Mengapa pria berpekerjaan mapan tak perlu khawatir dengan wanita berpenghasilan?


Banyak kasus perceraian terjadi lantaran beberapa sebab, salah satunya ialah adanya kesenjangan penghasilan antara suami dan istri. Wanita berpenghasilan, baik ia berkarir maupun berwirausaha, kerap sekali menjadi momok bagi para pria akan kelangsungan rumah tangganya. Ketakutan serupa tak hanya dialami oleh mereka yang telah berkeluarga saja. Pria-pria yang sedang merencanakan pernikahan, namun sadar pekerjaannya kalah mapan, juga berkali-kali pikirannya dihantui kecemasan.

Kalau ketakutan sudah mencapai tahap ini, seharusnya ada hal yang harus diperbincangkan lagi soal pernikahan. Bukankah hakikatnya, suami dan istri itu merupakan partner? Bukankah salah satu pekerjaan partner ialah mensukseskan tujuan bersama bagaimanapun caranya? Tentu, bila wanita meninggalkan pria hanya karena pekerjaan, maka bisa dilihat dengan jelas apa motifnya sejak awal dibalik pernikahan. Pria yang belum mapan namun terus mengedepankan upaya, itu harus dihargai setinggi-tingginya. Tolong bedakan dengan pria belum mapan yang penyebabnya karena malas-malasan.

 

BACA JUGA: Mengapa uang rajin mendatangi orang kaya dan malas mengunjungi orang miskin?

 

Jika Kawan Muda yang sedang membaca ini termasuk suami berpekerjaan mapan yang beruntung menikahi wanita berpenghasilan, maka sedikit pun engkau tak perlu khawatir, karena…

1. Penghasilan suami untuk memenuhi kebutuhan pokok, sementara penghasilan istri untuk pemenuhan kebutuhan lainnya.

via: careergirldaily.com

Kalau kamu adalah seorang suami berpekerjaan mapan, maka jelas, semua kebutuhan dan keinginan seluruh anggota keluarga dapat dengan mudah engkau penuhi. Namu bila engkau merupakan suami berpenghasilan pas-pasan, maka paling tidak penghasilan yang telah engkau peroleh itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok rumah tangga. Itu saja dulu. Lalu untuk pembelian hal-hal lain di luar kebutuhan, bisa menggunakan penghasilan si istri.

2. Wanita berpenghasilan akan mendidik anak-anaknya dengan karakter. Ini berguna untuk masa depan keluargamu.

main-dengan-anak-kecil
Foto : funshineblog.com

Seorang wanita, bisa menjadi wanita berpenghasilan, tentu setelah melewati banyak tempaan. Ia berdisiplin diri, beretos kerja tinggi, yang itu semua membuatnya menjadi wanita tangguh. Berkarakter kuat.

 

BACA JUGA: 4 kisah pengorbanan cinta penuh haru yang bikin kamu merasa bahwa perjuanganmu untuk cinta belum ada apa-apanya!

 

Kawan Muda yang laki-laki, apabila istrimu berpenghasilan, maka buanglah rasa minder. Fokus saja kepada kebaikan-kebaikan apa saja yang bisa semesta berikan atas adanya kondisi semacam ini. Kamu bisa memulainya dengan mensyukuri keadaan bahwa ternyata kelak anak-anakmu akan memperoleh pendidikan karakter yang tangguh dari istrimu.

3. Istri adalah cerminan suami, begitu pula sebaliknya. Kalau istrimu saja keren, apalagi kamu?

via: HallmarkMoviesandMysteries.com

Kalau hari ini kamu minder dengan kondisi ini, berarti kamu sedang melupakan penyebab berjodohnya engkau dengannya. Bukankah wanita yang baik untuk lelaki yang baik, dan begitu pula sebaliknya?

Jika kamu hari ini masih kalah soal penghasilan, pertama-tama, syukurilah bahwa istrimu keren sekali. Selanjutnya, yang perlu kamu tanamkan adalah: “Karena istrimu keren, apalagi kamu? Pasti lebih keren!”

Berpikiran positif saja bahwa kalau saat ini kamu belum terlihat keren, mungkin ada beberapa hal dalam diri yang harus segera dibenahi. Ubahlah itu, dan percayalah bahwa hal-hal baik kemudian akan datang.

4. Karir yang diraihnya sekarang merupakan hal yang pantas dibanggakan.

via: xworkinternational.com

Tidak mudah untuk meraih karir yang istrimu peroleh sekarang. Butuh perjuangan tanpa henti dan jiwa baja untuk meraihnya.

 

BACA JUGA: 5 alasan mengapa uang sangat menentukan kehidupan cintamu

 

Secara pribadi, kamu bisa membanggakan hal ini. Lalu di sisi lain, kamu juga turut meningkatkan karir serta pendapatanmu. Agar tak hanya kamu saja yang bisa membanggakannya. Namun ia juga berhak membanggakanmu.

5. Kumpul keluarga akan menjadi momen langka yang mahal. Sehingga wajar bila tak ingin melewatkannya secara sia-sia.

via: Heavy.com

Bagi keluarga yang suami dan istrinya bekerja, berkesempatan untuk kumpul tentu merupakan momen langka yang mahal sekali untuk diperoleh. Tak bisa sewaktu-waktu. Maka tak heran bila liburan tiba, dan semuanya bisa berkumpul, keluarga semacam ini tak akan melewatkannya begitu saja.

Kalau keluarga kamu juga seperti ini, maka syukurilah. Karena keluarga lain belum tentu bisa menikmati liburan mereka secara maksimal. Bukankah pepatah bijak pernah mengatakan: “Work hard, play hard?”