Jangan jadikan bosanmu dalam hubungan sebagai alasan untuk mendua

mendua
Image Credit : malesbanget.com

Pada semua hal dalam hidup, pola segala sesuatu boleh dibilang tak jauh beda satu sama lain. Ambil contoh, ketika pertama kali masuk sekolah atau kuliah, pasti hatimu berbahagia sekali: menyiapkan segala sesuatu sedari semalam, lalu berangkat pagi-pagi sekali. Bersemangat berangkat untuk menimba ilmu, lalu setelah berlangsung lama, rasa bosan tiba. Kemudian sekali-kali mencoba untuk membolos, dan segalanya berakhir dengan begitu berantakan. Apabila datang petunjuk baik, biasanya ia akan ‘insyaf’ dari perbuatan semacam itu, dan kembali tertib.

Saat pertama kali naik jabatan, cara berjalan berbeda, cara menyapa rekan kerja-atasan-bawahan pun beda, penampilan baru, tetapi setelah jabatan itu diemban dalam waktu tertentu (sampai muncul rasa bosan), akhirnya segala sesuatu kembali membiasa: jalannya kayak dulu lagi, nyapa ke rekan kerja-atasan-bawahan balik seperti dulu, dan banyak lagi.

Siklus segala sesuatu, sama: bergairah, lalu mengarah kepada kebosanan. Ini juga terjadi dalam hubungan asmara. Di mana atmosfer dalam hubungan, pasti berbeda antara ketika pdkt dengan saat hubungan itu sudah berlangsung selama 3 tahun. Gairah untuk saling penasaran satu sama lain tak lagi seperti dulu. Itu kenapa, salah satu dari pasangan, atau mungkin dua-duanya, terkadang menggunakan alasan ‘bosan’ itu sebagai kartu AS agar dimaklumi apabila ingin mendua.

Menjaga hubungan agar tetap bersemi, adalah kewajiban masing-masing pihak. Bukankah kalian adalah partner?

via: www.spyderonlines.com
via: www.spyderonlines.com

Pasangan adalah partner. Karena partner, keduanya haruslah saling bekerja sama. Apabila 1 pihak mengendor, pihak lain harus menjadi penyemangat. Begitu pula sebaliknya. Namun andaikata pada suatu masa terjadi kebosanan yang datangnya bersamaan, cobalah mengatasinya dengan memberi waktu untuk diri sendiri terlebih dahulu.

BACA JUGA : Cwwek bakal leleh kalau cowok melakukan hal-hal ini padanya. Dijamin deh …

Tidak ada pasangan yang tak dijajah rasa bosan. Itu manusiawi. Seyogiyanya, dimaklumi dan tak membiarkan ini agar tak berlarut-larut.

via: helpwithrelationship.com
via: helpwithrelationship.com

Mengapa harus takut didatangi kebosanan tatkala menjalin hubungan? Itu risiko pasti. Nilai kepastiannya sama dengan orang yang berbisnis dan mengalami kemungkinan gagal. Kalau sejak awal sudah tahu, engkau tak perlu risau. Nikmati saja. Tetapi jangan melakukan pembiaran yang membuat ini sampai berlarut-larut. Karena pembiaran pangkal perselingkuhan.

Kalau asmara itu soal membuat orang yang sama jatuh cinta berkali-kali, maka asmara juga bisa berarti mengatasi rasa bosan berkali-kali dengan orang yang sama.

via: www.huffingtonpost.com
via: www.huffingtonpost.com

Ya, itu pekerjaan seumur hidup dari para pencinta. Mereka harus berjuang untuk bisa jatuh cinta berkali-kali dengan orang yang sama. Bukankah sebaiknya, menjalin hubungan itu sekali saja, namun untuk selamanya? Jadi, ya, harus diperjuangkan, untuk membuatnya jatuh cinta berkali-kali kepadamu. Begitu pula sebaliknya.

Dan, hal ini juga berlaku ketika rasa bosan dalam hubungan tengah menghantui. Maka, sama seperti pekerjaan-perkerjaan sebelumnya, dan akan sama sampai seterusnya, selama kamu tetap bersamanya. Jadi, tak ada solusi lain bagimu dan dia, selain mengatasinya.

Jadi, apa yang akan Kawan Muda lakukan kalau suatu hari rasa bosanmu dengannya datang lagi?