Aku mencoba menjadi pahlawan diantara banyak pahlawan yang lebih epic

couple
Image Credit : www.gettyimages.co.uk

Di hari minggu itu, kamu yang telah lama kudambakan, hadir kembali di depanku dengan pilu. Diriku bertindak mencoba memasuki dan memahami apa-apa yang menimpamu.

Raut wajahmu yang mencerminkan bahagia didepan orang lain tidak bisa membohongi pengamatan diriku. Matamu yang sayup dan badanmu yang mengecil adalah tanda dirimu dirundung kesedihan yang begitu dalam. Sehingga aku berinisiatif merecokimu agar kamu mampu bangkit.

“Dan aku mencoba menjadi pahlawan diantara banyak pahlawan yang lebih epic.”

Aku memang tidak seberbobot pahlawan lain yang mempunyai senjata-senjata canggih dan keren. Yang aku andalkan hanyalah jati diri semata. Senjataku hanyalah gambar ilustrasi berserta teks yang mungkin bisa dipahami. Sedikit jurus konyol dengan joke alakadarnya.

Aku ikut berperang, bertaruh atas nama satu kata yang aku agungkan. Untuk sekedar mengobati hatimu, wahai Putri yang dirundung pilu.

Semoga saja apa yang aku lakukan bisa berarti bagimu. Setelah itu aku akan kembali pulang dan menjalani hari seperti biasanya. Aku hanya cukup bahagia jika kamu bisa bangkit.

Kamu mungkin sudah tahu diriku dimasa dulu. Diriku dengan penampilan yang tak semewah borjuis anak barat dan yang tak berkendara kereta kencana ini, hanya tampil mencoba meyakinimu bahwa aku layak menjadi pejuangmu.

Inilah diriku yang berasal dari sisi timur peta rumahmu, ingin mengajakmu bersama mencari makna. Agar dirimu tahu, pandangan hidup masih luas diluar sana.

Aku memang tidak akan mudah berucap suka jika bukan pada gadis yang kudamba. Tidak mudah bagiku berkata sayang, jika bukan pada gadis pujaan.

Dan kamu adalah gadis yang sungguh-sungguh telah lama kudamba dan kupuja.

Namun aku tidak bisa membuktikan apa-apa selain jujur apa adanya. Untuk sekarang aku tuliskan saja perasaan ini yang sudah lama terbelenggu. Untuk sekedar memastikan dirimu masa depanku.

Walau mungkin ini terlalu dini, tapi keyakinanku sudah lama membumi. Dan semoga kamu mengerti apa arti perjuanganku ini.

Dan setelahnya takdirlah yang menentukan. Tapi aku berharap bahwa akulah pejuang pilihanmu.