“Resepsi pernikahan di gedung, perlu enggak sih?”

pernikahan
Image Credit : tyasupadupa.wordpress.com

Pernikahan ialah sebuah proses penyatuan dua hati menjadi satu, dua hati yang sebelumnya lebih memilih bersatu dengan petak umpet, lalu melalui pernikahan, kemudian persatuan itu diamini oleh banyak orang. Sehingga, tak perlu lagi ada sembunyi-sembunyi apabila ingin jalan bergandengan bersama pasangan.

Selain proses akad, salah satu bagian dari pernikahan yang tak akan terlupakan ialah proses resepsi. Pada setiap Negara, tentu memiliki caranya masing-masing. Begitu pula di Indonesia. Banyak mempelai pasangan yang memilih mengadakan resepsi di halaman rumah, namun tak sedikit pula yang memilih untuk mengadakannya dengan menyewa gedung. Melalui artikel ini, Kita Muda merangkum berbagai pendapat mengenai: “Perlukah mengadakan resepsi pernikahan di gedung?” Ini jawaban mereka:

1. Lebih baik resepsi di rumah, karena lebih bersejarah!

via: blog.duitpintar.com
via: blog.duitpintar.com

“Menurut saya, enggak perlu. Resepsi itu justru bisa dijadikan sebagai sejarah dan pengingat di masa depan kelak. Bagaimana bisa berkesan, kalau tempatnya di gedung, sebuah tempat yang juga dipakai banyak orang lainnya? Tentu, mengadakan resepsi di rumah malah justru akan berkesan.”

Johan Masrukan, 27 tahun, Desainer Grafis –

2. Yang penting bisa pinjam kursi dan tenda RT!

via: sewatendabsd.blogspot.com
via: sewatendabsd.blogspot.com

“Ora perlu, selama isih iso nyilih kursi lan tratag RT…”

(Tidak perlu, selama masih bisa meminjam kursi dan tenda milik RT)

Agus Mulyadi a.k.a Agus Magelangan, 25 tahun, Penulis –

3. Tak harus di gedung. Tapi karena halaman rumah kecil, jadi harus di gedung.

via: www.halomoney.co.id
via: www.halomoney.co.id

“Sebenarnya enggak harus di gedung, karena esensinya bukan di lokasi. Tapi lebih ke momennya. Tapi kalau aku pribadi, ya sangat perlu resepsi di gedung. Soalnya, rumahku di perumahan. Dan kalau resepsi diadakan di halaman rumah, cuma muat 10 orang saja buat duduk. Wkwkwk.”

Bangkit Nuvola, 24 tahun, Pegawai Kemensos RI –

4. Kalau halaman rumah lebar, enggak usah di gedung. Buang-buang duit!

via: rizqy-agung.com
via: rizqy-agung.com

“Menurutku tergantung. Kalau misalnya tempat buat resepsi (biasanya di desaku di depan rumahnya) kurang lebar atau mengganggu orang mau lewat, maka resepsi perlu di adakan di gedung. Tapi kalau misal di depan rumah bisa, akses jalan enggak terganggu, maka enggak perlu, karena buang duit, dan identik dengan standing party yang makannya pada berdiri.”

Laras Asruri, 20 tahun, Mahasiswi –

5. Lebih baik langsung akad saja, enggak usah resepsi. Uang untuk resepsi, bisa buat modal usaha!

via: plus.google.com
via: plus.google.com

“Menurutku, enggak perlu. Malah lebih baik langsung akad saja, enggak usah resepsi. Tujuan nikah kan: kewajiban agama, sah di agama dan negara, kerabat dan teman. Resepsi hanya tambahan. Dan kebanyakan yang aku tanya ‘kenapa resepsi di gedung?’ kebanyakan karena gengsi sama teman dan keluarga, sampai ngutang sana-sini. Pas habis nikah, bingung membayar hutang. Mendingan uangnya buat persiapan sesudah nikah seperti beli rumah, mengontrak rumah atau untuk membuka usaha.”

Hasbullah, 25 tahun, Pengusaha –

6. Perlu resepsi di gedung, karena tamunya banyak dan ini acara seumur hidup sekali.

via: weddingorganizerbrpscf.blogspot.com
via: weddingorganizerbrpscf.blogspot.com

“Menurut saya, perlu. Apalagi kalau tamunya banyak. Kan di acara nikahan yang datang adalah teman-teman dari berbagai lingkaran pertemanan. Misal seperti teman dari manten cewek, manten cowok, orangtua dan mertua. Kalau di rumah akan kesulitan, karena tempatnya kecil dan susah parkirnya. Lagian, itu acara seumur hidup sekali. Dan kebanyakan yang datang bukan semata-mata untuk pesta, tapi buat menghormati yang punya acara.”

Ryan Aby, 28 tahun, Internet Marketer –

7. Resepsi tidak harus di gedung, karena esensi pernikahan adalah ijab kabul.

via: vanya2v.com
via: vanya2v.com

“Kalau dari aku pribadi, aku pengen kalau menikah nanti enggak perlu di gedung. Karena esensi dari pernikahan kan ijab kabulnya itu. Jadi menurutku, kekhidmatan saat ijab kabul itu yang penting.”

Dahniyar Sri Widyaningrum, 26 tahun, Instruktur Lembaga Kursus Pelayaran –

8. Resepsi di manapun, bebas. Intinya, yang penting konsep resepsi matang!

pernikahan
Foto : tyasupadupa.wordpress.com

“Resepsi itu enggak harus di gedung. Bisa dilakukan di rumah, tetapi dengan acara yang benar-benar dikonsep matang. Tamu pun juga akan merasa nyaman saat menghadiri acara resepsi tersebut.”

Mirza Idham Faruq, 24 tahun, Fotografer –

9. Resepsi di gedung itu, perlu atau tidaknya, tergantung punya duit atau enggak.

via: almostadecade.wordpress.com
via: almostadecade.wordpress.com

“Resepsi di gedung itu perlu atau tidaknya tergantung punya duit atau enggak. Kalau punya duit banyak dan memang beneran ada, ya silahkan resepsi di gedung yang megah. Tapi kalau enggak punya duit dan malah diada-adakan dengan hutang dan lain-lain untuk resepsi, itu yang enggak perlu. Karena mengadakan tasyakuran itu hanya sunnah, untuk meminimalisir fitnah. Pasangan yang akan menikah zaman sekarang itu lebih mikir wedding-nya kok, bukan married-nya. Ketika pesta wedding dibikin meriah, kehidupan married setelah wedding enggak dipikirkan. Pas wedding habis Rp 200 juta, kehidupan married setelah acara wedding malah ngontrak.”

Ichvan Setiawan, 28 tahun, Internet Marketer.

10. Percuma resepsi di gedung, kalau malam pertamanya masih di dalam mobil!

via: www.youtube.com
via: www.youtube.com

“Resepsi enggak harus di gedung. Percuma aja resepsi di gedung, kalau malam pertamanya masih di atas motor, di tengah semak, atau di dalam mobil yang bisa goyang-goyang. Sak madyone.”

– Muhamad Noe Fatikh, 22 tahun, Desainer Grafis –

Lalu, bagaimana menurut Kawan Muda sendiri: “Perlukah mengadakan resepsi pernikahan di gedung?”