Sedihnya ketika menjadi wanita dengan usia lebih dari 25 tahun, tapi jodoh tak kunjung datang

masih single

Sesantai-santainya wanita terhadap usia pernikahan, pikirannya tetap saja dinaungi perasaan was-was. Tak seperti pria yang usia 30 masih tetep kelihatan cool. Kalau wanita, usia 30 udah berasap kepalanya, gara-gara kebanyakan mikirin jodoh. Dan kebanyakan ditanya ‘kapan nikah?’ oleh orang-orang di sekitarnya.

Tentu datangnya rasa was-was tersebut bagi wanita sangatlah beralasan, yaitu karena usia kritis wanita untuk hamil dan melahirkan yakni antara usia 35 sampai dengan 40 tahun. Jika lebih dari 40 tahun, wanita memiliki masa yang jauh lebih kritis. Melahirkan seorang anak bagai simalakama: pilih anak lahir tapi istri dikorbankan, atau istri selamat namun anak dikorbankan. Hal-hal semacam ini tampak tidak enak didengar, namun banyak kejadian di lapangan berkata demikian.

Baca Juga : Mengapa kita mencintai orang yang tidak mencintai kita?

Taruhlah seorang wanita menikah pada usia 30 tahun, padahal ia berencana ingin memiliki 4 anak. Kalau ia percaya bahwa usia 35 tahun sudah begitu menggelisahkan baginya untuk memiliki momongan, sementara ia tahu bahwa jarak kelahiran ideal sekitar 2 sampai 4 tahun, maka untuk mencapai target 4 anak tersebut mau tidak mau pasangan suami istri harus lembur setiap hari demi bisa melahirkan 4 anak yang mau tak mau tentu jarak kelahiran antar anak kurang dari 2 tahun. Tentu hal tersebut memiliki banyak dampak, seperti berpengaruh pada psikologis anak pertama, finansial yang mau tidak mau harus terbagi dua, ditambah air susu ibu (ASI) yang mengandung gizi untuk kecerdasan serta kesehatan anak bisa-bisa terganggu kualitasnya kalau kakak dan adik harus saling berbagi gitu, belum lagi kalau bapaknya juga pengen dan kanan-kiri pas dipakai semua.

“Bapakmu nyedot yang mana nak, kalau begitu cara kalian?” rengek sang Bapak.

Mendengar keluhan Bapaknya, kedua anak memilih untuk tetap fokus kepada yang terjepit di antara kedua bibirnya. Salah seorang anak lalu melirik, dan tangannya seperti merogoh-rogoh sesuatu dari kantung celananya yang sebelah kanan. Diambillah sebuah kempongan, kemudian dilemparkan ke arah sang Bapak, yang dari ketegasan cara melemparnya, kalau diterjemahkan dalam kata-kata, seperti berbicara begini:

“Pakai itu aja Pak!”

Baca Juga : Girls,… Sebelum berlanjut ke pernikahan, pastikan tanda-tanda ini ada pada calon suamimu

Tentu para calon suami tidak mau jika hal tersebut terjadi pada nasib di masa depannya, bukan? Maka dari itu, jangan heran kalau banyak pria memilih menghindarkan diri untuk menikahi wanita-wanita yang terlanjur tua. Terlanjur loh ya. Mendekati wanita usia 30 tuh pria udah mikir-mikir. Atau, oke, enggak usah 30 deh, usia 25 ke atas aja udah bikin mereka mikir cukup keras. Makanya jangan heran kalau keresahan-keresahan pria tersebut juga melanda wanita yang usia udah 25 ke atas tapi belum laku-laku aja. Kurang lebih, inilah yang sudah Kita Muda rangkum untuk pembaca sekalian:

Mendengar pertanyaan ‘kapan nikah?’ itu kayak Bank Umum yang laporan ke Bank Indonesia: berkala!

gak tau
Foto : www.thebusinesswomanmedia.com

Laporan Berkala Bank Umum (LBBU) adalah laporan yang disusun dan disampaikan oleh Bank secara berkala kepada Bank Indonesia. Itu tercantum pada Ketentuan Umum Pasal 1 loh. Ini jangan-jangan, karena saking berkalanya pertanyaan ‘kapan nikah?’ dari orang-orang sekitar kepada wanita berusia 25 tahun ke atas yang belum nikah-nikah, besok-besok pemerintah bakal bikin undang-undangnya juga, begini:

“Barangsiapa menemukan atau mengetahui seorang wanita yang berusia 25 tahun atau lebih dan belum kunjung menikah juga, maka wajib bagi pihak-pihak yang mengetahui untuk memperolok-oloknya dengan beragam kalimat hujatan. Minimalnya, menanyai dengan pertanyaan ‘kapan nikah?’ secara terus-menerus hingga mulut berbusa.”

Baca Juga : Buat kamu para lelaki, ini lho alasan kenapa wanita lebih memilih menikah muda

Tapi, tanpa adanya pasal-pasal atau undang-undang yang mengatur demikian, tampaknya masyarakat sudah peka dengan sendirinya. Maka tidaklah mengherankan bila pertanyaan ‘kapan nikah?’ secara berkala menghampiri telinga-telinga para wanita berusia 25 tahun ke atas yang belum kunjung menikah. Tentu, pertanyaan-pertanyaan tersebut memberi dampak batin yang demikian mendalam bagi para wanita.

Kalau update di Socmed, bahasannya nikah melulu.

cewek sosmed
Foto : www.projectinspired.com

Kalau hadir ke resepsi nikahan temennya, lalu upload di sosmed dengan caption:

Selamat menempuh hidup baru ya sahabatku. Semoga bahagia!

Diiringi dengan emoticon senyum, padahal tujuan aslinya biar ada yang komentar:

Kamu, kapan nyusul?

Kemudian galau.

Atau kalau bukan update yang begituan, biasanya menyuplik potongan-potongan dari kitab suci yang membahas tentang pernikahan. Potongan ayat itu diambil dari sebuah website, yang tentu bisa ketemunya gara-gara menelusuri dengan kata kunci: ‘ayat-ayat tentang pernikahan’. Lalu setelah dipublish, lagi-lagi ada yang komentar:

Kamu, kapan?

Ia pun meradang, lalu bertanya kepada diri sendiri:

IYA, HEY, AKU, MAU NIKAH KAPAN JADINYA?!

Begini, ya, nyeseknya nyari pria yang bersedia menghamili secara halal. Dan tentunya, disertai kesediaan bertanggung jawab sepaket: lahir-batin.

Jadi lebih religius.

Praying woman hands
Foto : www.theodysseyonline.com

Kalau dulu santai-santai, sekarang merasa getir. Luarnya aja yang kelihatannya santai, tapi isi hatinya tersayat-sayat. Mungkin, dulu pernah berada dalam periode hidup di mana sungguh-sungguh mempercayai bahwa jodoh itu hasil usaha sendiri.

“Kalau nyari, ya ketemu. Kalau enggak, ya enggak ketemu. Tanpa melibatkan Tuhan pun bisa,” begitu dulu prinsip hidupnya.

Tapi kenyataan berkata berbeda. Hati manusia itu ada yang menggerakkan. Kalau kamunya mau, tapi Tuhan menggerakkan hatinya untuk bilang ‘enggak’ kepadamu, lantas kamu bisa apa?

Sehingga yang kemudian terjadi, wanita-wanita berusia 25 tahun ke atas menjadi semakin percaya kalau jodoh itu di tangan Tuhan. Usaha keras saja tak cukup, butuh juga doa yang tak putus-putus.

Kriteria pasangan ideal mendadak diturunkan. Hingga menyisakan kriteria-kriteria pokok saja.

berpikir
Foto : www.lifedaily.com

Aku tuh pengen yang ganteng, tinggi, putih, kaya, religius, baik hati, kalau berkelahi selalu menang, dan kalau ada kejahatan bukan polisi yang pertama dipanggil. Tapi dia!” begitu dulu pola pikirnya. Tapi kalau mau mencari pria yang demikian, sebetulnya ada:

Boy!” Iyes, aktor Anak Jalanan. Dan, itu cuma ada di sinetron. Enggak ada di dunia nyata. Karena, dalam dunia nyata pun, Stefan William Umboh yang memerankan sebagai Boy dalam sinetron itu, hidupnya juga kayak manusia-manusia pada umumnya: punya sisi kelebihan dan kekurangan.

Akhirnya, realita yang diterima wanita berusia 25 tahun ke atas pun berubah, menjadi fokus kepada nilai-nilai pokok hidup saja, untuk dimasukkan dalam kriteria jodoh ideal, seperti: pengertian, tanggung jawab, tidak kasar, dan mau menafkahi lahir-batin. Cukup!

Baca Juga : Ladies, jangan pernah pilih cowok yang seperti ini ya. Pokoknya jangan!

Tambahan: kalau kriteria yang sudah dipersempit tersebut ternyata tak kunjung mendatangkan jodoh pada usia-usia yang semakin senja, maka kriteria idealnya pun dipersempit lagi menjadi tinggal satu saja:

Mau saja sudah cukup. Ya, mau! Kepada yang mau, datanglah! Datanglah!

Agak-agak sensi kalau lihat timeline isinya foto: sepasang suami-istri bersama anak-anaknya.

cewek sensi
Foto : www.askmen.com

Jangankan foto sepasang suami-istri bersama anak-anaknya, ada temen ng-upload foto anaknya yang masih bayi aja udah bikin hati dan jiwa menjadi getir. Makan menjadi terasa hambar. Teh manis jadi terasa tawar rasanya. Film-film lucu menjadi tak mempan mengembangkan senyum pada bibirnya.

Jika kamu bertanya:

Tuhan, aku harus bagaimana, agar pikiranku menjadi damai?

Mungkin Tuhan akan menjawab:

LOG OUT!

Wahai wanita-wanita dengan usia 25 tahun ke atas yang belum kunjung menikah juga, segeralah kerahkan semua usaha: menghubungi saudara, mengontak kolega, rajin-rajin mengunjungi reuni, aktif datang ke acara-acara keagamaan, atau kalau sudah desperate, gunakan Tinder, Setipe, OKCupid atau aplikasi pencari jodoh semacam itu. Selamat mencoba!

Baca Juga : 5 Hal yang harus kamu lakukan agar dia jatuh hati padamu