Blak-blakan dengan pasangan sebelum menikah itu perlu. Paling tidak 9 hal ini yang wajib kamu utarakan

terbuka
Image Credit : www.huffingtonpost.com

Merasa yakin dengan pasangan belum tentu akan berjalan langgeng hingga ke perlaminan. Banyak hal yang perlu dipelajari sebelum kamu memutuskan untuk menikah, nggak melulu soal sayang dan cinta tapi juga materi yang cukup dan seberapa jujur dia dalam berkomunikasi denganmu. Misalnya mengenal sifat luar dalam, belajar menerima masa lalunya atau berusaha mengutarakan secara jujur mengenai 9 hal berikut ini :

#1.  Apakah dia pernah resign karena alasan tertentu.

Sepertinya tidak ada hubungan antara pekerjaan dan keyakinan untuk menikah. Tapi jangan anggap sepele, orang yang resign dari perusahaannya bisa karena persoalan prinsip. Jika dia sering resign hanya karena berbeda prinsip bagaimana dengan rumah tanggamu, gaes? Bicaralah soal ini, untuk mengetahui responnya terhadap kebutuhan financial dan jobnya.

#2. Kelemahan dalam hal materi.

sendirian
Foto : www.ibtimes.co.uk

Masih menyangkut materi, namun lebih ke sifat individu. Jujurlah pada pasangan apakah kamu termasuk orang yang boros, mempunyai hutang, memiliki tanggungan keluarga, gaji masih serabutan atau hal lain yang berhubungan dengan uang. Hal ini akan menentukan seberapa cocok kalian untuk saling melengkapi kekurangan.

#3. Perasaan tidak suka terhadap teman yang bisa menimbulkan cemburu.

Berteman itu perlu, tapi nggak semua teman cocok dengan kepribadian kita. Begitu juga dia, mungkin ada satu atau dua teman yang nggak begitu disuka. Ketidaksukaan ini patutnya dibicarakan sebelum kalian menikah agar nggak timbul masalah dikemudian hari.

#4. Jujurlah soal pengalaman buruk masa lalu.

pria sendiri
Foto : www.keyword-suggestions.com

Nggak terelakkan, bahwa tiap orang pasti memiliki masa lalu yang bisa mempengaruhi sikap dan pandangan mengenai masa depan. Beberapa sikap trauma inilah yang harusnya kamu florkan dengan pasangan. Ungkap hal-hal sedih di masa lalu yang bisa meningkatkan empati dan rasa saling mengerti.

#5. Berbagi tujuan hidup seperti visi dan misi.

Alasan kalian menikah adalah untuk menyatukan tujuan hidup, jadi nggak ada salahnya untuk saling berbagi, mendukung  dan saling mengisi soal visi misi yang ingin kalian capai setelah menikah.

#6. Terakhir, pengalaman seksual juga perlu dibagi.

Kebutuhan seksual adalah hal yang mendasar dalam pernikahan. Tak sedikit orang baru mengetahui pasangannya bahwa ia nggak virgin atau memiliki masa lalu yang kurang baik. Agar lebih legowo dan mampu menerima pasangan apa adanya, hendaklah saling jujur satu sama lain soal pengalaman seksual.

BACA JUGA : Untuk calon istriku, bila dia bukan perawan

#7. Jumlah anak yang diinginkan.

ayah ibu anak
Foto : irelandsbabyshow.com

Meski belum menikah tapi jumlah anak yang diinginkan juga harus disepakati bersama. Jangan sampai terjadi kesalahpahaman, karena masalah ini bisa krusial di masa depan.

#8.  Alasan kamu menikah untuk apa sih?

Tanpa perlu dijelaskan, masih banyak pasangan yang bingung menjawab pertanyaan tersebut. Jika masih belum menemukan jawaban alasan kalian menikah, wah perlu dievaluasi tuh…

#9. Target yang ingin dicapai sebelum menikah.

Banyak kok pasangan yang akan menikah jika list keinginannya sudah tercapai. Misalnya, pria akan menikah jika sudah mapan, mencapai jabatan tertentu atau menyelesaikan sekolahnya terlebih dahulu. Dan biasanya, yang paling susah menerima keadaan tersebut adalah para wanita yang kebelet nikah. Tahan dulu ya, kamu dan dia harus benar-benar berdiskusi serius. Jangan paksa menikah jika belum lega dalam mencapai target yang diinginkan. Toh itu juga untuk kebaikan bersama.

Untuk kamu yang hendak menikah, sudah sampai tahap mana nih?