3 Kebenaran tentang aturan makanan jatuh sebelum lima menit


“Eh, pentol aku jatuh ! Nggak papa deh belum lima menit!”

Siapa yang sering kayak gini?? Ngaku aja deh…

Kalimat itu emang nggak asing didengar dan sering kita praktikan ketika makanan favorit kita tiba-tiba jatuh ke lantai. Herannya aturan ini sampai sekarang masih berlaku terutama di Indonesia. Entah siapa yang memulai yang jelas karena alasan nggak tega ngelihat makanan terkapar di lantai, akhirnya dipungut dan kembali dimakan.

Kita mempercayai bahwa makanan yang jatuh ke lantai dalam kurun waktu kurang dari 5 menit, belum ada bakteri yang menempel. Uniknya, aturan ‘belum lima menit’ ini sampai disebut sebagai five second rule.

Tapi bener nggak sih aturan tersebut menjamin kebersihan makanan kita? Berikut faktanya :

#1.  Fakta pertama, aturan five second rule ini sering digunakan oleh cewek-cewek

makanan jatuh

Foto : nytimes.com

Berdasarkan studi ilmiah, aturan five second rule ini pernah dilakukan oleh Jillian Clarke ketika magang di departemen food science dan nutrisi di University of Illionis, Amerika Serikat.

Clarke menemukan fakta, 70 % persen responden cewek ternyata lebih sering mematuhi aturan five-second rule. Namun, hasil ini berbanding terbalik dengan anggapan tentang cewek cenderung lebih menjaga kebersihan dan rapi saat makan.

Meski begitu balik lagi sama individunya, kalau tipe cewek yang nggak tegaan melihat makanan terbuang sia-sia yaa..mau gimana lagi, kan belum lima menit? Ya nggak?

#2. Makanan yang terlanjur jatuh ternyata tetap aja udah terkontaminasi bakteri

5-second-rule

Foto : sciencevibe.com

Sebagian besar kuman seperti Salmonella listeria E coli akan mati ketika lantai sudah bersih dan kering. Tapi meski terlihat bersih, ada beberapa mikroorganisme lain yang masih hidup di lantai.

Bayangkan aja, mereka bisa berpindah dari lantai ke makanan dalam waktu 2 detik. Masih mau nunggu sampai 5 menit? Euuww…

Tapi, kita buat simpel aja. Kalau makanan yang jatuh adalah jajanan kering seperti cookies, keripik dan permen, insya allah nggak akan terkontaminasi bakteri berbahaya macam E.coli tadi.

Penyebabnya, bakteri itu nggak bisa bertahan hidup di permukaan yang kering. Jadi jangan keburu parno. Tapi kalau yang jatuh makanan basah kayak pentol atau telor ceplok, udah ikhlasin aja…

Bahkan menurut Discovery Science Channel, saat makanan jatuh ke lantai, sejumlah bakteri akan langsung berpindah ke makanan. Bakteri akan mudah hinggap di makanan basah yang jatuh lebih dari 30 detik, dengan jumlah 10 kali lebih banyak dibandingkan jatuh selama tiga detik. So, aturan “belum lima menit” nggak berlaku untuk makanan basah.

#3. Jangan khawatir, masih aman kok selama sistem imunmu terjaga 

heart-healthy-people

Foto : myheart.net

Ketika sistem imunmu lagi ngedrop, bakteri E.coli maupun Salmonella bisa bikin sakit parah hingga berujung pada kematian. Tapi, kontaminasi bakteri nggak hanya dari sesering apa kamu memungut makanan jatuh. Yang namanya bakteri tentu bisa menempel nggak hanyak lewat makanan tapi juga tangan, peralatan makan bahkan bersin dan batuk.

Detailnya lagi, bakteri itu bisa terlindung gara-gara lapisan Biofilm. Bakteri yang memiliki lapisan itu memiliki ketahanan terhadap sanitizer dan antibiotic, daripada bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.  But, its ok!

Satu-satunya hal yang masih diyakini sampai sekarang adalah penyakit mudah datang dari makanan yang dihinggapi lalat. Tentu aja, karena lalat membawa bakteri E.coli dan Salmonella lebih banyak.

Jadi kesimpulannya, nggak masalah ketika kamu mengambil makanan jatuh di lantai, asal nggak kelamaan dan tergolong makanan kering. Perlu diingat lagi, untuk tidak menerapkan hal ini kepada orang yang memiliki sistem imun lemah seperti bayi, balita, orang sakit, dan orang tua.