Hanya teman sejati yang tidak akan melakukan ke-7 hal berikut ini kepada temannya

teman sejati

Teman sejati adalah teman yang ditemukan setelah beribu-ribu jam menghabiskan waktu untuk bergaul dengan orang-orang yang belum tentu tepat, lalu pada akhirnya ketemu dan merasa nyaman dengan orang tersebut.

Nyaman ada begitu banyak definisinya. Semua bergantung posisi juga. Bagi suami-istri, nyaman bisa jadi berupa pengertian satu sama lain, mampu memberi kepuasan lahir-batin. Bagi orangtua dan anak, nyaman bisa berupa selalu terbuka dan mengapresiasi apa pun prestasi anak. Kalau bagi teman, nyaman ialah adanya kecocokan kedua belah pihak. Saling curhat. Saling percaya. Dan banyak lagi.

BACA JUGA : Ketika file-file .3gp, berbotol-botol hand body dan gulungan tisu menjadi teman sejati

Bukan berarti menjadi teman sejati itu susah. Karena walau bagaimana pun, bagi yang mengupayakan ingin menjadi teman sejati, maka sangat mungkin untuk dilakukan. Teman sejati melakukan banyak hal, namun teman sejati juga tidak melakukan beberapa hal, diantaranya akan Kita Muda bedah di bawah ini.

1. Teman sejati tidak akan merebut gebetan.

Teman sejati mana yang berani merebut gebetan? Awalnya membantu mendekatkan, eh enggak tahunya ditikung juga. Itu bukan level teman sejati atau sahabat. Itu lebih kepada orang yang dikenal, orang yang semula teman, kemudian berubah jadi pengkhianat.

2. Teman sejati selalu membagi banyak hal dan tak pernah merahasiakan peluang sekecil apa pun.

Teman sejati selalu berbagi dengan banyak hal. Termasuk bila salah satu dari kalian sedang memperoleh peluang bagus. Seperti ada lowongan kerja, misalnya. Sebagai teman yang baik, biasanya kalau kalian berdua sama-sama sedang mencari kerja, lalu salah satu dari kalian menemukan lowongan bagus, malah menawarkan kepada temannya. Kalau ia bersedia, mempersilakan padanya untuk maju. Namun bila tidak, baru kemudian kamu yang ambil bagian di lowongan kerja tersebut.

3. Sesulit apa pun keadaan, hutang kepada teman sejati akan dikembalikan. Bagaimana pun caranya.

Karena saking dekatnya, orang seringkali tak segan-segan untuk berhutang. Teman sejati selalu berjanji akan melunasi hutang, bagaimana pun susahnya. Bahkan kalau perlu, ia akan memberikan jaminan, dan akan mengambil kembali jaminan tersebut ketika hutang sudah lunas.

Berbeda dengan orang yang tidak bisa menjadi teman sejati. Orang-orang semacam ini akan berhutang dan dengan santainya tidak akan memikirkan bagaimana mengembalikannya.

4. Orang yang tak layak dijadikan teman sejati, selalu baik kalau memang lagi ada maunya.

Pernah baca orang yang update di sosial media dengan caption:

“Hih, datang kalau lagi ada maunya doang!”

Orang-orang yang begitu tak layak untuk dijadikan teman sejati. Karena teman sejati selalu ada dalam keadaan apa pun, suka maupun duka. Ia bukan tipe orang yang datang kalau lagi butuh. Namun, butuh atau tidak butuh, ia akan selalu datang. Selalu ada.

5. Selalu sibuk dengan urusannya sendiri, tanda bahwa ia bukan teman sejati.

Teman sejati selalu ada di momen-momen penting dalam hidupmu. Apa pun momen itu: wisuda, menikah, punya anak, dan momen berharga lainnya. Teman sejati selalu bersedia meluangkan waktu untuk hal-hal tersebut. Orang yang tidak layak dijadikan teman sejati selalu hanya peduli kepada urusan-urusan hidupnya. Tidak memedulikan orang lain.

BACA JUGA : Kalau tanda-tanda ini sudah ada pada temanmu, berarti dia layak naik level menjadi sahabat terbaikmu

6. Hanya orang yang tak layak dijadikan teman sejati saja yang memilih untuk berbohong, dengan dalih apa pun!

Dengan alasan apa pun, selalu letakkan kejujuran di atas segala-galanya. Karena berbohong tidak bisa menjadi mulus kalau tidak ditutupi dengan bohong berikutnya. Maka, jangan pernah sekali pun berbohong, kecuali jika kamu menginginkan kebohongan itu menjadi berlanjut.

Orang yang tak layak dijadikan teman sejati akan berbohong dengan dalih apa pun. Sementara teman sejati akan berkata jujur, sekali pun itu sakit dan pahit.

7. Orang yang tak layak menjadi teman sejati akan melarangmu melakukan ini dan itu. Bisa juga dibilang posesif.

Agak geli memang, dengar kalau sampai ada teman yang posesif dan memberi nasihat begini:

“Aku tuh enggak seneng lihat kamu bergaul sama dia!”

Berasa pengen ngomong:

“Eh, siapa elo, Nyet?!”

Tindakan melarang hanya akan dilakukan oleh orang yang tak layak untuk dijadikan teman. Tentu, yang disebut larangan di sini ialah larangan-larangan yang padahal itu berdampak baik bagimu. Karena teman sejatimu hanya akan menyuruh dan melarang kalau memang itu baik bagimu. Contoh, bila teman sejatimu ialah seorang dokter, dan kamu seneng ngemil gula, sementara kamu menderita diabetes, tentu ia akan mengingatkanmu untuk mengganti camilan, bukan?

BACA JUGA : Tidak pilih-pilih teman, sama dengan memilih teman yang tidak dipilih. Maka, pilihlah teman!