Buat kamu yang suka nonton FTV. Lebih baik STOP dari sekarang!

ftv
Image Credit : Wovgo

Film Televisi atau biasa kita sebut FTV, sudah menghiasi layar kaca Indonesia bertahun-tahun lamanya. Tentunya FTV punya banyak penggemar berat. Terbukti dari keeksisannya selama bertahun-tahun. Bolehlah nonton FTV, tapi sesekali aja. Atau kalau perlu sih nggak usah sama sekali. Saran Mimin Kita Muda, ketimbang nonton FTV, mending nonton film-film lain yang berkualitas deh. Atau kalau perlu lihat berita, baca buku, atau apa deh yang lebih bernilai ketimbang nonton FTV.

Baca Juga : 12 Tempat indah di Jakarta untuk liburanmu, biar kamu nggak di rumah saja

Tetapi buat kamu yang udah kecanduan banget nonton FTV, ayo lah, sebisa mungkin dikurang-kurangin. Karena…

1. FTV itu nggak masuk akal, karena semua pemainnya cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Ia menunjukkan kalau muka adalah segalanya.

Foto : artisip.net
Foto : artisip.net

Sadar nggak sih, setiap nonton FTV pasti pemainnya cantik-cantik dan ganteng-ganteng? Hampir bisa dipastikan kalau pemeran utamanya nggak ada yang wajahnya biasa-biasa aja.

Mereka seolah-olah mau kampanye, kalau wajah yang rupawan adalah segala-galanya. Nggak percaya? Nih ya, simak aja beberapa judul FTV berikut ini:

  • Pembantu Cantik itu Pacarku.
  • Tunanganku Gadis Bakul Gedang.
  • Papi, Mami, dan Tukang Kebun.

Pasti si pembantu, gadis bakul gedang, dan tukang kebun mukanya cakep semua. Jadi kalau kamu punya wajah yang cantik/ganteng, selamat. Kamu nggak perlu susah payah hidup di dunia. Begitu mungkin, logika yang ingin dijejalkan oleh FTV.

2. FTV nggak menggambarkan kehidupan sekolah dan kuliah yang sebenarnya. Mereka justru menampilkan adegan yang melanggar norma-norma sekolah.

Foto : m.covesia.com
Foto : m.covesia.com

Kadang sering heran deh sama FTV, sekolah mana yang ngijinin muridnya pake rok mini banget dan baju seragamnya dikeluarin? Hah? Sekolah mana?!

Bapak dan ibu guru di luar sana berjuang susah payah agar siswa-siswinya disiplin. Eh FTV malah sebaliknya. Nggak menghargai banget perjuangan bapak dan ibu guru.

Yah, beginilah kalau tayangan sudah menghamba pada rating. Apa-apa digilas. Fokusnya bukan pada tayangan yang berkualitas dan mendidik bagi masyarakat, tapi pada jumlah rating.

Menyedihkan banget dunia pertelevisian negara kita.

3. Sebenarnya alur ceritanya cuma gitu-gitu aja. Pasti soal cinta. Pasti cintanya nggak direstui. Pasti cinta segitiga. Pasti soal perjodohan.

Foto : dailymotion.com
Foto : dailymotion.com

Alur cerita yang disajikan FTV isinya hanya konflik-konflik dangkal. Lagi-lagi soal cinta, lagi-lagi urusan asmara. Itupun muter-muter di situ-situ aja. Cinta nggak direstui, perjodohan, dan cinta segitiga. Padahal, masalah sehari-hari manusia itu ada buanyak dan bermacam-macam. Mulai dari keluarga, hingga soal perdagangan minyak dunia. Tapi kenapa yang diangkat tentang cinta dan asmara melulu?

KENAPA?!

Lagi-lagi, ya pasti jawabannya karena rating tertinggi ada pada konten yang seperti itu.

Baca Juga : Sedihnya ketika menjadi wanita dengan usia lebih dari 25 tahun, tapi jodoh tak kunjung datang

4. Di FTV itu perjuangan susahnya cuma bentar. Syaratnya, cukup cari pasangan yang kaya. Padahal perjuangan mencari nafkah nggak sesederhana itu.

Foto : dailymotion.com
Foto : dailymotion.com

Di dunia nyata, kita harus bekerja keras untuk bisa meningkatkan taraf hidup ke arah yang lebih baik. Nggak jarang, kita harus bekerja selama 12-18 jam sehari demi mencapai cita-cita. Prosesnya pun nggak sederhana.

Sedangkan di FTV, sengsaranya paling cuma sebentar. Si mbak-mbak bakul gedang tadi nggak lama kemudian dapat pasangan cowok kaya dan tajir. Akhirnya si mbak pun menikah dengannya dan nggak perlu jadi bakul gedang lagi karena udah kaya.

Atau seperti pada foto di atas, mas-mas pedagang kaki lima itu pasti dapat pasangan cewek kaya dan tajir. Lalu, mereka pun menikah juga. Dan mas-mas pedagang kaki lima itu nggak lagi jualan. Atau, jualan lagi, tapi ditemenin cewek yang tajir tadi.

See? As simple as that!

Benar-benar nggak masuk akal. Padahal, kalau 2 kasus di atas beneran ada dalam dunia nyata, malah hal-hal yang pasti ada di masyarakat malah mbak-mbak bakul gedang tadi menikah dengan mas-mas pedagang kaki lima. Nah, itu malah yang nyata!

Karena kalau semua bisa semudah apa yang FTV ajarkan, harusnya bentar lagi semua wanita yang pengen dapet pria tajir pada turun ke jalan untuk jualan gedang. Dan, pria-pria yang pengen dapet cewek kaya besoknya pada bawa gerobak untuk jualan.

5. Pernah nonton FTV yang akhir ceritanya sad ending? Nggak pernah! Pasti happy ending.

Foto : dailymotion.com
Foto : dailymotion.com

FTV nggak peka! FTV gitu! FTV jahat!

Yep, begitulah FTV. Ia sama sekali nggak turut prihatin dengan nasibsingleman-singlewoman berwajah pas-pasan di dunia ini. Di FTV, mendapatkan pasangan kayaknya gampang banget, asal bermodalkan wajah rupawan dan sedikit kaya.

Padahal, di dunia nyata sama sekali nggak kayak gini. Ada mereka yang korban friendzone, ada yang bertahun-tahun jadi pengagum rahasia, ada yang nggak bisa move on, duh macem-macem deh.

6. Di FTV, cowok dan cewek semuanya romantis. Padahal kalau di dunia nyata, banyak pasangan yang harus berjuang dengan keromantisan.

Foto : rk23.co.id
Foto : rk23.co.id

Jangan salahkan cewek kalau kita sering/kadang suka sedikit drama. Salahkanlah FTV (karena cewek nggak pernah salah). Buat para cewek, sebaiknya hindari nonton FTV kalau nggak mau dibikin ngiler sama keromantisan pemeran utamanya.

Boro-boro diromantisin, tanggal ulang tahun sama tanggal jadian bisa inget aja udah sujud syukur.

Iya, Mimin tahu, kalau bikin konten yang nggak ada manis-manis atau romantisnya kan pasti rating-nya turun. Iya, ngerti kok. Ngerti.

Baca Juga : 7 Hal yang perlu kamu tahu dari seorang penyendiri

7. FTV menyempitkan definisi ‘sukses’. Menurut mereka, sukses itu ya kalau kamu sudah punya pasangan.

Foto : twitter.com
Foto : twitter.com

FTV secara tidak sadar telah menyempitkan definisi ‘sukses’. Menurut mereka, sukses itu ya kalau bisa bersama dengan orang yang dicintai. Setelah itu selesai masalah. Duh memangnya para pemerannya nggak punya cita-cita lain apa ya selain ngedapetin pasangan. Kayak cita-cita pengen terbang ke luar angkasa atau hidup di planet Mars gitu ….

8. Tanpa disadari, kamu udah kehilangan waktu.

Foto : milovaamaudyinez.blogspot.com
Foto : milovaamaudyinez.blogspot.com

Kamu baru aja nonton FTV selama 1 jam?

Selamat. Kamu udah menghilangkan 1 jam berhargamu untuk tak menghasilkan apa-apa.

Udah, nggak usah tanya lagi kenapa harus berhenti nonton FTV. Mending kamu belajar memasak ayam pedes, ini jelas-jelas lebih bermanfaat. Lagian, kalau kamu jago bikin ayam pedes, siapa tahu bisa jadi ladang bisnis.

***

Asal kamu tahu, kebanyakan dari mereka yang bikin sinetron atau FTV itu, ketimbang mementingkan efek yang ditimbulkan dari menonton tayangan yang diproduksi, mereka lebih peduli tentang jumlah rating dan berapa jumlah uang yang masuk ke rekening mereka.

Jika kita menonton, kita sama dengan sedang mendukung mereka untuk terus memproduksi konten-konten sampah yang merusak pikiran dan moral generasi bangsa. Yuk, kurang-kurangin atau kalau perlu nggak usah nonton sama sekali. Mulai dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar kita.