Tanda-tanda bila kamu sudah tidak se-frekuensi lagi dengan temanmu

kehilangan-teman
Image Credit : www.collective-evolution.com

“People come and go,” begitulah bunyi pepatah yang seringkali kita dengar. Dan nggak ada yang salah dengan ungkapan itu. Dalam hidup ini kita dipertemukan dengan banyak orang di dunia. Dari pertemuan lalu naik level ke perkenalan lalu naik lagi menjadi pertemanan atau persahabatan, bahkan menjadi lebih dari teman. Lalu dalam perjalanan tersebut apakah selamanya sebuah hubungan pertemanan akan baik-baik saja?

Dipertemukan dengan seseorang mempunyai maksud tersendiri. Ada yang membawa kebaikan ada pula sebaliknya. Makanya dalam pertemanan pun ada pilihannya, apakah Kawan Muda mau menjadi teman dekat atau hanya sekadar kenal saja? Tapi bagaimana jadinya bila Kawan Muda yang sudah berteman sangat lama dengannya, pada akhirnya harus berakhir di tengah jalan karena sesuatu dan lain hal?

Semua bisa saja terjadi dan bukan tidak mungkin tanda-tanda kamu sudah tidak lagi sefrekuensi dengannya ada di bawah ini lho :

Sering membatalkan janji bertemu.

via: greendoorrelaxation.net
via: greendoorrelaxation.net

Seseorang membatalkan janji adalah hal yang biasa. Apalagi dalam dunia pertemanan. Tetapi terkadang dari kejadian pembatalan ada yang harus dikecewakan. Mungkin kamu bisa mengerti bila alasan temanmu membatalkan janji itu masuk akal, terlebih ada keperluan urgent yang mendadak yang tidak bisa Ia tolak. Kamu nggak mungkin dong jadi teman yang nyebelin karena memaksanya bertemu denganmu.

Yang benar-benar tidak masuk akal adalah bila temanmu sudah berkali-kali membatalkan janjinya dengan alasan yang nggak masuk akal alias ngeles melulu, apalagi bila di H-1. Apa nggak ngenes banget tuh? Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kamu harus menyadari kalau Ia sedang menjaga jarak darimu. Biarkan saja.

Sibuk dengan teman-teman barunya.

via: esn.studorg.liu.se
via: esn.studorg.liu.se

Sudah ada yang baru, yang lama dilupakan. Pernyataan ini sangat cocok buat kamu yang seringkali dicuekin gara-gara temanmu yang sudah sibuk dengan teman-teman barunya. Polanya begini: ketika Kawan Muda sedang ada masalah dan butuh curhat dengannya, tapi ia tidak lagi menyadari itu. Sebagai teman yang baik, harusnya bisa membaca keadaan yang sedang dialami temannya. Bertemu dengan lingkungan baru memang bisa mempengaruhi pergaulan, terlebih teman-teman barumu ada di kategori pergaulan ‘fancy’. Makanya jangan mudah terlena dengan teman-teman barumu yang hanya baru kenal dalam hitungan hari ataupun bulan. Sementara teman yang sudah setia bertahun-tahun mendampingimu, dilupakan begitu saja. Sama teman saja kamu udah nggak setia, apalagi sama pasangan. Hmm..

Baru Dihubungi ketika ada butuhnya aja.

via: hdwallpapersrocks.com
via: hdwallpapersrocks.com

Pernah ngerasain baru dihubungi karena ada butuhnya aja? Mudah-mudahan nggak ya, karena kalau udah kayak gitu namanya kamu sedang dimanfaatkan disaat temanmu itu sedang kesusahan. Sementara pas lagi senang dia nggak ada ingat sama kamu sedikitpun. Teman kayak begini nih yang nggak tau diri..

Sudah tidak lagi mau mendengarkan nasihatmu.

via: www.sweetyhigh.com
via: www.sweetyhigh.com

Sebagai teman yang baik, udah seharusnya kan kita memberikan nasihat yang baik bila teman atau sahabat kita sedang mencurahkan perasaan hatinya yang sedang gundah. Memberi nasihat memang terlihat simple alias ngomong doang mah gampang. Padahal memberikan nasihat itu juga nggak asal-asalan lho, temanmu ikut membantu berpikir untuk memecahkan masalahmu, jadi nggak ada salahnya untuk didengarkan, bukan malah dibiarkan saja lalu kamu mengulang curhatanmu itu berkali-kali tanpa mau menjalankan nasihat dari temanmu. Lama-lama dia nanti akan merasa nggak lagi dibutuhkan dan perlahan menjauhimu. Sebaiknya, apapun nasihat yang diberikan oleh temanmu, hargailah.

Terjadi masalah internal antara kamu dan temanmu.

via: www.understood.org
via: www.understood.org

Dalam pertemanan bukan nggak mungkin ada perdebatan diantara kamu dan temanmu. Masalahnya bisa bermacam-macam. Terkadang beberapa masalah bisa diselesaikan dengan baik ataupun juga nggak. Jika ada suatu masalah yang dapat membuat kamu dan temanmu sudah tidak lagi bisa berjalan bersama lagi, sudah dipastikan masalahnya sangatlah serius.

Pada dasarnya berteman yang itu saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing, bukan untuk menonjolkan kehebatan salah satu dari kalian. Kalaupun memang kamu hebat, atau temanmu lebih hebat, sudah pasti kalian akan saling mendukung, bukan malah ingin eksis sendiri.

Komitmen dalam berteman itu pun penting. Karena dengan mengingat komitmen, seburuk apapun perlakuan teman yang Kawan Muda terima, kamu masih tetap menganggapnya teman. Sulit lho menemukan teman yang sudah klop itu di jaman sekarang. Udah paling bener deh kalau Kawan Muda jadi orang yang setia kawan. Tapi semua balik lagi ke diri masing-masing, semua adalah pilihan yang sudah pasti ada resikonya. Jadi.. ikhlaslah dalam berteman ya.