Paham kan maksudnya?

Solusinya, lebih baik mulai mencari pekerjaan dengan posisi dalam lingkup kecil sebelum terjun ke perusahaan besar. Jangan menjadi orang yang pemilih ketika pengalamanmu masih nol. Kamu bisa bekerja freelance atau kerja part time. Itu bisa dibuat batu loncatan dari pada kamu menghabiskan waktu tanpa pengalaman sama sekali.

#3 Jangan sekadar menunggu lowongan, sekali-kali kamu juga harus jemput bola.

Ibaratnya gini, kamu ingin punya pacar tapi sehari-hari kamu cuma di rumah sambil berdoa sama Tuhan. “Ya, tuhan beri aku pacar. Segera!”. Sampai Negara api menyerang juga nggak akan terkabul!

Hal seperti itu sama kalau kamu cari kerja. Kamu nggak bisa cuma sekadar berdoa dan mencari yang available aja. Segala cara patutnya dicoba, termasuk dengan cara menjemput bola. Apa maksudnya?

Beberapa pekerjaan itu nggak semuanya diumumkan di publik! Ada beberapa yang sifatnya tertutup dan kamu harus cari tau sendiri dengan menaruh lamaran atau sekadar tanya ke satpam. Misalnya, berakrab-akrablah dengan satpam kantoran karena di sana banyak info soal lowongan. Jadilah anak fresh graduate yang aktif dan inisiatif, karena banyak perusahaan suka dengan calon-calon pekerja yang semangat.

#4 Sambil menyebar umpan hendaknya tingkatkan skill juga.

ngelas
Foto : hadiyanta.com

Poin ini udah jelas banget, sambil menunggu panggilan kerja lebih baik kamu mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Apa contohnya? Banyak !

Misalnya meningkatkan skill yang berhubungan dengan pekerjaan yang kamu inginkan. Entah itu kursus desain, les mobil, mendatangi seminar atau kursus yang lainnya. Perusahaan sangat suka bahkan mencari orang-orang yang memiliki skill unik dan bermanfaat bagi perusahaannya.

Baca Juga : Pria kaya menyenangkan. Tapi pria pekerja keras jauh lebih menentramkan

#5 Perluas link pertemanan dan pelajari pengalaman dari teman-teman yang sudah bekerja.

jaringan
Foto : www.eliteservicesnetwork.com

Memperluas pergaulan nggak cuma bisa kamu dapatkan dari sekolah atau perkuliahan aja tapi usahakan berteman secara menyeluruh dari segala lini usia. Entah kamu berteman dengan orang-orang di warung kopi, para pekerja atau dari teman-teman yang sudah kerja duluan.

Hal ini sama aja dengan mengantongi satu solusi agar mendekatkanmu dengan pekerjaan yang tersedia. Pelajari juga aktivitas teman-temanmu yang sudah kerja. Kamu bisa bertanya soal pekerjaannya, ketersediaan lowongan atau lingkungan kerjanya. Dari situ kamu akan dapat ilmu baru dan kepercayaan dari seseorang karena kamu bisa menjalin komunikasi dengan baik. Bisa aja, bapak-bapak yang kamu ajak ngobrol di warung kopi adalah direktur utama dari perusahaan besar dan kamu mendapat kesempatan untuk bekerja di tempatnya karena skill sosialisasimu. Iya nggak?

Baca Juga : Suksesmu bakal terhambat jika kamu masih saja berperilaku seperti ini …

#6 Terakhir, Jangan suka baper sama teman-temanmu yang udah kerja duluan. Bukankan rejeki sudah di atur Tuhan?

Ini sering banget terjadi! Karena kamu sudah lelah mencari pekerjaan akhirnya hidupmu gampang sensi dan baper. Kalau lihat teman udah mendapat kerja duluan kamu jadi uring-uringngan. Jangan ya, kan rejeki udah ada yang atur. Kamu cukup meyakini bahwa semua pasti ada jalannya, nggak mungkin kamu akan terus pengangguran dan upayamu nggak dinilai Tuhan. Karena pada dasarnya besarnya usaha sejalan dengan hasil yang akan kamu dapatkan.

So, tetep semangat ya!