3 Komponen yang harus kamu miliki untuk membuktikkan bahwa cintamu dengan pasangan adalah cinta ideal

pasangan
Image Credit : www.qqxxzx.com

Kawan Muda semua pasti pernah jatuh cinta kan? Karena jatuh cinta itu manusiawi. Cinta hadir bagi kita yang menginginkannya.

Cinta adalah salah satu tema yang paling umum dalam lagu-lagu, film, dan kehidupan kita sehari-hari. Sebagian orang dalam budaya kita menerima cinta sebagai pengalaman manusia yang umum. Cintapun bisa diartikan dengan banyak sisi baik itu pada keluarga, teman maupun pasangan.

Bicara cinta kepada pasangan, teman-teman mungkin sudah punya pasangan masing-masing kali ya? Kalo ga berarti jomblo *ups, hehe … Tapi gausah khawatir deh bagi yang belum punya pasangan, ada masanya kita akan bertemu dengan belahan jiwa untuk menyempurnakan jiwa agar menjadi utuh sepenuhnya.

BACA JUGA : Kamu terlalu “muda” untuk menikah jika 9 tanda ini masih saja ada pada dirimu

Bagi Kawan Muda yang memiliki pasangan, pasti pernah merasa atau mulai berpikir apakah pasangan kita adalah pasangan yang tepat sebagai pendamping hidup kita kan?

Apakah dia menerima saya apa adanya?

Apakah dia bersedia mendampingi saya disisa hidup?

Pasti pernah kan?

Terutama bagi mereka yang belum memiliki pasangan, pastinya muncul lebih banyak lagi pertanyaan yang salah satunya menjadi faktor penghambat alasan para jomblowan maupun jomblowati masih betah sendiri.

Kali ini saya akan membagikan beberapa komponen yang harus dimiliki para pasangan untuk membuktikkan bahwa cinta mereka adalah cinta ideal atau sempurna.

Penulis merupakan salah satu mahasiswi aktif dijurusan psikologi, so, kali ini penulis akan membagikan teori taksonomi gaya cinta, komponen-komponen ini telah dibuktikan secara ilmiah dengan hasil penelitian yang telah diakui. Sternberg (1988) memiliki teori tentang cinta yang dikenal sebagai teori segitiga cinta (The Triangular Theory of Love). Dalam teori segitiga cintanya tersebut, Sternberg mencirikan cinta terdiri dari tiga komponen, yaitu keakraban atau keintiman (intimacy), gairah (passion), keputusan atau komitmen (decision/commitment), penjelasannya simak baik-baik yuk!

1. Keakraban atau keintiman.

couple
Foto : www.883zy.com

Keakraban atau keintiman adalah perasaan dalam suatu hubungan yang meningkatkan kedekatan, keterikatan, dan keterkaitan (atau dengan kata lain bahwa intimacy mengandung pengertian sebagai elemen afeksi yang mendorong individu untuk selalu melakukan kedekatan emosional dengan orang yang dicintainya).

Keintiman disini artinya kompleks loh, sebuah hubungan akan mencapai keintiman emosional manakala kedua pihak saling mengerti, terbuka, saling mendukung, dan merasa bisa berbicara mengenai apa pun juga tanpa merasa takut ditolak.

BACA JUGA : Cewek bakal leleh kalau cowok melakukan hal-hal ini padanya. Dijamin deh …

Mereka juga akan berusaha menyelaraskan nilai dan keyakinan tentang hidup, meskipun tentu saja ada perbedaan pendapat dalam beberapa hal. Mereka mampu untuk saling memaafkan dan menerima, khususnya ketika mereka tidak sependapat atau berbuat kesalahan.

2. Gairah (passion).

kakak adik zone
Foto : rd.com

Gairah meliputi rasa kerinduan yang dalam untuk bersatu dengan orang yang dicintai yang merupakan ekspresi hasrat dan kebutuhan seksual (atau dengan kata lain bahwa passion merupakan elemen fisiologis yang menyebabkan seseorang merasa ingin dekat secara fisik, menikmati atau merasakan sentuhan fisik, ataupun melakukan hubungan seksual dengan pasangan hidupnya).

Komponen ini mengacu pada dorongan yang mengarah pada romansa, ketertarikan fisik, dan kepuasan seksual. Ekspresi dari berbagai kebutuhan ini berbeda antara satu individu dengan individu yang lain, sehingga passion antara dua individu yang bercinta mungkin akan berbeda pula.

3. Keputusan atau komitmen.

pasangan
Foto : www.keyword-suggestions.com

Keputusan atau komitmen adalah suatu ketetapan seseorang untuk bertahan bersama sesuatu atau seseorang sampai akhir. Dengan kata lain, komitmen sering diartikan sebagai keputusan untuk tetap bersama seorang pasangan dalam hidupnya.

Komitmen lebih kompleks dari sekedar menyetujui untuk tetap bersama pasangan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan.

Komitmen berarti pula mencurahkan perhatian, melakukan sesuatu untuk menjaga hubungan agar tetap langgeng, dan melindungi hubungan itu dari bahaya, dan memperbaikinya bila hubungan itu dalam keadaan kritis.

BACA JUGA : Kalau wanita ingin dimengerti, ketahuilah bahwa pria juga butuh dipahami

Kedua pihak saling memperhatikan kebutuhan yang lain dan harus meletakkan kebutuhan pasangan sebagai prioritas utama, termasuk kerelaan untuk berkorban secara pribadi demi terciptanya hubungan yang baik. Bila memutuskan untuk berkomitmen, seseorang harus pula menerima pasangan tanpa syarat, memikirkan pasangan sepanjang waktu, dan melakukan sesuatu demi pasangan.

Menurut teori Stenberg ketiga komponen tersebut harus saling tercipta untuk membentuk cinta yang ideal.

Cinta dapat didasarkan pada masing-masing dari ketiga komponen tersebut, pada kombinasi dari dua diantaraya, atau bahkan ketiganya.

Nah, udah pada tahu kan apa aja yang harus dimiliki disetiap pasangan untuk membentuk cinta yang ideal?

Jika satu atau dua belum dimiliki coba koreksi diri masing-masing deh, memang sih kalo kata orang gaada cinta yang sempurna, tapi itu kan kata orang? Yang menjalani hubungan itu kan diri kita dan pasangan. Kita pula bisa mengartikan cinta yang ideal dengan cara kita masing-masing.

Bagi yang masih belum menemukan pasangan yang cocok coba benahi diri dulu deh, mencari pasangan yang cocok itu emang ga mudah tapi kita gaharus menutup diri juga ya … hehe …