Bersepakat untuk putus itu memang pedih, tapi lebih menyakitkan ‘ditinggalkan’ daripada ‘meninggalkan’. Kenapa ya?

Image Credit : ottmag.com

Di mana-mana putus cinta itu pedih, entah apapun alasannya. Hal yang membuatmu sakit adalah proses menghadapi kehilangan. Ada rasa yang hilang di kehidupan, karena cintamu dan dia udah jadi kayak kebiasaan makan sehari-hari. Kebayangkan tanpa makan hidupmu kayak apa, limbung kelaperan. Dan sekarang harus dipaksa untuk puasa cinta selamanya. Dia hilang dari relung hati kamu. Apalagi kalau kamu putus sama si doi pas sayang-sayangnya, yang mutusin si dia lagi. Beuh… Nggak tau deh sakitnya kayak apa.

Terlepas dari itu, pernah nggak sih dalam hidup kamu bertanya-tanya kenapa diputusin itu jauh lebih sakit dibanding sama yang meninggalkan atau yang mutusin. Pingin tau alasannya, ini dia…

1. Karena nggak salah apapun tiba-tiba diputusin itu ‘sakitnya tuh di sini,’ men!

sedih banget
Foto : pixhome.blogspot.com

Ibaratnya kamu lagi jalan-jalan santai, menikmati hangatnya sinar matahari, dibelai angin sepoi-sepoi tiba-tiba ada anjing tetangga yang ngamuk dan ngejar kamu. Orang nggak salah apa-apa tiba-tiba dikejar anjing. Sakit ati lah! Dan rasanya diputusin itu sama kayak dikejar anjing mendadak nyesek banget.

BACA JUGA : Kala patah hati melanda, pergilah ke 6 tempat wisata yang bisa membuatmu pulang dalam keadaan bahagia!

2. Karena saat kamu diputusin, hidupmu akan berubah 180 derajat. Kamu belum siap kehilangan.

Hal pertama yang kamu tau ketika diputusin adalah sakit sampai sesek. Banyak bayangan yang menghampiri benakmu, mulai dari kamu nggak tau harus apa, bingung kenapa kamu diputusin hingga kamu nggak rela perlakuan penuh kasih sayang  yang udah kayak rutinitas sehari-hari tiba-tiba lenyap. Kamu belum siap kehilangan.

3. Kamu tau ternyata selama ini dia itu nggak sayang-sayang banget sama kamu.

sedang chatting
Foto : blogs.adobe.com

Semua pasti setuju kalau ditinggalkan itu bikin shock. Dan disaat itu pula, kamu sadar bahwa selama ini rasa sayang dia ke kamu udah berubah atau mungkin PALSU. Dari yang apapun buat dia, tiba-tiba dia mutusin kamu gitu aja. Rasain deh perasaanmu itu perlahan akan berubah jadi benci saking sakit hatinya.

BACA JUGA : 

4. Kenapa diputusin lebih sakit? Karena kamu takut menganggap dia sebagai mantan.

korban php
Foto : ilovehdwallpapers.com

Selain nggak siap ngerasa kehilangan ketika diputusin tentu ada rasa takut untuk menghadapi kenyataan bahwa dia bukan milikmu lagi. Bahkan levelnya bukan lagi teman tapi mantan. Di mana mantan itu sebelas dua belas sama musuh, yang kalau tiap ketemu isinya pingin nampar mukanya sepuas hati. Perlakuan antara pacar dan mantan jelas berbeda, itulah yang bikin kamu nggak siap. Terlebih kalau kamu masih sayang sama dia. Mantan yang semestinya ditendang eh ini masih disayang.

5. Kamu takut untuk sendirian sehingga sakitmu itu nancep banget di hati.

patah hati
Foto : hdwallpapersrocks.com

Setelah 4 tahun pacaran tiba-tiba si dia meninggalkanmu tanpa sebab tanpa pamit lalu memilih nikah dengan orang lain. What the h*ll?!? Nggak bisa dibayangkan sakitnya kayak apa. Terlebih lagi kondisi kamu yang belum siap. Bukan hal mudah beradaptasi dari yang cinta menjadi tidak cinta. Banyak kenangan yagn masih diingat, maka dari itu sakitnya menancap dihati.