Karena pria akan selalu baik-baik saja

pria
Image Credit : www.drodd.com

Untuk kamu yang kini sedang patah hati, akan aku ceritakan sebuah kisah klasik untuk tetap menjadi pria sejati. Mungkin saja kamu sekarang sedang dicuekin oleh dirinya karena sekarang dia tahu bahwa kamu inginkan cintanya. Ketika itu kamu sudah dekat dan cukup yakin untuk mengungkapkan perasaan padanya, kamupun bergerak mengumpulkan keberanian untuk ungkapkan semuanya.

Cintamu hanya berbuah masalah pada pernafasan.

Nestapa mungkin sedang menimpa dirimu, ketika dirinya berucap “tidak tahu, aku belum memikirkan itu dulu.” Setelah beberapa saat mencari makna dengan berbagai asumsi dari perkataan tersebut, kamu sadar, kamu akan terluka. Kamu tahu bahwa itu adalah sebuah penolakan ala wanita lembut seperti dirinya yang tidak ingin menyakiti siapapun. Kamu harus faham itu. Dan kamu harus menerimanya seluas lapangan didada. Dan inilah waktu yang tepat untuk melatih kesabaranmu.

Hanya saja dalam beberapa hari setelah itu, tiba-tiba kamu mempunyai masalah pernafasan. Seperti ada sesuatu dalam dada yang membuat dirimu terasa sesak. Kamu sering mengambil nafas dalam-dalam untuk membuangnya, HAH!! akan biasa terucap dari mulutmu. Tapi masa bodoh akan hal itu, hidupmu harus tetap berlanjut, begitupun dengan dirinya.

Tenanglah! Semua orang pernah merasa sesak.

Jangan anggap dirimu saja yang pernah merasakan sesak karena hal itu. Semua orang pasti pernah merasakan sesak seperti itu ketika tidak mendapatkan seseorang yang diinginkan. Kamupun demikian, bahkan sebenarnya mungkin sudah berulang kali mendapatkan rasa seperti itu. Namun bedanya sekarang, kamu harus mampu mengontrol hal itu, yang biasanya dapat menimbulkan efek kemarahan terhadap diri, lingkungan bahkan dunia, kini kamu harus tetap tenang demi menjaga kestabilan alam.

Sekarang kamu harus lebih sadar, sesadar dirimu meminum kopi dipagi hari sambil merancang aktifitas untuk hari yang akan dijalankan. Mencoba lebih lembut menerima keputusan darinya selembut roti tawar yang kini sedang dihidangkan bersama kopi hitam pagi ini.

Jangan dipikirkan, kamu sudah mengetahui 2 konsekuensi.

Kami tidak perlu bangkit untuk hal itu, karena apanya yang harus dibangkitkan ketika kamu tidak perlu lagi memikirkan. Kamu akan baik-baik saja, tidak boleh sakit hati secara mendalam, walau tetap terasa sesak, biarkan. Karena secara logika, dirinya memang pantas memberi keputusan. Karena sebelumnya kamu harus sudah siap menerima jawaban diantara dua jawaban.

Jangan berharap lagi, tapi tetaplah baikan.

Pastikan kamu tidak berharap lebih lagi setelah mendapatkan jawaban yang tidak diinginkan. Tapi ingat, jangan pernah melakukan kebodohan setelah mengetahui kenyataan bahwa cintamu bertepuk sebelah tangan. Biasanya seperti kamu ingin balas dendam terhadap dia yang menolakmu. Dengan cara-cara naif kamu sebarkan kebencian lewat media sosial.

Jangan, jangan seperti itu, bukan seorang pria sejati jika dirimu menaruh dendam padanya, tidak sama sekali tidak boleh. Harus dipastikan bahwa kamu tidak akan pernah membencinya, kamu akan tetap baik padanya. Tidak juga menyebarkan apapun tentang kejadian itu, tentang rasa-rasa yang membuatmu sesak nafas, biarlah untuk konsumsimu semata. Nanti juga akan hilang sendiri setelah beberapa hari.

Walau kini dia benar-benar mengabaikan…

Ketika kamu sudah mulai menerima dengan lapang dada akan keputusannya, kamu secara sadar hanya bertutur sapa sebagai teman yang pernah dia kenal. Tapi tiba-tiba kamu bertanya-tanya ada apakah gerangan? sepertinya sekarang dirinyalah yang membencimu, mengabaikanmu. Dia sekarang benar-benar mengacuhkanmu. Apa yang membuatnya berpikir bahwa kamu pantas untuk benar-benar dibuang dari keramaian hidupnya. Apakah dia takut bahwa kamu masih mengharapkannya? apakah dia berpikir bahwa kamu masih mengejar dirinya?

Jika seperti itu yang ada dalam pikirannya, maka dia salah besar. Kamu sudah faham dan sangat jelas akan keputusannya. Dan kamu sangat menghormati itu, juga dengan komitmen kamu hanya untuk menyampaikan rasa saja. Menghubunginya sekarang hanya untuk memastikan bahwa tidak ada yang harus terluka. Tapi kenapa dia sekarang bersikap seperti jahat padamu. Tidakkah dia ingin bersikap biasa saja seperti sedia kala?.

Pria akan baik baik saja dan tetaplah menjadi baik.

Percayalah, berpikirilah positif bahwa dia baik-baik saja. Tetaplah menjadi orang baik sekalipun dia akan terus mengabaikanmu. Hanya saja mungkin kamu merasa heran dan bertanya-tanya. Apakah dia sebegitu bencinya padamu yang telah membuat keputusan terlalu cepat. Apakah dia merasa terbebani atas namamu dibawah tanda tangan yang dituliskan untuknya. Apakah dia benar-benar muak dengan kelakuan konyolmu waktu itu? Semua masih pertanyaan.

Sekarang kamu hanya ingin bersikap biasa saja, kamu ingin kondisinya seperti dulu lagi. Tapi lantas kenapa dirinya yang merasa terbebani sekarang, dan tidak bersikap fun saja seperti dulu. Padahal kamu akan membiarkannya bercanda tentang konyolnya menyatakan perasaan padanya. Kamu mungkin sudah mencobanya, tapi sepertinya dirinyalah sekarang yang terbawa perasaan.

Karena kita memang pemberani, wanitalah yang salah bersikap.

Kamu tidak perlu merasa berdosa ketika kamu hanya bilang “Aku Menyukaimu” dan dia juga tidak salah mengabaikanya. Tapi yang perlu dia catat dalam hal ini, dia tidak perlu berubah jadi tidak baik pada orang yang hanya menyatakan suka padanya. Tidak perlu menunjukan dia tidak perduli lagi. Karena kamu tahu dan bisa merasakannya. Menghubunginya kembali bukan berarti kamu mengharap lagi. Kamu sebagai pria hanya memastikan semua orang harus tetap menjadi baik, seburuk apapun kelakuan orang terhadap kita.

Bapernya gak abis-abis.