6 Hal ini lebih kejam dari kata “Putus”

sedih
Image Credit : ilovehdwallpapers.com

Menjalin hubungan dengan seseorang adalah bentuk upaya dari masing-masing individu untuk menentukan: apakah orang yang diajak menjalin hubungan tersebut adalah pasangan sejatinya?

Tapi ya, namanya usaha, hasil yang diperoleh tidak selalu sesuai harapan. Ya kan? Termasuk dalam hal asmara. Udah berjuang mati-matian agar hubungan tetap langgeng, eh enggak tahunya kamu doang yang berjuang sendirian. Nyesek emang.

BACA JUGA : Tanda-tanda dia tidak serius dalam menjalin hubungan

Ya kalau sudah begitu, maka sudah saatnya bagi kamu untuk menentukan sikap. Bicara baik-baik, bahwa kamu dengannya, sudah tak lagi ada kecocokan. Maka, ‘putus’ adalah keputusan yang paling tepat agar masing-masing bisa hidup dengan jaya damai sentosa. Tapi, jangan pernah kamu enggak mau ngomong baik-baik untuk putus, dan malah lebih memilih tindakan-tindakan semacam ini:

#1 Sengaja beralasan sibuk dan bilang enggak ada waktu.

sibuk
Foto : www.askmen.com

Jangan jadi orang yang pengen putus, tapi enggak mau ngomong baik-baik, dan malah lebih memilih untuk merenggangkan hubungan dengan memangkas komunikasi, atau bahkan tidak menjalin komunikasi sama sekali, dengan alasan, seperti:

Maaf ya Sayang, aku tak bisa menemanimu lagi. Aku sedang sibuk terbang ke planet lain.

Jadi orang yang ilang-ilangan begini, dan berharap ia akan paham lalu ia sendiri yang meminta putus, adalah sebuah tindakan yang sungguh menyakitkan hati. Don’t do that!

#2 Menghilang tanpa kabar, lalu sekalinya muncul, kayak orang baru kenal.

cewek sedih
Foto : 99pcwallpapers.com

Menghilang tanpa kabar, enggak ada bedanya sama poin pertama tadi. Cuma tambahannya, pada poin ini, sekalinya muncul, kayak orang baru kenal aja. Misal lama enggak ketemu dan enggak ngasih kabar. Lalu saat lewat depan rumahnya, tidak mampir dan malah bertanya dengan nada formal:

Maaf, kalau boleh tahu, pom bensin yang paling dekat dari sini, ada di mana ya?

Lalu ngeloyor pergi setelah diberi jawaban.

Pedih banget, sungguh. Jika orang yang kamu sayangi, tiba-tiba menjelma jadi orang baru, yang aslinya, emang enggak mau jujur kalau sudah enggak nyaman dalam menjalin hubungan.

#3 Menabur tanda-tanda bahwa kamu sedang dekat dengan orang lain.

cewek selingkuh
Foto : medanoke.com

Ini juga enggak baik. Pedih juga nih. Kamu menabur tanda-tanda, seperti nge-post foto tangan yang lagi gandengan di IG. Atau meminta teman-teman kamu untuk menggelindingkan gosip bahwa kamu ternyata balikan sama mantan, atau ketemu orang lain yang lebih bisa bikin nyaman. Sungguh, itu sungguh pedih, nak. Jangan lakukan. Jangan. Sekali lagi: mending jujur dari awal.

#4 Lagi bosan menjalin hubungan, padahal lagi fokus sama yang baru.

selingkuh
Foto : abiummi.com

Wah, omongan orang yang begini bullshit doang isinya. Dihubungin, marah-marah. Saat ditanya kenapa, enggak mau jawab. Atau kalau ngomong, hanya singkat:

Aku lagi bosan sama hubungan kita!

Lalu pasangannya cuma bisa diem, dan saat ia tak menghubungimu, kamu malah asik-asikan sama yang baru. Jahat banget ini sumpah.

#5 Masalah-masalah kecil dan sepele, dibesar-besarkan.

marahan
Foto : www.huffingtonpost.com

Gawat banget sih ini. Pasangan lagi hidup dengan damai, ngepost foto di IG, eh kamunya langsung nge-chat dia:

Aku enggak suka dengan foto postinganmu barusan! Aku juga enggak suka dengan caption yang kamu tulis! Aku enggak suka dengan instagram! Pokoknya, aku enggak suka semuanya!

Lalu timbullah keributan, yang sebetulnya, harapan dari keributan tersebut adalah putusnya hubungan.

Guys, apa-apa yang enggak diomongin baik-baik dari awal itu selalu berujung pada ketidaknyamanan. Ngomonglah. Ngomonglah!

#6 Menghilang dari peradaban manusia tanpa ada kata putus sama sekali.

gadis sedih
Foto : hdwallpapersrocks.com

Kalau poin paling awal dari postingan ini masih sebatas ilang-ilangan, maka ini sudah merupakan level paling fatal. Sengaja ganti seluruh kontak, tutup akun sosmed, nge-blok akunnya, dan membiarkannya terlunta-lunta pada ketidakjelasan status hubungan.

Ini jahat sejahat-jahatnya jahat. Seolah-olah, dengan begini, semua beres. Ia menyingkir dari hidupmu, dan kamu bebas melenggang menjalani hidup sebagaimana mestinya. Itu seperti membunuh orang secara perlahan-lahan.

Maka, apalagi sih yang lebih mendamaikan hati selain ngomong jujur sejak awal? Di depan, mungkin memang pedih. Tapi masing-masing pasti akan paham, dan akan melanjutkan hidup bagaimanapun caranya, tanpa kamu yang mengasihinya. Ini akan sakit, tapi tidak lama. Karena setelahnya, kebahagiaan akan datang lagi. Entah datang dari keluarga, sahabat, atau orang baru yang masuk ke dalam kehidupannya. Yang jelas, perih itu hanya akan terasa di awal saja. Setelahnya, urusan hanya kepada diri sendiri: move on, move on dan move on.