Dari aku yang selalu mencintaimu

memaksa-cinta
Image Credit : wallpaperfolder.com

Entah sampai kapan rasa ini akan terus mengalir
Menjatuhkan setiap kasih di lelah ku mengejarmu
Saat dimana langkah mu dan langkah ku tak beriringan

Derapan kilat yang tak dapat kuimbangi
Terkadang kudapati benteng kokoh penghalang kisah ku
Tapi, sebisa mungkin aku merobohkan tembok itu

Derapan langkah itu terdengar berlari
Dan kini kau pun menghilang tak berjejak
Seketika aku terdiam dan sadar bahwa aku telah kehilangan cinta ku

Tapi, apa yang harus aku lakukan sekarang?
Haruskah aku diam dan meratap?
Haruskah aku termenung dan menunggu cinta ku kembali?
Ataukah aku harus menangis dengan memandang sisa debu langkahnya?
Atau berandai bayangnya akan menjemputku pulang bersama cintanya?
Apakah harus?

Mungkin aku terlihat bodoh dengan ini
Tapi adakah kamu tahu bahwa kehilangan pandangan itu sakit?
Coba bayangkan kau kehilangan permata hidup mu?

Hal yang selalu kau jaga walau dari jauh?
Pikirkan jika kau kehabisan air saat kau tersedak?
Sesak bukan?

Saat kau tak lagi memiliki hal yang penting dan berharga
Apa lagi yang akan kau banggakan?
Apa lagi yang akan kau kejar saat derapan cinta mu seakan musnah?

Sampai aku terdiam beberapa saat, memutuskan apa selanjutnya
Dan aku tertiup hembusan angin tenang nan damai
Yang membelai kulit ku yang selama ini tak terurus
Sampai sang angin menyentuh setiap goresan luka yang tercipta

Aku pun sadar,
Aku tahu
Bahwa sampai saat itu kau tak pernah benar-benar peduli

Kau tidak mau tahu
Kau bahkan mungkin tidak menganggap ku

Atau mungkin aku hanya seorang wanita gila yang rela hancur demi mengejar mu?
Mungkin begitu.

Sampai saat debu masalalu itu berputar di depan ku
Tornado waktu memutar kisah lalu ku
Disanalah aku sadar bahwa aku memang tak pernah berarti dan berharga

Bahwa kita seperti dalam sebuah permainan
Kau berlari dan aku mengejar
Kau asik meninggalkan dan aku terus berjuang

Bukankah begitu?

Hm…ya miris memang

Tapi begitulah cinta, akan selalu ada yang terus disakiti
Dan akan selalu ada orang tidak punya hari yang selalu menyakiti
Pada akhirnya aku akan berhenti dengan hal gila ini

Aku menyerah dengan ombak semu ini
Aku akan tetap diam disini dan kau akan tetap lari menjauh

Bukankah itu akan lebih menyenangkan dari pada aku harus mengejar apa yang tidak pasti?

Itu akan lebih baik dari pada semua yang telah aku ukir

Kau tetap berlari sampai saatnya nanti kau tersandung batu karma yang menyentak mu untuk menoleh kebelakang
Dan saat itu kau sadar bahwa kau telah jauh meninggalkan orang yang mencintaimu

Ya, kau terlalu enerjik untuk berlari dan tak sadar bahwa aku telah menyerah pada mu

Tidak! Aku tidak akan menyesal untuk itu. Tidak akan pernah
Tapi, disini kau lah yang akan menyesal dengan semua ini!
Karena hidup mu tak akan lagi berwarna

Kisah mu tidak akan lagi indah
Ukiran mu tak akan lagi unik
Karna dia yang mencintaimu, ya aku yang mencintaimu telah memutuskan untuk berhenti dan pulang bersama sedih ku

Aku akan kembali bersama kisah perih ku, dengan segala goresan yang tercipta
Luka batin yang membekas walaupun sembuh
Ya, aku tidak akan pernah menyesal.

Karena aku hanya kehilangan dirimu, kau yang tak pernah  tulus
Kau yang angkuh dan terus pergi dengan egois
Kau yang tak pernah mencintaku

Tapi tidak denga mu
Kau kehilangan orang yang mencinta mu
Orang yang sabar dengan sifat mu yang suka mengulur
Orang yang terus mencintaimu walaupun dia tidak pernah di tanggapi

Ya, saat itulah kau baru terhentak, bahwa kau kehilang
Kehilangan suatu kesenangan yang selalu kau permainkan dulu
Kehilangan suatu angin yang dulu kau hempaskan
Ya, kau akan kehilangan sebuah pelangi di jalan cerita mu

Mungkin juga kau akan kehilang cinta tulus dari ku
Tapi tenang saja, aku tidak secepat itu menghapus sebuah perasaan yang tumbuh
Karena melupakan akan selalu lebih menjadi sakit dari pada di lupakan.