Temani aku mendaki, bukan hanya menunggu di puncak

hiking teenager couple
Image Credit : savingteens.org

Setiap orang mungkin beberapa ditakdirkan untuk memulai segala sesuatu itu dari bawah. Sebab tidaklah mudah untuk mendapatkan sebuah keinginan tanpa pengorbanan dan perjuangan.

Sama halnya dengan suatu hubungan, tidak akan hidup jika hubungan itu tidak dilandasi dengan sebuah kebersamaan. Sebuah hubungan tidak akan bisa berdiri sendiri bila hubungan itu dibangun hanya sebelah pihak saja, butuh dua orang yang sama sama kuat. Tidak saling mengisi kekurangan tapi tau bagaimana cara mempertahankan sebuah hubungan itu tanpa ada yang tersakiti.

Dan ketika ada salah satu pasangan tertinggal, bukan kita meninggalkannya begitu saja tapi cobalah untuk selalu berjalan berdampingan melewati setiap prosesnya sama sama.

Seperti apa yang dikatakan Bapak Bj. Habibie beliau mengatakan: “Dibalik seorang tokoh tersembunyi ada dua peran wanita hebat yaitu Ibu dan Istri.

Kata kata dibalik suksesnya seorang pria, dibelakangnya selalu ada perempuan yg hebat yg selalu mendampingi, itu memang benar adanya. Tanpa perempuan pria bukanlah siapa siapa.

Mendampingi seseorang dari nol sampai sukses itu tugas yang sangat mulia, tidak semua mampu bisa melalukannya. Terkadang jika kita sudah berhasil dan berada diatas, kita melupakan orang-orang yang dulu menemani kita berjuang. Dan setelah berhasil kita didampingi orang yg berbeda. Padahal berjuang bersama sama itu lebih indah dan lebih bisa merasakan bahwa untuk mendapatkan segala sesuatu tidaklah mudah butuh usaha keras dibanding kita hanya menunggu dipuncak saat dia berhasil kita tidak akan pernah tahu bahkan merasakan rasanya berjuang itu seperti apa.

Maka, temanilah aku saat mendaki bukan menunggu aku di puncak. Agar kita tau untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan itu butuh pengorbanan dan perjuangan.