Teruntuk istri dari lelaki yang pernah menjadi kesayangku

Jangan pernah mengkhawatirkan keberadaanku. Karena posisiku sudah tak lagi berarti untuknya. Bagaimanapun yang telah berlalu biarlah berlalu.

Open list
7 submissions already

Hai, izinkanlah aku memperkenalkan diri kepadamu, wahai perempuan yang kini menjadi pendamping seseorang yang pernah kusebut lelakiku. Ah, janganlah sebut diriku dengan sebutan ‘mantan’. Karena itu terlalu vulgar dan cenderung menyakitkan. Sebut saja diriku ‘alumni kesayangan’.

Bukan, bukan karena aku berharap selalu bersemayam dalam kenangan, melainkan hanya itu sedikit kebaikan hatimu yang kuharap untuk menenangkan sedikit sayatan dalam hatiku ini.

Wahai perempuan yang beruntung, kumohon dengarkanlah ini:

2. Tolong Jangan Pernah Sebut Diriku Dalam Biduk Rumah Tanggamu

Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengikhlaskannya setulus hati. Karena itu, sejak kalian berjanji untuk sehidup semati, kuakui aku tak lagi bernyali untuk memperjuangkan rasa dalam hati. Aku terlalu tahu diri untuk melakukan itu. Aku telah mundur dan menyerah, jadi jangan pernah sebut namaku jika kalian sedang ada masalah.

by

3. Saat Itu Senyumnya Lebih dari Cukup Untuk Menjadi Alasanku

Bahagianya adalah bahagiaku, sedangkan dukanya lebih dari sekedar duka untukku. Karena itu selalu kuusahakan mati-matian untuk membuatnya nyaman dan merasa diinginkan. Sedari dulu telah kulakukan segala cara untuk menjauhkannya dari luka. Bahkan tak ada jawaban selain ‘iya’ ketika dia ahirnya memutuskan untuk memilihmu. Sebagaimana dulu tugasku mengusahakan yang terbaik untuknya, kini tugas itu milikmu.

by

4. Tolong Jangan Pernah Perlakukan Ia Seperti yang Kesekian

Waktu pernah menjadi saksi bahwa dulu aku dan dia pernah berusaha untuk menua bersama. Namun kini aku sadar dengan benar bahwa rencana itu hanyalah tinggal rencana tanpa restu Tuhan. Kuyakini restuNya memang dilimpahkan kepada kalian. Dulu ia terbiasa menjadi satu-satunya dan prioritas utama dalam hidupku. Kini, di dalam hidupmu, jangan pernah perlakukan ia seperti lelaki kesekian.

by

5. Tolong Jangan Kabarkan Sedikit Saja Ketidak Bahagiaanmu

Dia ku ikhlaskan hanya untuk agar kau bahagiakan. Betapa masih ku ingat tutur lembutnya bahwa bahagianya adalah denganmu. Jangan pernah bertanya apa aku terluka. Karena engkau tentu tahu jawabnnya. Namun tenang saja, tentu aku masih lebih dari sanggup untuk menahannya. Jadi, jangan pernah kehabisan cara untuk berbahagia bersamanya atau minimal jangan pernah tampakkan kedukaan di sosial media.

by

7. Izinkanlah Aku Undur Diri

Dengan ini aku menegaskan kepadamu atas pengunduran diriku dari hati dan hidup suamimu. Jangan pernah menghawatirkan keberadaanku. Karena posisiku sudah tak lagi berarti untuknya. Bagaimanapun yang telah berlalu biarlah berlalu. Meski yang telah terjadi tak bisa dihapuskan namun yang akan datang tentu masih bisa direncanakan. Dan rencanaku adalah tidak akan pernah mencintai lelaki yang sama untuk kedua kali, termasuk lelakimu kini. Semoga itu bisa mendamaikan hatimu. Baik baik ya dengannya. Aku pamit. Salam.

by

Add your submission

Upload image Embed content

This field is required

Drop files here

or

Cancel

Maximum upload file size: 2 MB.

Processing...

This field is required

e.g.: https://www.youtube.com/watch?v=WwoKkq685Hk

Processing...

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!