Apakah caraku mencintaimu ini salah?

cinta dan sayang

Orang bilang bahwa mencintai itu harus dipenuhi perjuangan. Perjuangan bersama, bukan hanya berjuang sendiri. Tapi, bagaimana caranya agar aku bisa mengetahui kalau kami sama-sama berjuang? Bukan hanya aku sendiri yang berjuang.

Aku tahu sangatlah sulit untuk memendam rasa cemburu dan rasa ingin selalu bersama, tapi aku selalu berusaha untuk meminimalkan, bahkan menghilangkan rasa negatif yang selalu muncul di benak. Dampaknya aku merasa diriku semakin tertekan dan saat dia pergi, aku akan menangis sendirian sambil memikirkan solusi yang terbaik untuk mengatasi masalah ini.

Sering sekali kami bertengkar hanya karena masalah remeh, yang bisa dibilang karena rasa cemburuku dan ingin menarik perhatiannya. Sebenarnya aku juga tidak ingin seperti itu, tapi apa yang harus kulakukan? Langkah apa yang tepat?

Ceritakan padanya. Aku menceritakan masalah tersebut pada sahabatku yang terdekat dan dia menyarankan untuk menceritakan masalah ini pada dia dan cari jalan bersama-sama. Aku tidak perlu takut ataupun ragu, karena kami sedang menjalin suatu hubungan yang serius dan tidak seharusnya aku terus memendam dalam hati.

pasangan bicara
Foto : withintheheartofme.blogspot.com

Aku melakukan saran tersebut. Aku mengajaknya bicara dan menceritakan masalahku padanya, bahwa aku masih cemburu, tidak yakin pada cewek-cewek yang mungkin saja menggodanya dan aku bukanlah wanita yang hanya bisa mengiyakan apa yang ingin dia lakukan tanpa memberikan komentar negatif. Dengan gampangnya, dia menepis semua rasaku dan mengatakan bahwa aku harus TRUST padanya dan jangan berpikir yang negatif sebab dia akan selalu setia.

Tetapi, hasil akhirnya terkadang sangat mengecewakan. Kami bertengkar dan aku yang lagi-lagi mengalah dan hasilnya adalah aku memendam rasa negatif yang lain meskipun sedikit plong.

Tuangkan dalam tulisan. Beberapa minggu ini, aku selalu meluangkan kesedihanku dalam menulis sambil mendengarkan lagu yang kurasa cocok dengan moodku. Menurutku, cara ini berhasil dan aku bisa menuliskan masalahku sambil tersenyum dan merasa kenapa diriku merasa tersiksa seperti ini, ya.

menulis
Foto : www.biographywritingservices.com

Mungkin tepatnya, aku menertawakan diriku yang lemah ini. Saat menulis dan air mata ingin mengalir, biarkan saja. Karena dengan begitu, dirimu akan menjadi lebih lega dan kau sadar sedang tersenyum dan menertawakan masalah sepele itu.

traveler
Foto : www.tripdesigners.co

Pergi berlibur. Aku pernah menganggap bahwa ini mungkin satu-satunya jalan. Pergi berlibur ataupun jalan-jalan ke mal, karaoke, namun sendirian. Tentu saja aku tidak memberitahukan hal ini padanya. Aku hanya menceritakan pada sahabatku. Sahabatku kaget, tentu saja, dan terus bertanya kenapa padaku. Aku hanya melihat layar handphone dengan senyum tipis. Setidaknya sahabatku menunjukkan rasa care. Terkadang, aku bisa tiba-tiba ingin pergi sendirian sambil melupakan bahwa aku memiliki pacar dan ketika aku pulang nanti, meskipun aku sadar bahwa aku sudah menjalin hubungan, setidaknya perasaanku sudah plong dan aku tidak akan berpikiran yang aneh-aneh lagi. Tapi tidak. Aku tidak pernah bisa pergi sendiri.

Ungkapkan perasaanmu sejujur-jujurnya. Aku benar-benar ingin melakukan hal ini, aku benar-benar ingin mengungkapkan seluruh perasaanku sepenuhnya dengan jujur padanya. Entah tidak berani atau tidak ingin bertengkar, aku pasti tidak bisa. Yang ada hanyalah senyum palsu dengan harapan bahwa ia akan sadar.

sedih banget
Foto : pixhome.blogspot.com

Aku hanya bisa mengungkapkan hal ini pada sahabatku dan hasilnya adalah air mata yang mengalir dari kedua mata. Kenapa dia bisa tidak sadar? Kenapa dia bisa tidak apa-apa? Apakah ini adalah masalah dalam diriku sendiri ataupun hanya aku yang selalu berpikir negatif, sedangkan dia tidak?

Intropeksi diri. Saat dia pergi, aku akan selalu intropeksi diriku sendiri. Mungkin lebih tepatnya, aku selalu intropeksi diri meskipun kami sedang nonton ataupun saat aku sedang mandi. Aku selalu berpikiran apakah aku salah, mungkin memang seharusnya aku tidak berpikiran seperti itu.

Langkah ini selalu menenteramkan hati, tapi hanya dalam jangka pendek. Saat hubungan kami sudah membaik dan tidak ada pertengkaran, ada hal kecil yang bisa saja selalu menjadi bahan pertengkaran. Meskipun memang aku yang mungkin mulai duluan. Tetapi, aku juga ingin dia sadar. Apa sangat susah?

Putus. Ini mungkin hanya pilihan terakhir dan aku bertekad pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan mengatakan hal ini. Sahabatku selalu bertanya, apa kau yakin untuk menjalani hubungan ini? Kalau kau tidak kuat, lebih baik kau putus saja.

putus
Foto : www.playbuzz.com

Aku akan selalu meresponnya dengan menggeleng dan dengan nada mantap, aku menjawab aku tidak pernah berpikiran bahwa aku ingin putus dengannya. Sahabatku selalu tersenyum dan mengatakan semoga saja kau bisa bertahan dengannya dan dia bisa sadar.

Aku benar-benar bingung dalam menjalankan hubungan ini. Meskipun sudah diomongkan baik-baik dan selalu saling menegaskan, apakah memang karena aku cewek makanya selalu penuh curiga? Meskipun aku selalu membayangkan suatu image mengenai cewek yang TRUST dengan kekasihnya, meskipun aku selalu membaca quotes mengenai suatu hubungan dimana kita harus TRUST dan lain sebagainya, tetap saja aku masih meragukan.

Sampai kapan aku bertahan, ya?

Sampai kapan dia akan mengerti, ya?

Apa aku harus memaksakan diriku?

Aku harus menggunakan cara apa agar aku dapat mencintaimu dengan benar?

Mungkin masa depan yang akan menjawabnya.