Alasan mengapa orang yang pendiam malah justru banyak penggemarnya


Orang-orang pendiam cenderung memiliki pribadi introvert. Manusia-manusia introvert cenderung tertutup, pendiam, membenci keramaian, dan selalu merasa lebih nyaman kalau ia sedang sendiri. Mereka berbandingterbalik dengan orang-orang ekstrovert.

Menjadi pribadi introvert bukan berarti akan menghambat Kawan Muda sekalian untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Tengoklah Courteney Cox, ia juga seorang introvert, namun bisa menjadi aktris, produser dan direktur ternama di Amerika. Tapi jangan pernah juga berpikir bahwa orang introvert itu tidak cocok jika berjodoh dengan orang ekstrovert. Lihatlah Laura Bush, istri presiden Amerika ke-43, George Bush. Laura sangat introvert, sedangkan George begitu ekstrovert. Kenyataannya, mereka masih mempertahankan hubungan hingga tulisan ini Kita Muda terbitkan. Jadi intinya, jangan pernah minder menjadi introvert. Malah justru harus bangga. Karena asal Kawan Muda tahu, introvert itu malah punya banyak penggemarnya loh. Kok bisa? Nah, ini dia alasan-alasannya:

1. Susah diajak bergaul. Tapi sekali bisa akrab dengannya, bisa akrab selamanya.

via: www.playbuzz.com
via: www.playbuzz.com

Tidak mudah menjalin keakraban dengan para introvert. Mereka adalah para manusia yang gemar menutup pintu rapat-rapat. Tak heran, kalau mereka kerap susah diajak untuk bergaul. Tapi kalau Kawan Muda pandai mengambil hatinya, cerdas dalam mengesankannya, maka jangan heran kalau kemudian ia akan menganggapmu sebagai sahabat karib yang bisa-bisa, akan terjalin awet. Selamanya!

2. Orang pendiam, cenderung lebih rendah hati.

via: eLearningMind.com
via: eLearningMind.com

Orang-orang pendiam lebih banyak mengamati. Suka sekali menambah informasi-informasi ke dalam pikirannya. Sehingga ia banyak tahu. Dari banyak tahu, ia banyak merenung. Bandingkan dengan orang-orang yang dangkal sekali ilmunya. Karena kurang tahu, mereka cenderung lebih congkak. Jadi jangan heran kalau orang-orang pendiam lebih rendah hati.

3. Lebih banyak yakinnya, ketimbang ragunya.

via: AskMen.com
via: AskMen.com

Sesuai dengan poin nomor 2 pada artikel ini, maka bisa dipastikan bahwa orang-orang introvert banyak yang lebih matang pikirannya. Karena ia memiliki jumlah informasi yang cukup dalam pikirannya. Karena jumlah informasi yang orang-orang introvert lebih banyak, maka ia pun lebih bijak dalam memutuskan. Sehingga, orang-orang introvert lebih banyak yakinnya ketimbang ragunya.

4. Orang pendiam cenderung lebih loyal.

via: WorkItDaily.com
via: WorkItDaily.com

Seperti yang dibahas pada awal tadi, bahwa orang-orang pendiam atau introvert sangat selektif dalam mengizinkan siapa-siapa saja yang boleh masuk ke dalam kehidupannya. Sehingga kalau sampai tercipta sebuah lingkaran pertemanan dengannya, maka jangan heran kalau ternyata orang-orang introvert itu akan menjadi sahabat yang loyal.

5. Orang pendiam banyak berpikir dan merenung. Sehingga ia akan hati-hati dalam berbicara.

via: Entrepreneur.com
via: Entrepreneur.com

Orang introvert cenderung pendiam. Orang pendiam, jelas-jelas irit dalam berbicara. Tentu, setiap akan mengatakan sesuatu, akan dipertimbangkan baik-baik. Tak salah kalau ia kerap hati-hati dalam berbicara.

6. Karena jarang berbicara, orang pendiam lebih bisa menghargai lawan bicara. Salah satunya dengan menjadi pendengar yang baik.

via: blog.hrtechweekly.com
via: blog.hrtechweekly.com

Ya, karena pendiam, maka jelas ia irit dalam berkata-kata. Maka saat mengobrol, ia lebih bisa menghargai lawan bicara. Yaitu dengan cara menjadi pendengar yang baik. Bersyukurlah wanita-wanita yang begitu haus ingin didengarkan, lalu berjodoh dengan pria-pria introvert.

7. Lebih suka membebaskan orang lain untuk menjadi dirinya sendiri, ketimbang memaksanya.

via: Entrepreneur.com
via: Entrepreneur.com

Orang-orang ekstrovert cenderung vokal. Mereka begitu berani mengungkapkan apa-apa yang menjadi kegundahan dalam pikirannya. Termasuk, saat ia memercayai suatu kebenaran. Terkadang, mereka tak segan-segan untuk memaksakan itu kepada orang-orang yang mereka sayangi.

Berbeda dengan orang introvert yang lebih banyak mempertimbangkan. Alih-alih memaksakan kehendak, ia lebih memilih untuk membebaskan orang lain agar menjadi dirinya sendiri.