Cewek kamu punya karir lebih tinggi, dan kamu minder? Atasi saja dengan hal ini!

cowok sedih
Image Credit : Hdwallpapersrocks.com

Cowok, punya karir lebih tinggi dari cewek, itu sudah biasa. Karena memang kebanyakan juga begitu, meskipun belakangan para wanita karir sudah mulai bermunculan. Ini baik, karena itu berarti pendapatan keluarga juga akan ikut meningkat. Logikanya, sih. Karena banyak juga istri-istri yang tak bekerja, lalu oleh Tuhan rezekinya diberikan melalui suaminya. Sehingga si istri bisa fokus menempa diri, mengurusi rumah tangga, dan membesarkan anak-anak agar menjadi generasi yang berkualitas.

Tapi bagaimana kalau suami dan istri berkarir, namun dalam perjalanannya malah karir sang istri yang lebih tinggi? Tentu ini akan menjadi kesenjangan tersendiri. Karena finansial, ialah salah satu lini yang berpotensi mengancam keamanan biduk rumah tangga. Hei.. Kawan Muda yang pria-pria, apabila kamu mengalaminya, segeralah mengambil tindakan dengan melakukan hal-hal ini:

1. Jangan berpuas diri dengan karir yang kamu miliki. Cobalah cari kerjaan sampingan. Jadi freelancer, mungkin?

laptop
Budapesttimes.hu

Belakangan ini, marak sekali pekerjaan freelance. Alias pekerjaan sampingan yang tak mengharuskanmu untuk setiap hari berangkat ke kantor dan terikat dengan kontrak kerja. Salah satu minusnya, mungkin ialah tak adanya jenjang karir. Namun ini sangat cocok buat Kawan Muda yang sudah bekerja, dan ingin memiliki penghasilan tambahan.

2. Menempa diri dengan skil baru.

via: www.robertgalati.com.au
via: www.robertgalati.com.au

Kata siapa, hal-hal yang sifatnya informal, sangat susah untuk dijadikan duit? Ada banyak loh celah-celah yang bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri, yang itu datangnya justru dari lini-lini informal.

Ada banyak pilihan. Kawan Muda bisa segera memulainya. Salah satunya dengan mengambil kursus menjadi Master of Ceremony atau pembawa acara, misalnya. Kalau sudah mahir dan dikenal, maka job-job nge-MC akan berdatangan. Jangan salah, MC ini juga merupakan salah satu pekerjaan sampingan bergaji tinggi. Sekali nge-MC bisa ratusan ribu, bahkan sampai jutaan rupiah.

3. Isi waktu luang bersama teman-teman, jalin relasi melalui ngopi-ngopi.

via: Freelancer.com
via: Freelancer.com

Wanita merasa bangga dengan prianya, karena banyak hal. Kalau yang di atas tadi Kita Muda membahas soal finansial, maka kali ini soal relasi. Wanita merasa bangga dengan pria, karena ia memiliki banyak relasi orang-orang hebat.

Apakah itu berarti bahwa pria hanya harus berteman dengan yang hebat-hebat saja? Tidak. Tetaplah berteman dengan semua orang, berbaik hatilah kepada mereka. Karena kita tak pernah tahu, mana teman yang kemudian akan terkonversi menjadi saudara, dan mana teman yang selanjutnya akan berubah menjadi relasi bisnis.

4. Mulailah mengubah penampilan.

via: blog.travelshopa.com
via: blog.travelshopa.com

Wanita itu tempatnya keindahan. Mulai dari ujung rambut, hingga ujung kaki. Maka tak heran bila mereka selalu membiasakan diri untuk menjaga keindahan yang mereka miliki dengan cara mendandani dirinya menggunakan hal yang indah-indah. Dalam hal mereka berpakaian, bertutur kata, dan berperilaku, misalnya. Karena kebiasaan-kebiasaan baik itu sudah menempel kuat pada diri mereka, itu kenapa wanita sangat suka kalau prianya sedang dalam keadaan rapi, wangi nan klimis.

Maka dari itu, sebagai pria, kalau Kawan Muda merasa penghasilannya masih lebih rendah ketimbang wanitamu, ya setidaknya, rubahlah penampilanmu. Apakah harus keluar biaya banyak? Oh, tidak! Tetap pakai saja baju-baju yang ada, asal disetrika. Lalu, biasakan pakai parfum, deodoran, minyak rambut. Jangan sampai, dalam hatinya, wanitamu protes:

“Sudah berpenghasilan rendah, kucel pula! Nasib. Nasib.”

5. Jika semua cara sudah dilakukan, dan hasilnya belum memuaskan, ikhlaskan. Tetaplah berdoa, tetaplah bekerja.

via: LikeSuccess.com
via: LikeSuccess.com

Cara-cara di atas ialah tips dari Kita Muda saja, untuk meminimalisir tingkat keparahan kamu, hey Kawan Muda yang laki-laki. Maka apabila ada pertanyaan: manakah yang lebih baik untuk dipraktikkan? Maka jawabannya ialah, semuanya!

Lantas, kalau semua sudah diupayakan, dan hasilnya masih begini-begini saja, lalu bagaimana? Ikhlaskan saja. Ya, ikhlaskan. Bukankah selama ini manusia memang tak pernah punya kuasa pada hasil? Bukankah selama ini kuasa manusia hanya ada pada doa-doa dan usaha? Lalu, bila apa-apa yang didoakan dan diupayakan belum menampakkan hasil, mengapa harus risau? Tetaplah berdoa, tetaplah bekerja.