Jangan tunggu aku di puncak, tapi temani aku mendaki!

couple

Tau kah kamu bahwa cinta itu terkadang membingungkan bagi seorang pria. Apalagi jika hubunganmu terhambat hanya karena kemapanan.

Dia yang selalu menemani hari-harimu. Dia yang selalu berupaya keras untuk meyakinkanmu agar tetap bersama. Tapi karena dia pula kamu dilanda keraguan.

BACA JUGA : 6 Reaksi lelaki ketika diajak menikah sama pacar

Kedua orang tuamu mungkin masih mempertanyakan soal kemapananya yang masih ia perjuangkan. Sering kali orang tua cukup khawatir atas statusnya yang masih ‘kabur’ bukan pegawai/pengusaha tetap. Itu yang membuat kalian terbelenggu untuk berjalan ke pernikahan. Memikirkan bagaimana kejamnya masa depan, takut tak bisa membina rumah tangga dengan baik.

Tapi sesekali pahamilah betapa dia betul-betul menginginkanmu untuk berada di sampingnya tanpa perlu meragu dan harus menunggu hingga mapan. Kita Muda bisa mewakili perasaan para lelaki yang masih berjuang untuk kemapanannya.

Bukan hanya ada ‘kamu’ seorang, tapi sudah ada ‘kamu dan dia’ yang harusnya berjuang bersama.

pasangan tepat
Foto : www.pexels.com

Kalian sudah sama sama cinta, lantas kenapa yang berjuang hanya dia semata. Seolah-olah yang mapan hanya si pria, dan wanita tinggal memanen hasilnya. Cinta bukan egois. Sebagai seorang wanita, tidak ada salahnya berjuang bersama untuk mapan berdua. Karena dalam hubungan dibutuhkan dua orang yang SALING, bukan Cuma kamu tapi sudah ada ‘KAMU DAN DIA’ yang seharusnya memikul beban agar cinta kalian tak diremehkan.

Jangan cuma menuntut, akan lebih baik jika saling memperbaiki kekurangan masing-masing.

pasangan
Foto : pictures.4ever.eu

Wanita memang butuh perhatian, segala hal ingin dipenuhi tapi pahamilah bahwa pria juga ingin berhenti sejenak untuk lepas dari segala tuntutan demi membahagiakanmu. Wanita yang suka menuntut berlebihan tak akan membuat hubungan berjalan ke depan. Justru saling membangun kekurangan masing-masing agar bisa memenuhi tuntutan bersama, akan jauh lebih baik.

Nggak usah nunggu mapan nanti kamu lupa arti kata berjuang.

Foto : www.883zy.com
Foto : www.883zy.com

Jika dia sudah berkata demikian itu artinya dia benar-benar menginginkanmu. Dia ingin kamu menerima apa adanya dirinya dengan segala yang ia miliki, bukan berdasarkan apa yang dia kendarai, atau berapa uang yang dia punya di bank. Diajak berjuang bukan berarti kamu tak disayang, dan menjadikanmu pekerja siang malam tapi dia Cuma butuh seseorang yang mau terus berada di sampingnya ketika dia menitih tangga kesuksesan.

Lebih indah jika diakhir cerita kamu dan dia sama-sama menikmati kemapanan dalam ikatan SAH.

pasangan mapan
Foto ;:bagikanberitaterkini.blogspot.com

Ketika kamu mau berjuang bersama akan banyak rintangan yang menghalangi. Tapi diakhir cerita akan dibuka 1000 pintu rejeki bagi kamu yang sudah berjuang. Terlebih jika kalian berdua bersatu dalam ikatan yang SAH. Sudah pasti Tuhan tidak akan mengkhianati orang-orang yang telah berusaha. Akan sangat indah ketika kalian berdua tinggal duduk bersama menikmati hasil jerih payah daripada membiarkan dia menanggung beban kemapanan sendirian.

Sementara hidup sederhana besok kita berkecukupan. Terlebih dengan buah hati yang menjadi harta dalam biduk rumah tangga.

ayah ibu anak
Foto : irelandsbabyshow.com

Belum sepenuhnya mapan bukan berarti hidup susah, yang ada hiduplah sederhana. Hilangkan konotasi susah dalam pikiran ketika kalian menikah dengan kondisi yang belum mapan. Yakinlah bahwa nggak selamanya kehidupan berada di bawah, terlebih jika ada buah hati yang menemani. Dia adalah harta terindah yang patutnya kalian syukuri.

Menikah ketika belum mapan ataupun sudah mapan itu sama saja.

menikah
Foto : www.youthmanual.com

Jangan takut menikah hanya karena pasanganmu belum mapan, hidup sederhana bisa jadi solusi. Mungkin kamu tidak mau hidup sederhana karena takut banyak masalah setelah menikah. Tapi coba pikir baik-baik, memangnya kalau menikah karena sudah mapan, kamu akan terhindar dari masalah? Tidak juga. Menikah ketika belum mapan ataupun sudah mapan itu sama saja !. Tinggal berani atau tidak menghadapi masalah yang menimpa.

Maka jangan tunggu aku dipuncak, tapi temani aku mendaki!