Cara membuat kesan pertama yang menarik dalam pergaulan, tanpa terkesan sok asik dan sok tahu


Bersosialisasi dengan orang itu susah-susah gampang dan terkadang membuat kita merasa serba salah, apalagi saat kamu berada di lingkungan baru. Tidak hanya introvert saja kok yang merasa kesulitan; para extrovert pun kalau gak bisa membawa diri juga nampak menyebalkan di mata orang. Jika diam saja manggut-manggut ikut arus malah dibilang gak seru; jika mulai duluan dan menguasai “panggung” dibilang malah dikira sok asik.

Karena posisi menentukan prestasi maka posisimu dalam lingkungan pertemanan akan menentukan nasibmu dalam lingkungan itu depannya. Kalau kamu hanya sekali bertemu langsung good bye sih oke-oke saja meninggalkan kesan yang aneh—orang juga lupa, hehe. Tapi, gawat kan kalau kamu bakal ketemu orang itu dalam dua bulan, setahun, atau bahkan empat tahun ke depan?! Jangan sampai kamu malah jadi public enemy atau digosipin diam-diam di belakang!

Kunci utama yang harus kamu menangkan adalah momen-momen kenalan atau momen hangout bersama untuk pertama kalinya. Di sini, kamu bisa menciptakan kesan apakah kamu orang yang asyik untuk diajak hangout atau malah orang yang gak banget! Well, kita memang tidak bisa langsung tahu sih pandangan orang ke kita. Setidaknya untuk cari aman di momen-momen emas kenalan adalah introspeksi dahulu agar terhindar dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi.

Nah, Kawan Muda, berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan dan wajib diingat agar kamu bisa terlihat menarik tanpa meninggalkan kesan sok asik atau malah awkward:

 

Sebelum berinteraksi dengan orang, perluas wawasanmu; jadilah orang yang tau banyak hal

via: medicaldaily.com
via: medicaldaily.com

Jika kamu berada di lingkungan baru, pastinya kamu belum tahu seperti apa sih orang-orang di situ atau apa sih yang sering mereka bicarakan. Hal yang harus kamu persiapkan sebelum memulai segalanya adalah menambah wawasan tentang banyak hal. Bacalah segala sesuatu yang sekiranya selalu menjadi perbincangan menarik orang-orang; entah itu sesuatu yang berbau politik hingga fakta-fakta unik sekalipun. Eits, kamu tidak perlu kok jadi master berita politik terkini atau belajar panduan humor untuk bisa menarik. Cukup serap saja atau baca cepat informasi yang ada di internet, setidaknya kamu tahu sesuatu yang sedang terjadi di dunia.

Kenali lingkungan barumu dan lawan bicaramu; bicaralah sesuai dengan karakter lingkungan barumu

via: maniladentalservices.wordpress.com
via: maniladentalservices.wordpress.com

Kamu tidak harus kepo berlebihan dengan langsung cari info tentang teman barumu di sosial media. Apalagi jika tidak tahu siapa yang akan kamu temui karena baru bertemu mereka pada hari itu juga. Hal yang paling mudah adalah gunakan insting pengamatmu dan amati dengan saksama orang yang kamu temui; amati gaya berpakaian, logat atau nada bicara, gesture, dsb. Dari hal-hal simpel seperti itu akan tergambar hal-hal apa saja yang terlarang untuk dibicarakan dalam lingkungan tersebut. Misalnya, kamu bertemu dengan rekan volunteer yang berpakaian kasual janganlah memulai perbincangan dengan melemparkan isu-isu politik dengan bahasa alien. Mereka mungkin tertarik dengan perbincangan yang serius, tapi mereka mungkin tidak suka saat harus membicarakannya dengan dahi berkerut.

Ambil inisiatif untuk memulai pembicaraan boleh, tapi jangan dominan apalagi egois

via: BisnisHack.com
via: BisnisHack.com

Untuk kamu yang extrovert pasti sudah tidak tahan kalau tidak ada yang diajak bicara dan sudah bawaan untuk mengajak orang berinteraksi. Sah-sah aja kok kamu memulai pembicaraan, terutama saat tidak ada yang memulai sama sekali. Ketika kamu melempar topik dan ambil inisiasi untuk melontarkan pendapatmu, berilah jeda untuk menanyakan pada orang lain “Menurut kalian gimana deh?”. Jangan biarkan dirimu mendadak jadi pendongeng dan hanya menyisakan waktu kepada orang lain untuk mengangguk kagum pada ceritamu. Belum tentu mereka tertarik, bisa saja mereka mengangguk-angguk agar kamu segera berhenti bicara.

Jika kamu ingin didengar maka perbanyaklah mendengar

via: medicaldaily.com
via: medicaldaily.com

Masih terkait dengan poin sebelumnya, ketika kamu asyik bercerita dan teman-teman menanggapi antusias jangan sampai saat giliran temanmu cerita kamu menunjukkan ekspresi bosan—karena mungkin kamu ingin bicara lagi. Kebanyakan orang gagal dalam menjalin hubungan yang baik karena kurang mau mendengarkan orang lain, tapi dirinya mau selalu di dengar. Ketika orang lain bercerita, ikutlah hanyut dalam ceritanya dan lemparkanlah komentar-komentar singkat yang menunjukkan kamu mendengarkan dan tertarik. Jika kamu melakukan ini, teman kamu akan respect dan menganggap kamu adalah orang yang menarik diajak hangout karena kamu pendengar yang baik.

Ketika pembicaraan melebar dari hal-hal yang kamu tahu, jangan takut bertanya

via: sayamausehat.com
via: sayamausehat.com

Jangan pernah berpura-pura kamu tahu segala sesuatu yang dibicarakan. Jika memang teman-temanmu membahas sesuatu yang baru atau melemparkan istilah yang asing bagi kamu, tanyakan kepada mereka maksudnya. Lebih baik kamu meminta penjelasan daripada saat giliran mereka menanyakan pendapatmu kamu malah tidak tahu. Malu bertanya sesat di jalan; jangan sampai deh kamu nanti dikira orang yang berusaha sok asik agar diterima.

Carilah kesempatan untuk bisa masuk kembali ke dalam percakapan yang membuatmu merasa tersingkir

via: apa.org
via: apa.org

Saat kamu dilanda roaming akibat orang-orang tengah asyik dan hanyut dalam percakapan, berarti kamu kamu kurang menguasai atau tidak ada pengalaman. Jangan panik atau merasa butiran debu. Jangan juga terdiam dan manggut-manggut tanpa ada masukan apapun dalam percakapan, karena itu membuat kamu terlihat gak asik di mata orang. Tetap dengarkan apa yang dibicarakan dan temukan inti dari pembicaraan mereka. Jika mereka berbicara tentang teknologi, sambar dengan hal yang kamu tahu tentang teknologi atau fakta-fakta seru yang kamu tahu. Kamu bisa menyela pembicaraan dengan halus dan mengutarakan apa yang kamu ketahui yang sekiranya akan menarik perhatian mereka misalnya, “eh, ngomong-ngomong soal drone dan hal-hal canggih lainnya, masa sekarang ke Mars aja harus booking dulu.”

Jangan pernah berpikir kamu harus melakukan apapun untuk diterima

via: hipwee.com
via: hipwee.com

Kamu berusaha untuk menjadi orang lain atau pasrah-pasrah menerima pendapat agar diterima orang lain? BIG NO! Jangan pernah lakukan itu, Kawan Muda. Kamu bisa menentukan pilihan, jangan mau hanya ikut arus. Jika pembicaraan atau kegiatan yang dilakukan teman-teman baru lama-lama kurang menarik bagimu atau tidak seperti yang kamu inginkan, kamu punya hak untuk meninggalkan mereka dan memilih menjauh. Jangan sampai karena kamu berusaha diterima kamu tidak menjadi dirimu sendiri. Setiap orang memiliki daya tarik dan bila kamu telah berusaha berinteraksi sebaik mungkin tetapi teman-temanmu ternyata membuatmu meninggalkan hal-hal atau kebiasaan yang kamu suka, lebih baik kamu meninggalkan mereka. Bisa saja kan malah mereka yang gak asik?

 

Pada dasarnya tidak ada orang yang membosankan atau sok asik, yang ada hanyalah sifat atau perbuatan seseorang yang membuat mereka nampak membosankan dan gak asik. Setiap orang punya sisi menariknya masing-masing, hanya bagaimana cara dia menunjukkan sisi menariknya itu dengan cara yang tepat—baik dalam pertemuan pertama ataupun dalam interaksi sehari-hari dengan kawan lama. So, Kawan Muda, jadilah dirimu sendiri dan buktikan kalau kelebihan kamu dan hal yang positif yang kamu miliki itu menarik!