Secuil pesan buatmu yang suka SHARE “Kebodohan” di media sosial hanya demi “LIKE”!

share kebodohan di media sosial

Fungsi utama media sosial sebagai media komunikasi sudah melenceng jauh.

Niat baik mereka para founder media sosial menghadirkan media sosial sebagai penghubung dengan orang lain kini malah membawa petaka bagi sebagian orang.

Sebabnya, tak semua penggunanya memiliki etika yang cukup baik untuk menggunakan medsos dengan bijak. Berikut ini secuil nasihat buat kamu sebelum ngeshare sesuatu di sosmed.

Baca Juga : Tidak pilih-pilih teman, sama dengan memilih teman yang tidak dipilih. Maka, pilihlah teman!

1. Tidak ada kebebasan yang 100% bebas. Ingat norma-norma lain yang berlaku.

Foto : Facebook
Foto : Facebook

Tidak ada kebebasan yang benar-benar bebas 100%. Kebebasan yang benar adalah kebebasan beretika, beraturan, dan bertanggung jawab. Kebebasan yang tidak mengganggu orang lain dan ketertiban umum.

Sama halnya dengan media sosial. Terserah kamu mau posting apapun di akunmu. Toh itu akun-akunmu sendiri. Seandainya terjadi apa-apa kamu sendiri juga yang akan menanggung. Namun alangkah baiknya kamu pikirkan matang-matang sebelum kamu membagikan konten di akun medsosmu.

2. Iya boleh gila-gilaan bareng temen dan sahabat. Tapi harus pilih-pilih juga kegilaannya. Jangan sampai kebablasan.

Foto : Instagram
Foto : Instagram

Belakangan ini, tren anak muda Indonesia cepat sekali berganti. Sayangnya, nggak semua tren itu adalah tren yang positif. Tren positif terakhir adalah ramainya tagar #KamiTidakTakut dan #StaySaveJakarta.

Sebelum itu, ada tren foto injak bunga, foto di depan zebracross, foto di Indomaret, foto tukeran baju sama pasangan, dan tren meme suka-suka gue.

Nah, kamu sebaiknya harus selektif buat ikutan tren di atas. Gila boleh, tapi jangan kebablasan. Gokil boleh tapi ya disimpen sendiri aja. Jangan diumbar di medsos, jangan.

Baca Juga : Kalau tanda-tanda ini sudah ada pada temanmu, berarti dia layak naik level menjadi sahabat terbaikmu

3. HRD zaman sekarang nggak cuma screening CV kamu. Mereka juga stalking akun media sosialmu.

Foto : Wovgo
Foto : Wovgo

Metode perekrutan karyawan sekarang sudah semakin canggih. Mereka nggak cuma menilai kandidat dari CV nya saja. Nggak cuma mantan aja yang suka stalking akum medsos kamu. Diam-diam, mereka stalking akun sosmedmu untuk mencari tahu sifatmu yang sebenarnya.

Jangan sampai kamu nggak lolos karena attitude kamu yang kurang baik dalam menggunakan internet dan jejaring sosial.

4. You are what you eat. Yang kamu post di media sosial menunjukkan siapa diri kamu sebenarnya.

Foto : Instagram
Foto : Instagram

Tanpa kamu sadari, melalui media sosial, kamu telah menunjukkan siapa diri kamu sebenarnya. Dari cara kamu mengunggah foto, membuat status, dan berkomentar bisa dianalisis tentang kepribadianmu.

5. Sebelum share apapun, ingat reputasi jangka panjang. Satu tahun dari sekarang, kamu akan malungepost hal-hal itu.

Foto : Facebook
Foto : Facebook

Apa yang kamu rasakan saat kamu membaca timeline medsosmu beberapa tahun ke belakang? Malu banget bukan? Yang pertam kali kamu pikirkan adalah, “Kok bisa ya dulu aku nulis kayak gitu?

Sama seperti yang kamu lakukan sekarang. beberapa tahun ke depan, kamu juga akan merasa malu kalau membaca timeline-mu saat ini.

6. Daripada share ‘konten yang bikin eksis’ kenapa nggak share konten yang bermanfaat?

Foto : Wovgo
Foto : Wovgo

Manfaatkan medsos sebagai ladang berbuat baik untuk orang lain. Salah satunya, dengan membagikan informasi yang bermanfaat untuk orang lain. Biar main sosmednya tambah berkah, jangan melulu share foto selfie. Sekali-kali berbagilah informasi yang berguna bagi banyak orang. Misalnya saja lowongan pekerjaan, siapa tahu temanmu lagi butuh info loker.

7. Lagipula jadi eksis itu harus ya?

Foto : Instagram
Foto : Instagram

Cobalah merenung sejenak.

Kamu pengen dapet like banyak?

Kamu pengen dapet komen banyak?

Dapet ‘love’ banyak di Instagram?

Perlu?

Sebenarnya ikutan eksis dan kekinian itu perlu nggak sih? Soalnya ikutan eksis dan kekinian itu kan butuh waktu yang harus dikorbankan juga. Waktu buat hunting foto, waktu buat mikirin caption, waktu buat edit foto. Nah kan, waktu-waktumu jadi terbuang percuma.

Tidak malukah kamu pada veteran-veteran Indonesia? Mereka telah mempertaruhkan nyawa untuk Indonesia. Malangnya pertaruhannya itu tidak dihargai bangsa sendiri. Sudah sebesar itu pengorbananannya, masih dianggap nggak eksis oleh pemerintah.

Boleh eksis, tapi jangan berlebihan ya.

8. Nah sebelum share apapun di media sosial, sebaiknya pikir ulang seribu kali mengenai konten yang akan kamu bagikan. Jangan pendek akal bro/sis.

Yuk mulai sekarang, pertanyakan dulu pada diri sendiri dan dengarkan apa kata hatimu sebelum post sesuatu di media sosial. Baikkah? Bermanfaatkah? Layakkah?

Nasihat di atas harus kamu terapkan jika tidak ingin kena bully di kemudian hari. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebelum semuanya terlambat mending mulai sekarang perbaiki sikap kita dalam bermedsos yuk.