Hal-hal yang bikin kamu cemas kalau sampai orangtua pinjam gadget!

cemas

“Nak, pinjem hp kamu, cepet. Penting!” kata si Ayah dari luar kamar. Kamu yang berada di dalam kamar, dan lagi asyik dengan hpmu, kemudian jadi deg-degan. Gemetar. Muka memerah. Bingung harus bagaimana. Akhirnya kamu pun segera bertindak cepat: menghapus file-file terlarang yang ada dalam hp.

“Mau buat apa, Yah?” kata kamu yang masih di dalam kamar, sibuk menghapus file-file rahasia. Meskipun, tujuan asli dari pertanyaanmu itu adalah untuk mengulur-ulur waktu agar kamu punya waktu lebih banyak untuk memusnahkan file-file pembawa nikmat itu.

“Ini Ayah mau nelpon temen, tapi pulsanya abis. Cepet ke sini deh!”

“Iya, ini juga lagi mau ke situ kok,” jawab kamu yang padahal masih di dalam kamar. Menghapus file-file terlaknat yang jumlahnya tidak sedikit dan tempat menyimpannya di mana-mana itu.

Kita Muda paham, sih. Kalau saat-saat begini, kamu pasti panik tak keruan. Keringat bercucuran. Dan inilah kira-kira hal-hal yang kamu cemaskan kalau sampai orangtua pinjam gadget:

1. Kalau-kalau orangtua sampai buka browser history.

via: infolapak303.com
via: infolapak303.com

Semua anak laki-laki mencemaskan hal ini. Gimana enggak coba. Bukankah kebejatan-kebejatanmu mengunjungi situs-situs bejat itu, semuanya terekam dalam browser history? Ya kalau udah sempet ngehapus. Lah, kalau belum? Bisa berabe!

“Ini barusan kamu buka situs apa, Nak?”

Digituin aja kamu pasti langsung ketakutan bukan main.

2. File-file yang masuk di folder downloads.

via: Winaero.com
via: Winaero.com

“Tonton dulu. Kalau jelek, klik close. Kalau bagus, klik download.”

Gitu kan, tagline kamu? Wah, asli parah!

Itu semua akan menjadi kefatalan yang mengerikan kalau sampai apa-apa yang sudah kamu download, lupa untuk memindahkan penyimpanannya. Coba bayangin aja kalau tiba-tiba orangtua kamu download gambar atau file apa gitu, terus pas mau nyari letak file yang barusan ke-download itu, eh tiba-tiba lihat ada file-file pengeruh pikiran di sana.

“Nak, apa ini Nak?! Jelasan pada ibu. Jelaskan!”

Merinding abis pasti, kalau Kawan Muda sampai digertak menggunakan kalimat gertakan di atas.

3. Pengin ikut-ikutan eksis di sosial media, eh nge-post-nya salah pakai akun kamu.

via: YouTube.com
via: YouTube.com

“Enggak nyangka, tetangga baru yang tinggal di samping rumah itu rupanya ganteng juga.”

Coba kalau ibu kamu update kalimat itu ke sosial media, padahal kamu cowok, padahal ibu kamu update-nya pakai akun kamu, wih, bisa-bisa teman-teman kamu langsung pada komentar:

“Wahahahaha. Ngaku juga sekarang, kalau ternyata kamu homo!”

“Astaga, dulu kan kamu setenda sama aku waktu kemah di sekolah. Duh, harusnya waktu itu sebelum tidur, aku memplester pantat!”

“Waduh, berarti tujuan kamu nebeng motor aku tiap berangkat sekolah itu… Ampuni hamba, Tuhan. Hamba kotor! Hamba kotor!”

Yah, kira-kira gitulah kalau orangtua sampai pinjam gadget kamu, dan salah post ke sosial media (akun) kamu.

4. Baca-baca percakapan di chat.

via: socialmediahelp2020.blogspot.com
via: socialmediahelp2020.blogspot.com

Ini dia nih yang bikin ngeri. Yah, kalau orang-orang yang kerap chat ke kamu itu orang-orang yang emang obrolannya yang penting-penting aja sih enggak masalah. Tapi kalau ternyata kamu juga tebar pesona ke junior-junior di kampus atau sekolah, gimana dong? Kita Muda sih yakin, pasti ibu kamu bakal langsung berkomentar:

“Dasar playboy! Enggak ada bedanya nih sama ayahnya pas masih muda dulu!”

5. Khawatir kalau orangtua sampai nemu folder rahasia.

via: www.my-secret-folder.com
via: www.my-secret-folder.com

Kalau namanya itu ‘rahasia’ seharusnya enggak ada yang tahu, kecuali kamu sendiri. Namanya juga ‘rahasia’ loh. Kalau itu sampai bocor, apalagi orang yang mendapati kebocoran itu adalah orangtua kamu sendiri, maka kamu harus waspada. Karena sebentar lagi file-file itu akan musnah, dan kamu akan disidang!

6. Takut kalau orangtua salah hapus file-file penting.

via: PCAdvisor.co.uk
via: PCAdvisor.co.uk

Iya, Kita Muda tahu kok. Enggak semua dari kamu itu isi pikirannya kotor. Ada yang bersih juga pasti. Ya kayak yang nulis ini, lah. Makanya kadang-kadang suka kesel kalau ada file tugas, atau file kerjasama yang baru aja dikerjain, padahal tadinya tinggal nge-print, eh malah kehapus orangtua. Kan nyesek tuh!