Kamu terlalu “muda” untuk menikah jika 9 tanda ini masih saja ada pada dirimu

Image Credit : girlsgonewise.com

Muda atau tua, kini bukan lagi pada jumlah usia yang dimiliki. Melainkan pada bagaimana pola pikir orang tersebut. Seringkali orang menyebut diri mereka tua, namun pola pikirnya masih kekanak-kanakan. Namun ada juga beberapa dari mereka yang usianya muda, namun pola pikirnya jauh ke depan.

Lalu yang menjadi masalah adalah, mereka yang usianya tua, padahal pola pikirnya tak setua usianya, namun lingkungan sudah mendesak di sana-sini agar segera menikah. Sampai akhirnya, memaksakan diri menikah, dan berujung pada rusak atau bahkan kandasnya hubungan pernikahan.

BACA JUGA : Hal-hal yang akan kamu rasakan ketika patah hati. Mungkin memang seperti ini …

Sekarang, begini, menikah atau tidak, itu jangan pernah gara-gara faktor eksternal. Kalau merasa pola pikir belum matang, dan belum ingin menikah, tetapi lingkungan sudah mendesak, ya jangan menikah. Kemerdekaan menentukan itu ada pada dirimu. Toh, mereka yang mendesak, kalau ternyata terjadi apa-apa padamu, mereka enggak mau tanggung jawab juga.

Di bawah ini, Kita Muda mau ngasih tanda-tanda kalau kamu terlalu muda jika memutuskan untuk menikah. Namun jika tanda-tanda ini tak ada pada dirimu, itu berarti, kamu sudah siap menikah. Ini dia tanda-tandanya, mari dipahami.

#1 Masih terlalu senang hidup sendiri.

bahagia
Foto : www.huffingtonpost.co.uk

Kalau masih ‘senang’ itu masih bisa ditawar-tawar, lah. Tapi kalau sudah ‘terlalu senang’ itu berarti memang sendirimu adalah lebih baik. Kamu memang menikmati diri sendiri. Kalau single masih begitu membahagiakan, untuk apa memutuskan untuk berdua?

BACA JUGA : Ketika file-file .3gp, berbotol-botol hand body dan gulungan tisu menjadi teman sejati

#2 Belum siap bertemu keluarga pasangan.

bertemu calon mertua
Foto : Areadewasa.com

Kalau kamu dan dia saja masih berada dalam tahap penjajakan satu sama lain, masih ingin lebih jauh mengenal satu sama lain, dan bertemu keluarga pasangan juga belum siap, itu berarti kamu masih belum masanya untuk menikah.

Kesediaan dan kematangan untuk menikah itu ditandai dengan siapnya kamu bertemu dengan kedua orangtuanya. Eh, tapi jangan salah. Ketemu itu ya pasti tak sembarang ketemu dong ya. Di belakangnya, ada yang harus kamu penuhi terlebih dahulu. Ini tidak tertulis, memang. Tetapi jelas-jelas akan jadi bahan pertanyaan saat kamu datang ke rumahnya. Pertanyaan-pertanyaan semacam: kamu kerja di mana? Anaknya siapa? Ukuran celana berapa? Dan semacamnya!

Jadi, siapkan itu baik-baik. Pastikan, kedatanganmu ke rumahnya, tak ada misi lain kecuali meyakinkan calon mertua.

#3 Memiliki masalah dengan komitmen.

Angry Couple
Foto : www.thestar.com

Menikah itu enggak segampang ngucapin: “Aku mencintaimu, mau enggak kau menikah denganku?” Ada pekerjaan panjang setelah ucapan ‘sah’ itu terucap. Di belakangnya, ada tanggung jawab, pekerjaan, kesetiaan, dan masih banyak lagi. Atau kalau kita mau bungkus dengan kata, maka kata itu bernama: komitmen.

Kalau kamu sudah dan selalu bisa mematuhi komitmen, itu berarti kamu sudah siap menikah. Tetapi kalau kamu masih merasa bermasalah dengan pemenuhan komitmen, itu berarti kamu masih terlalu muda pola pikirnya, dan belum siap menikah.

BACA JUGA : Tanda-tanda pasanganmu tidak serius dalam menjalin hubungan

#4 Masih ingin bermain dengan teman-teman sepermainan.

bahagia
Foto : www.hotel-r.net

“Tenang, guys, besok setelah nikah, aku bakal tetep ngumpul sama kalian kok.”

Coba lihat, berapa banyak teman-teman pria yang sering bilang gitu menjelang hari pernikahannya? Tapi kenyataanya? Nol besar. Banyak enggak bisanya. Hahaha. Makanya kalau ada yang bilang:

“Jika kamu ingin mengubah dunia, lakukanlah segera, mumpung belum menikah. Karena setelah kamu menikah, bahkan mengganti channel TV saja tak sanggup.”

Itu bener banget.

Wahai pria, mungkin saja kamu yang beli TV. Tapi yang jelas, bukan kamu yang berhak menentukan channel mana yang semestinya ditonton. Mungkin kamu yang seharian membanting tulang untuk bekerja. Tapi yang jelas, kamu adalah orang yang dijatah uang saku setiap harinya.

Ini berlaku juga dengan bahasan awal soal kesempatan ngumpul setelah menikah. Apakah bisa? Ya bisa. Tapi yang jelas, tak akan sesering saat masih bujangan. Bisa, sih, sering-sering ngumpul meski pasca menikah. Cuma kayaknya istri bakal ngejar-ngejar kamu sambil bawa sapu. So, kalau kamu masih seneng banget ngumpul sama temen, puas-puasin. Itu belum saat yang tepat bagi kamu untuk menikah.

BACA JUGA : Cara membedakan hubungan yang sudah dewasa dengan yang masih kekanak-kanakan. Kamu yang mana?

#5 Masih sulit mempercayai orang lain.

belum jodoh
Foto : www.youtube.com

Menikah adalah soal memasrahkan hati kepada orang lain, yang diharapkan, pemasrahan hati itu berlangsung sekali saja dalam seumur hidup yang begitu fana ini. Jadi, untuk menentukan hati mana yang boleh masuk, hati mana yang boleh berlabuh, harus ada yang namanya kepercayaan dalam diri kepada seseorang tersebut.

Jika setelah menimbang bibit-bebet-bobot seseorang, lantas kamu sudah memiliki kemantapan dengan orang tersebut, itu berarti kamu sudah siap menikah. Namun jika kamu masih memiliki problem ‘susah percaya orang’ termasuk percaya urusan hati, itu berarti kamu belum saatnya menikah.

BACA JUGA : Tanda-tanda dia tidak serius dalam menjalin hubungan

#6 Masih asik bersibuk ria mengejar mimpi.

tersenyum percaya diri
Foto : www.askmen.com

Kamu mungkin punya plan ini dan itu. Sedang mengupayakan meraih pencapaian ini dan itu. Hidupmu asik sekali berada dalam proses demi proses tersebut. Fokus pada pencapaian membuat hatimu tidak kosong.

Jika kamu masuk golongan orang-orang yang demikian, itu berarti kamu masih terlalu muda untuk menikah. Tanda bahwa kamu sudah siap menikah ialah, jika kamu ingin meraih pencapaian, dan kamu merasa bisa mencapainya jika ada yang menemani. Nah, itu saat yang tepat untuk segera menikah.

#7 Belum minat belajar masak atau membersihkan rumah.

cowok memasak
Foto : www.huffingtonpost.ca

Saat menikah nanti, gaya-gayaan yang terjadi pada jaman pacaran seperti sering-sering nonton dan makan di luar, kebanyakan tak akan terjadi lagi. Saat menikah nanti, pola pikirnya harus ngirit. Banyak-banyak berhemat. Kalau dulu biasanya makan di luar, saat menikah, lebih milih memasak sendiri. Kalau dulu suka nonton di bioskop, saat menikah, lebih memilih nyewa DVD di rentalan. Dan seterusnya.

Belajar memasak dan membersihkan rumah adalah tindakan kecil yang menandai sudah siap atau belum bagi kamu untuk menikah. Karena kamu sadar, suatu hari pasti membutuhkannya. So, jika setidaknya 2 hal itu saja belum ada pada dirimu, sepertinya kamu belum siap menikah.

#8 Kadang antara terlalu pemilih dan belum bisa menerima kekurangannya emang beda-beda tipis.

tidak mau mengakui
Foto : huffingtonpost.com

Mungkin, sebetulnya kamu sudah sreg dengan orang tersebut. Cuma ya gitu, masih ada aja yang belum yakin. Seperti dia kurang cakep lah, dia kegemukan lah, buah dadanya berada di punggung lah, macam-macam.

Guys, setiap manusia itu terdiri dari satu paket utuh: kelebihan dan kekurangan. Kita enggak bisa, mengambil baiknya saja, dan mengabaikan keburukannya. Enggak bisa. Satu paket! So, kalau hatimu padahal sudah mantap dengannya, tapi masih saja merasa ragu cuma gara-gara kekurangannya, itu berarti kamu belum siap untuk menikah.

BACA JUGA : Buat para cowok, 9 kebiasaan jorok ini harus kamu jauhi

#9 Memiliki jiwa masih ingin berpetualang. Bahkan ingin keliling dunia sebelum menikah.

backpacker
Foto : www.australiaforum.com

Jika kamu suka mendaki atau traveling ke sana-kemari, tentu tidak gampang untuk melakukan itu jika kamu sudah menikah. Ada banyak pertimbangan, seperti pekerjaan, pasangan, dan belum lagi kalau sudah punya anak. Tentu segalanya tak akan semudah ketika masih sendiri.

Jika impianmu masih ingin berkelana jauh, penuhi saja dulu. Tunda dulu pernikahannya, daripada nanti terhambat, atau bahkan tidak akan tercapai sama sekali. Kecuali jika pasanganmu adalah orang yang memiliki hobi yang sama denganmu. Tentu ini akan lebih muda. Tetapi kalau tidak, sementara mimpimu untuk berkelana ke sana-sana masih mengambang kuat di dalam pikiran, sebaiknya penuhi saja dulu. Dan tentu, berarti ini belum saat yang tepat bagi kamu untuk menikah.