Sejatinya pahlawan seperti apa sih yang dibutuhkan Indonesia saat ini?

hari-pahlawan
Image Credit : wovgo.com

Hai, Kawan Muda, tanggal 10 November ini begitu special, soalnya hari ini adalah hari PAHLAWAN.

Kalian masih ingat nggak ada kejadian apa di hari Pahlawan? Atau justru malah lupa?

Kalau kamu masih lupa-lupa ingat sama momentum bersejarah seperti hari ini, Kita Muda akan bangunkan ingatanmu sejenak.

Once upon a time….

Tepatnya di Surabaya, pernah terjadilah pertempuran sengit melibatkan rakyat Indonesia dengan Belanda. Peperangan ini nggak akan terjadi kalau Soekarno dan Hatta nggak segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Sesudah pendeklarasian pada 17 Agustus 1945, berita kemerdekaan menyebar termasuk di wilayah Surabaya, namun hal itu berujung pada  kekosongan kekuatan baik dari luar maupun dalam.

Kondisi ini dimanfaatkan pihak Belanda yang dibantu pasukan Jepang menaikkan bendera Belanda di Hotel Yamato tanggal 19 September 1945.

Hal ini membuat tentara milisi Indonesia murka, yang akhirnya membombardir habis pasukan Belanda dan Jepang demi merobek warna biru dari bendera Belanda, sehingga yang tersisa adalah warna merah dan putih.

Singkat ceritanya gaes.

Dari insiden tersebut banyak menuai korban, salah satunya adalah A.W.S Mallaby. Kematian Mallaby ini menjadi titik awal pertempuran mahadasyat yang tercatat di buku sejarah pada 10 November 1945. Perjuangan ‘arek-arek Suroboyo’  benar-benar diuji pada saat itu, yang pada akhirnya diapresiasi melalui hari pahlawan yang jatuh pada hari ini, 10 November 2016.

Sebagai kaum muda, tentunya kita harus lebih peka dalam memaknai momen ini. Indonesia udah merdeka loh, udah bukan lagi memegang bambu runcing dan senjata biar bisa disebut pahlawan.

Peperangan udah berakhir hendaknya kita menyadari bahwa Indonesia butuh pahlawan modern yang bisa membawa Indonesia lebih kece dihadapan Negara lain.

Jadi, sejatinya Indonesia saat ini butuh pahlawan yang seperti apa sih?

#1. Indonesia butuh pahlawan superkreatif.

Pahlawan boleh dikenang tapi maknanya kian bergeser berdasarkan perubahan Indonesia. Negara ini butuh sosok yang kreatif. Kreatif dalam hal apa? Semuanya. Mulai dari bisnis kreatif, pengelolahan Sumber Daya Alam hingga Sumber Daya Manusia sendiri.

Orang pintar di Indonesia banyak tapi orang yang banyak akalnya kian hari makin menipis. Contoh kecilnya berapa banyak orang yang sadar bahwa dengan berbisnis sampah dapat menghasilkan uang jutaan? Berapa banyak orang yang memikirkan cara agar pendidikan tersebar di pelosok negeri?

Contoh ini bukan berarti Indonesia nggak bergerak kok, saat ini udah mulai banyak PAHLAWAN yang muncul menggerakkan perekonomian Indonesia dengan berbisnis. Mendirikan gerakan sosial untuk terus membantu yang susah menjangkau pendidikan. Anak muda bertarung di kancah international membawa nama Indonesia.

Indonesia Negara kaya raya, otaknya pada jenius, bukan Negara yang dibentuk susah, bukan di mentalkan menderita. Maka dari itu butuh Pahlawan yang kreatif daya pikirnya. Mencari jalan keluar agar rakyat Indonesia ini KOMPAK bergerak dan itu bermula dari kita sendiri.

#2. Indonesia butuh pahlawan dengan kekuatan kritis.

Ability ini juga harus dipertimbangkan, nggak hanya kreatif tapi juga PEKA dan SENSITIF. Kita udah dijajah Negara lain jaman dulu, masa iya nggak bisa mikir kalau kita ini sedang dijajah lagi dengan produk-produk asing yang membuat kita makin konsumtif.

Sekali lagi, ayo bangun! Banyak loh made in Indonesia yang bagus-bagus. Mulai dari bahan baku mentah asli Indonesia, hingga barang jadinya. Buatlah untuk Indonesia sendiri dulu barulah di jual ke Negara orang.

#3. Indonesia butuh pahlawan dengan ability keibuan.

Selain menjadi kreatif dan kritis, Indonesia perlu sosok yang keibuan. Simbol keibuan ini dapat diartikan sebagai sisi lembut pahlawan. Sosok pemerhati nusa dan bangsa, wujud yang feminin demi tercipta Negara yang lovable.

Perhatian terhadap lingkungan, masalah kesehatan, kelaparan serta pendidikan, utuh penanganan yang nggak sekadar bantuan materi tapi juga secara kalem. Dibutuhkan kumpulan wanita-wanita tangguh untuk saling menjaga dan mencurahkan kasih sayang.

#4. Makna dari Hari Pahlawan.

Intinya Indonesia butuh mereka yang mau membuka mata, butuh pahlawan muda berotak segar, berpikir kreatif dan kritis. Pahlawan dengan sisi lembut juga diperlukan supaya banyak pendekatan dalam memecahkan masalah tanpa kekerasan.

KITA merupakan wujud dari pahlawan, mungkin masih ‘bau kencur’ tapi setiap bentuk kecil kebaikan yang kita lakukan bisa menjadikan kita seorang PAHLAWAN.