6 Alasan kenapa memaafkan lebih sulit daripada minta maaf

memaafkan
Image Credit : Wovgo.com

Orang yang berjiwa besar adalah orang yang sanggup memaafkan dengan mudah dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Yakin sepakat dengan kalimat ini?

Mungkin sebagian dari kamu akan berkomentar kayak gini nih:

“Kayaknya sulit banget deh memaafkan, apalagi yang udah ketahuan selingkuh! Tiada ampun layauu!”

“Hmmm….susah lah memaafkan, apalagi buat orang yang suka ngerebut pacar orang.”

“Nggak setuju, apalagi sama orang yang suka ngutang tapi nggak pernah bayar!”

“Aku udah maafin kok, tapi bekasnya masih berasa.”

Ya, manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ada yang nggak bisa memaafkan sampai bertahun-tahun gegara diselingkuhin, ada pula yang memaafkan tapi belum sepenuhnya ikhlas.

Tapi apa ya yang jadi penyebab, kenapa memaafkan itu jauh lebih sulit daripada minta maaf?

#1. Kesalahan terlalu besar sehingga sulit untuk diikhlaskan begitu saja.

via: Webgranth.com
via: Webgranth.com

Salah satu faktor kenapa memaafkan jadi terasa sulit adalah karena kesalahan yang dilakukan terlalu menyakitkan, sehingga si korban enggan memberi ampun. Kesalahan yang besar bisa menyimpan trauma tersendiri bagi si korban, jadi untuk mendapatkan kata maaf butuh proses yang panjang sampai rasa sakitnya sembuh. Dari si biang kerokpun harus usaha lebih keras untuk mendapat maaf.

#2. Memaafkan terlalu mudah, tidak akan memberikan efek jera.

via: HuffingtonPost.com
via: HuffingtonPost.com

Terkadang ada orang yang memang nggak mau memaafkan karena disengaja. Dia paham bahwa si biang kerok ini hidupnya emang suka bikin masalah, tapi selalu mendapat maaf dengan mudah. Karena gampang mengantongi kata maaf, dia jadi mengulang kesalahan terus menerus.

Lama-kelamaan orang juga akan tahu perbuatannya dan ketika dia bikin masalah lagi, si korban nggak akan memberi maaf dengan mudah agar si biang kerok merasa jera.

#3. Semakin memperlihatkan sikap baik supaya dimaafkan, semakin sulit untuk memberi maaf secara cuma-cuma.

via: 99PCWallpapers.com
via: 99PCWallpapers.com

Kalau ada orang berbuat salah pasti dia berusaha minta maaf dengan menunjukkan sikap baik agar dimaafkan. Entah itu membelikan sesuatu, membuat kita senang atau hal-hal yang memanjakan kita. Terkadang kita jadi sulit memaafkan karena nggak mau kehilangan momen, di mana dia berbuat baik sebaik-baiknya ke kita.

Kita sengaja ngambek berlama-lama agar bisa menikmati keuntungan dari kesalahan yang dia perbuat. Memang jahat sih, tapi kita juga nggak bisa nolak kalau permohonan maaf berbentuk tiket nonton gratis atau diajak makan di restoran mahal sampai kita benar-benar memaafkannya. Iya nggak?

#4. Karena latar belakang si biang kerok yang tidak baik.

via: Newsweek.com
via: Newsweek.com

Memaafkan seseorang memang butuh proses, tapi kita pasti cepat luluh ketika kita tau orang yang melakukan kesalahan itu adalah salah satu orang yang disayang, misalnya saudara. Sebesar apapun kesalahan yang mereka perbuat tetap aja itu adalah saudara kita, ada ikatan keluarga.

Tapi beda cerita ketika yang melakukan kesalahan adalah orang yang nggak kita tau latar belakangnya seperti maling, pembunuh, penculik, pasti kita benar-benar dongkol dan sulit mengikhlaskan.

#5. Dorongan orang-orang sekeliling membuatmu susah untuk memaafkan orang tersebut.

via: PublicDomainPictures.net
via: PublicDomainPictures.net

Memaafkan jadi terasa sulit juga bisa disebabkan karena orang-orang disekeliling kita loh. Pendapat sahabat atau saudara terhadap orang yang berbuat salah kepada kita, bisa mempengaruhi penilaian kita terhadap orang tersebut.

Mungkin temanmu pernah disakiti dengan cara yang sama dan dengan orang yang saat ini berbuat salah padamu. Sehingga dia memiliki pengalaman yang bisa diceritakan dan beranggapan bahwa si biang kerok memang nggak pantas mendapat maaf dari siapapun termasuk kamu.